Ilmuwan Pertama Kali Modifikasi Genetik Ginjal Manusia dalam Embrio Babi, Untuk Apa?

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Illustrasi ginjal manusia. SP/ SBY
Illustrasi ginjal manusia. SP/ SBY

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Studi yang diterbitkan oleh para ilmuan di jurnal Cell Stem pada Kamis (07/09/2023) tentang memasukkan sel induk manusia ke dalam embrio babi yang telah dimodifikasi secara genetik. 

Ketika embrio ini ditanamkan ke induk babi pengganti, embrio mengembangkan ginjal manusia tahap awal dalam waktu sekitar 28 hari.

Menurut, penulis studi senior dan peneliti utama dari Guangzhou Institute of Biomedicine and Health, Chinese Academy of Sciences, dan Wuyi University, Liangxue Lai mengatakan jika upaya untuk menumbuhkan organ manusia pada babi belum pernah berhasil sebelumnya.

Pada percobaan sebelumnya para ilmuwan mengambil ginjal dan jantung dari babi yang dimodifikasi secara genetik dan mentransplantasikannya ke manusia yang otaknya sudah mati. 

Namun strategi ini memiliki risiko tinggi bahwa tubuh manusia akan menolak organ babi tersebut. Penelitian baru ini bertujuan untuk membatasi masalah tersebut.

“Pendekatan kami meningkatan hubungan sel manusia ke dalam jaringan penerima dan memungkinkan kami menumbuhkan organ manusia pada babi,” kata Lai, Senin (18/09/2023).

Kenapa Harus Menggunakan Babi?

Babi adalah pilihan terbaik karena organ mereka mirip dengan kita, termasuk perkembangan embrionya. Namun, tantangannya adalah sel babi dalam embrio memerlukan nutrisi serta sinyal kimia yang berbeda untuk tumbuh.

Dalam studi baru tersebut, para peneliti mengatasi tantangan ini dengan menggunakan teknologi CRISPR untuk menonaktifkan dua gen yang memungkinkan sel embrio babi untuk mengembangkan ginjal. Hal ini menciptakan celah yang bisa diisi oleh iPSC manusia. Peneliti juga memanipulasi iPSC manusia sehingga lebih mungkin berintegrasi dengan sel babi dengan mencocokkan tahap perkembangannya.

Tim kemudian menanamkan 1.820 embrio chimeric ke 13 induk babi pengganti, membuat babi itu berhenti hamil lalu mengekstraksi embrio tersebut sebulan kemudian. Hasilnya, lima embrio mengandung ginjal tahap awal yang terdiri dari sekitar 50% hingga 60% sel manusia. Ginjal itu berisi sel-sel yang akhirnya akan menjadi ureter, struktur seperti tabung yang menghubungkan ginjal ke kandung kemih.

Yang terpenting adalah ilmuwan memastikan bahwa sel-sel manusia dalam embrio sebagian besar berada di ginjal, bukan di jaringan embrio lain, seperti sel kelamin atau sel saraf. Keberhasilan ini menimbulkan pertanyaan etik jika sel-sel dibiarkan mencapai sempurna pada bayi babi. Artinya, babi akan memiliki ginjal manusia.

Kendati begitu, teknologi ini masih perlu waktu untuk bisa diterapkan pada transplantasi organ manusia. Salah satu rintangan paling krusial adalah masalah penolakan kekebalan tubuh, karena ginjal yang diciptakan tim masih mengandung sel-sel berasal dari babi, seperti sel yang membentuk pembuluh darah. 

Banyak embrio babi yang dilibatkan dalam eksperimen juga mengalami kemunduran sehingga efisiensi proses ini perlu diatasi dengan melakukan penelitian lanjutan di masa depan.

Tim berharap temuan ini dapat meningkatkan pemahaman kita tentang perkembangan organ manusia dan perkembangan penyakit.

“Sebelum kita sampai pada tahap akhir pembuatan organ yang dapat disimpan untuk praktik klinis, metode ini memberikan peluang untuk mempelajari perkembangan manusia,” ujar Miguel Esteban, rekan penulis studi dan peneliti utama di Guangzhou Institutes of Biomedicine and Health sebagaimana dikutip Live Science. sb-01/dsy

Berita Terbaru

Kejar-kejaran 48 Jam Pasca Tabrak Lansia, Sopir Pickup Berhasil Dibekuk Satlantas Polres Blitar Kota

Kejar-kejaran 48 Jam Pasca Tabrak Lansia, Sopir Pickup Berhasil Dibekuk Satlantas Polres Blitar Kota

Jumat, 30 Okt 2026 15:45 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 15:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Setelah pihak Unit Laka Polres Blitar Kota lakukan penyelidikan kasus tabrak lari Selasa 27 Oktober 2026 malam, telah berhasil…

Menabung Harapan, Menimbang Keadilan: Masa Depan Dana Haji Indonesia

Menabung Harapan, Menimbang Keadilan: Masa Depan Dana Haji Indonesia

Jumat, 30 Okt 2026 14:10 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 14:10 WIB

BPKH menghadapi tantangan menjaga keamanan dan keberlanjutan dana, sementara nilai manfaat membantu membiayai haji dan memunculkan pertanyaan tentang hak jemaah…

AICECS UNAIR: Menjelajahi Keberagaman Budaya Indonesia dari Surabaya

AICECS UNAIR: Menjelajahi Keberagaman Budaya Indonesia dari Surabaya

Jumat, 30 Okt 2026 13:20 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 13:20 WIB

SURABAYAPAG.com, Surabaya - Universitas Airlangga sedang menggelar event AICECS, Airlangga International Cultural Environmental Community Service sebagai wadah…

45 Lapak PKL di Telaga Ngebel Ponorogo Terancam Dibongkar, Pedagang Keluhkan Minim Sosialisasi

45 Lapak PKL di Telaga Ngebel Ponorogo Terancam Dibongkar, Pedagang Keluhkan Minim Sosialisasi

Jumat, 30 Okt 2026 13:17 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 13:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo – Sebanyak 45 tempat usaha milik pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Telaga Ngebel, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, terancam d…

Pegiat Lingkungan Desak Eksplorasi Geotermal Ngebel Dihentikan, Khawatir Picu Krisis Air

Pegiat Lingkungan Desak Eksplorasi Geotermal Ngebel Dihentikan, Khawatir Picu Krisis Air

Jumat, 30 Okt 2026 13:15 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 13:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo – Rencana eksplorasi panas bumi atau geotermal di Dukuh Brambang Rt 01 Rw 01 Desa Gondowido Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo, J…

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - 20 korporasi sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dari daftar tersebut, empat di antaranya merupakan…