Sri Mulyani Mengatakan Tekanan Ekonomi Global Dipicu oleh AS dan China

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Menteri Keuangan Sri Mulyani.
Menteri Keuangan Sri Mulyani.

i

 

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani berpendapat bahwa tekanan ekonomi global masih dipicu ketidakpastian ekonomi Amerika Serikat dan China.

"Kita melihat dua ekonomi terbesar, Amerika dan RRT dua-duanya memiliki karakter ketidakpastian yang harus diwaspadai dan pasti menimbulkan spill over atau rambatan ke seluruh dunia," kata Sri Mulyani pada rapat kerja dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR, dikutip Minggu (1/10/2023).

Selain pada kedua negara tersebut yang merupakan kekuatan ekonomi terbesar dunia. Sri Mulyani juga mengatakan, harga-harga komoditas juga masih berpotensi naik akibat tingginya tensi geopolitik di berbagai belahan dunia. Mengakibatkan gangguan pada rantai pasokan barang sehingga mengganggu stabilitas harga.

"Geopolitik dan disrupsi dari rantai pasok yang mempengaruhi harga komoditas, yang paling kita bisa lihat adalah harga minyak yang tadi kami sampaikan telah bergerak sekarang di atas US$ 95 per barel," jelas Sri Mulyani.

"Ini juga sangat dipengaruhi oleh geopolitik maupun climate change, seperti harga batu bara dan harga CPO. Ini semuanya menimbulkan tantangan di dalam pengelolaan APBN," ucapnya.

Sebagai informasi, perekonomian AS dihantui oleh inflasi yang tinggi. Pada bulan Agustus 2023, Amerika Serikat mengumumkan bahwa inflasi tahunan akan tetap sebesar 3,7%, naik dari 3,2% pada bulan sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi kuartal II-2023 hanya sebesar 2,1%, lebih rendah dibandingkan ekspektasi pelaku pasar sebesar 2,4%. 

Adapun, akibat bangkrutnya beberapa perusahaan real estate besar seperti Country Garden dan Evergrande, banyak pihak memperkirakan pertumbuhan ekonomi Tiongkok akan semakin melambat di sektor real estate yang merupakan salah satu penopang perekonomian. Dana Moneter Internasional (IMF) pun telah memperkirakan pertumbuhan ekonomi China hanya akan di kisaran 5,2% pada 2023 dan menjadi 4,5% pada 2024. Ac

Berita Terbaru

PDIP Bergeser dari Isu Politik ke Lingkungan

PDIP Bergeser dari Isu Politik ke Lingkungan

Minggu, 11 Jan 2026 19:51 WIB

Minggu, 11 Jan 2026 19:51 WIB

Dalam Rakernas Ke-53, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri Undang Rocky Gerung             SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Dalam peringatan HUT PDI Perju…

KPK Ungkap Transaksi Rugikan Negara Rp 75 Miliar oleh Kepala KPP Madya Jakarta Utara

KPK Ungkap Transaksi Rugikan Negara Rp 75 Miliar oleh Kepala KPP Madya Jakarta Utara

Minggu, 11 Jan 2026 19:46 WIB

Minggu, 11 Jan 2026 19:46 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Akhirnya KPK tetapkan lima tersangka terkait operasi tangkap tangan pejabat pajak di Jakarta Utara (Jakut). Salah satu tersangka…

Pidato Eks Menag Ajak Perangi Korupsi Viral di Medsos

Pidato Eks Menag Ajak Perangi Korupsi Viral di Medsos

Minggu, 11 Jan 2026 19:44 WIB

Minggu, 11 Jan 2026 19:44 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Beberapa hari ini sebuah video beredar luas di media sosial. Video yang memperlihatkan eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, saat…

Tommy Soeharto, Bakal Punya Menantu DJ

Tommy Soeharto, Bakal Punya Menantu DJ

Minggu, 11 Jan 2026 19:41 WIB

Minggu, 11 Jan 2026 19:41 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Tata Cahyani mencuri perhatian di prosesi siraman putranya bersama Tommy Soeharto, Darma Mangkuluhur, Jumat lalu. Ia mengenakan…

Ayatollah Khamenei Digoyang Demo, Putra Shah Iran Provokasi

Ayatollah Khamenei Digoyang Demo, Putra Shah Iran Provokasi

Minggu, 11 Jan 2026 19:38 WIB

Minggu, 11 Jan 2026 19:38 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Teheran - Sudah dua minggu ini ada demo besar-besaran yang melanda negara Iran. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan AS siap…

Yakobus 4:7

Yakobus 4:7

Minggu, 11 Jan 2026 19:36 WIB

Minggu, 11 Jan 2026 19:36 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - "Tunduklah kepada Allah. Lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu". Karena itu, pendeta saya mengajak tunduklah kepada…