Trump Tentukan Nasib Iran, Minggu Depan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Gelombang demonstrasi dari warga AS yang meminta Presiden Donald Trump tidak ikut andil dalam peperangan Israel yang melawan Iran
Gelombang demonstrasi dari warga AS yang meminta Presiden Donald Trump tidak ikut andil dalam peperangan Israel yang melawan Iran

i

Korut Peringatkan AS Tidak "Sulut Api Perang" Lebih Besar Lagi

 

SURABAYAPAGI.COM, Washington DC - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan minggu depan akan menjadi sangat penting dalam menentukan nasib Iran. Hingga Kamis (19/6/2025) ia masih belum memutuskan apakah akan bergabung dengan serangan Israel terhadap Iran.

"Saya mungkin melakukannya, saya mungkin tidak melakukannya. Maksud saya, tidak seorang pun tahu apa yang akan saya lakukan," kata Trump kepada para wartawan di Gedung Putih pada Rabu (18/6) waktu setempat.

"Saya dapat memberi tahu Anda ini, bahwa Iran memiliki banyak masalah, dan mereka ingin bernegosiasi," ujarnya, dilansir kantor berita AFP, Kamis (19/6/2025).

Komentar Trump ini muncul setelah pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menolak tuntutannya untuk penyerahan tanpa syarat.

 

Kecaman dari Korea Utara

Korea Utara mengecam serangan udara Israel ke Iran yang memicu peperangan antara kedua negara tersebut sejak Jumat (13/6) lalu.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Korut bahkan memperingatkan Amerika Serikat dan negara-negara Eropa lainnya agar tidak ikut campur apalagi "menyulut api perang" menjadi lebih besar lagi.

"Republik Demokratik Rakyat Korea (nama resmi Korut) menyampaikan keprihatinan serius atas serangan militer Israel dan mengecamnya dengan tegas," kata juru bicara Kemlu Korut tersebut dalam pernyataan yang disampaikan kantor berita negara KCNA.

Menurut Pyongyang, pembunuhan warga sipil oleh Israel imbas serangan udaranya ke Iran bahkan Jalur Gaza Palestina sejak Oktober 2023 lalu merupakan "kejahatan terhadap kemanusiaan yang tak bisa dimaafkan."

"Tindakan ilegal berupa terorisme yang disponsori negara oleh Israel telah meningkatkan risiko pecahnya perang besar-besaran baru di kawasan Timur Tengah."

 

Peringatan Khamenei ke AS

Amerika Serikat tentang "kerusakan yang tidak dapat diperbaiki" jika melakukan intervensi untuk mendukung sekutunya itu.

Pernyataan Khamenei tersebut disampaikan setelah Trump menuntut "penyerahan tanpa syarat" Iran, sambil membanggakan bahwa AS dapat membunuh Khamenei dan memicu spekulasi tentang kemungkinan intervensi.

Sehari setelah mengatakan Khamenei adalah "target yang mudah", Trump mengatakan kepada AFP, bahwa pergantian kepemimpinan di Teheran "dapat terjadi."

Namun, Trump pada Rabu (18/6) waktu setempat bersikeras bahwa ia belum memutuskan apakah AS akan mengambil tindakan.

 

Israel Kewalahan Hadapi Rudal Iran

Sistem pertahanan Iron Dome Israel kewalahan menghadapi rudal balistik Iran. Mereka mengandalkan tameng lain berjuluk Ketapel Nabi Daud.

Negeri Zionis ini memang mengandalkan Iron Dome untuk menangkis rudal-rudal jarak pendek dari negara tetangga seperti roket Hamas dan Hizbullah. Namun Iron Dome bukan lawan seimbang rudal balistik Iran dalam perang Iran-Israel kali ini.

Untuk itu, Israel mengandalkan sistem pertahanan lain.

 Dilansir dari Missile Threat, Kamis (19/6/2025) Israel selain punya Iron Dome, juga punya David's Sling, Arrow-1 dan Arrow-3.

Rudal-rudal Iran dikabarkan telah menyasar rumah sakit di Israel, yakni Pusat Medis Soroka di Beersheba.

Terlihat dari video yang beredar, serangan rumah sakit itu membuat nakes dan pasien berlarian untuk mendapatkan perlindungan,

Dikutip dari The Times of Israel, Sara Bushri, seorang relawan di rumah sakit tersebut mengatakan menjelaskan bahwa puing-puing akibat rudal tersebut jatuh ke tempat tidur pasien. Menurutnya, sungguh keajaiban tidak ada yang terluka.

"Kami pikir ledakan itu terjadi tepat di dalam bangsal. Semuanya hancur berantakan. Kaca, langit-langit semuanya runtuh," kata Bushri

 

Warga AS Berunjuk Rasa

Warga Amerika Serikat (AS) berunjuk rasa di depan Gedung Putih, Amerika Serikat. Mereka menuntut Presiden AS Donald Trump tidak terlibat jauh dalam perang antara Israel dan Iran.

Dilansir Aljazeera, Kamis (19/6/2025), warga melakukan demonstrasi di tengah sikap Trump yang sedang mempertimbangkan AS akan terlibat menyerang Iran. Warga menyampaikan protes dengan membawa sejumlah atribut berisi penolakan.

Sejumlah massa membawa poster dan juga bendera Palestina. Mereka membawa poster bertuliskan 'No US-Israel War on Iran!', 'No Iran War', dan beberapa poster dengan tulisan lainnya.

Unjuk rasa ini menentang pemboman Israel terhadap Iran. Mereka juga menentang keterlibatan AS dalam bentuk pendanaan miliaran dolar untuk bantuan militer bagi Israel, dan mereka mendesak Trump agar tidak terlibat langsung dalam bagian kinetik perang tersebut.

Untuk diketahui, sudah ada tiga kelompok kapal induk dari AS di Timur Tengah. Para demonstran ingin memastikan bahwa kapal-kapal itu tetap berada di sana untuk tujuan defensif, bukan tujuan ofensif.

Sebelumnya, Trump menyatakan "Bisa saja saya lakukan, bisa juga tidak," saat ditanya apakah AS akan bergabung dalam serangan Israel ke Iran.

Presiden AS itu menambahkan: "Tidak ada yang tahu apa yang ingin saya lakukan. Tapi saya bisa katakan ini: Iran sedang dalam banyak masalah dan ingin bernegosiasi." n rtr/afp/rmc

Berita Terbaru

Sidak SPPG Grogol, DLH Ponorogo Temukan IPAL Tak Standar dan Larang Hasilkan Limbah 

Sidak SPPG Grogol, DLH Ponorogo Temukan IPAL Tak Standar dan Larang Hasilkan Limbah 

Jumat, 17 Jul 2026 19:43 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 19:43 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Ponorogo bergerak cepat merespons keluhan masyarakat terkait dugaan pencemaran lingkungan oleh…

Wujudkan Pasar Pangan Aman, Balai POM di Bima Gandeng Pengelola Pasar dan Saka POM Sisir Pasar Amahami

Wujudkan Pasar Pangan Aman, Balai POM di Bima Gandeng Pengelola Pasar dan Saka POM Sisir Pasar Amahami

Jumat, 17 Jul 2026 17:19 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 17:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, BIMA – Dalam upaya memberikan jaminan perlindungan kesehatan bagi masyarakat dari bahaya pangan yang tidak memenuhi syarat, Balai Pengawas O…

Bapenda Surabaya Periksa Pajak Rumah Makan Ny Suharti, Minta Dokumen Keuangan selama Setahun

Bapenda Surabaya Periksa Pajak Rumah Makan Ny Suharti, Minta Dokumen Keuangan selama Setahun

Jumat, 17 Jul 2026 17:16 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 17:16 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya– Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Surabaya mulai mengintensifkan pemeriksaan kepatuhan Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) t…

PLN UIT JBM Tegaskan Komitmen Hadirkan Sistem Transmisi Andal pada Surabaya Electric Forum 2026

PLN UIT JBM Tegaskan Komitmen Hadirkan Sistem Transmisi Andal pada Surabaya Electric Forum 2026

Jumat, 17 Jul 2026 16:41 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 16:41 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) turut mendukung penyelenggaraan Surabaya Electric Forum 2…

Penetapan Perwalian Serentak di 38 Kabupaten dan Kota Disebut Pertama di Indonesia

Penetapan Perwalian Serentak di 38 Kabupaten dan Kota Disebut Pertama di Indonesia

Jumat, 17 Jul 2026 14:49 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 14:49 WIB

SURABAYAPAGI com, Surabaya – Sebanyak 447 anak di Jawa Timur kini memiliki kepastian hukum yang menjadi pintu masuk untuk memperoleh berbagai hak dasar sebagai …

DPRD Minta Pemkot Madiun Kejar Lagi Opini WTP Usai BPK Beri WDP  ‎

DPRD Minta Pemkot Madiun Kejar Lagi Opini WTP Usai BPK Beri WDP ‎

Jumat, 17 Jul 2026 14:21 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 14:21 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Besarnya SILPA Tahun Anggaran 2025 yang mencapai sekitar Rp210 miliar menjadi perhatian DPRD Kota Madiun. Ketua DPRD Kota Madiun Arm…