LSM di Lamongan Tuding KPK Lelet, 3 Minggu tak Kunjung Umumkan para Tersangka

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Petugas KPK saat melakukan pengecekan setiap kali kendaraan ASN keluar kantor pada saat penggeledahan beberapa waktu lalu. SP/MUHAJIRIN 
Petugas KPK saat melakukan pengecekan setiap kali kendaraan ASN keluar kantor pada saat penggeledahan beberapa waktu lalu. SP/MUHAJIRIN 

i

Jangan-jangan Tudingan Mantan Menteri Pertanian SYL Kalau KPK Penuh Pemerasan Benar Adanya

 

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan berbagai kalangan mulai gerah dengan keterlambatan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang tak kunjung mengumumkan para tersangka, kasus dugaan korupsi pembangunan gedung Pemkab Lamongan dan lainnya, pasca penggeledahan sejumlah kantor pada 3 Minggu yang lalu.

Lembaga anti rasuah yang diharapkan sudah memberikan kepastian hukum, apalagi sejumlah saksi juga sudah dimintai keterangan atas kasus dugaan korupsi pembangunan gedung Pemkab senilai Rp 151 miliar itu, hingga saat ini belum juga mengumumkan para tersangka.

Karuan saja, sejumlah tudingan kalau lembaga super body itu diduga masuk angin dan bermain-main dalam kasus ini mulai bermunculan, tak terkecuali seperti tudingan yang disematkan oleh LSM Jaringan Masyarakat Lamongan (Jamal).

LSM yang konsen mengkritisi kebijakan publik selama ini akhirnya buka suara melalui ketuanya langsung Nursalim saat dihubungi oleh surabayapagi.com pada Jum'at (6/10/2023) mengaku tidak kaget dengan situasi saat ini.

Padahal  menurutnya, tidak sulit bagi KPK mengumumkan para tersangka kasus ini. Apalagi penggeledahan yang dilakukan beberapa hari di Lamongan sudah jelas banyak dokumen yang dibawa dan itu bisa dijadikan pintu masuk untuk menjerat seseorang terlibat dalam sebuah kasus, apalagi puluhan saksi juga sudah diperiksa.

"Dokumen tentu sudah dapat, tidak hanya dalam penggeledahan tapi juga mungkin laporan awal, belum lagi sejumlah saksi juga sudah diperiksa, kurang apa..? Kenapa sampai hari ini KPK belum umumkan para tersangka," ujar Salim panggilan akrab pria yang juga aktivis ini menambahkan.

Padahal lanjutnya, sebelumnya warga masyarakat Lamongan dibuat cukup surprise dan menaruh harapan besar dengan gebrakan yang dilakukan oleh KPK, yang dengan tiba-tiba melakukan penggeledahan sejumlah kantor serta rumah dinas bupati Yuhronur Efendi. Namun anehnya sampai saat ini tidak ada kabar apapun yang bisa diakses dan di dapat oleh masyarakat.

"Ini sudah 3 Minggu waktu yang sudah cukup untuk bisa menentukan siapa tersangka, tapi aneh sampai saat ini belum juga ada pengumuman tersangka, ini ada apa jangan-jangan KPK masuk angin nih," ungkap Salim dengan tegas.

Karena itu ia mendesak agar KPK segera umumkan para tersangka secepatnya. Kalau tidak segera mengumumkan para tersangka, kesimpulan masyarakat saat ini bisa membenarkan apa yang dituduhkan oleh mantan menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, dimana KPK penuh pemerasan.

Kalau tidak mau dituduh seperti itu, silahkan KPK segera umumkan para tersangka, agar masyarakat bisa tahu dan ada progres tindak-lanjut dari penggeledahan. "KPK harus secepatnya mengumumkan siapa tersangka, karena sudah 3 Minggu. Kalau tidak berarti benar terjadi apa yg dinyatakan Menteri Syahrul Yasin Limpo, kalau KPK penuh pemerasan," ujarnya.

Terpisah Ali Fikri Juru Bicara KPK saat dikonfirmasi oleh surabayapagi.com melalui WhatsApp belum merespon terkait desakan dan tudingan kalau KPK lelet dalam penanganan kasus dugaan korupsi pembangunan gedung Pemkab Lamongan.

Sekedar diketahui, KPK beberapa waktu lalu menggeledah sejumlah kantor, diantaranya  Kantor Dinas PUPR, Rumah Dinas Bupati, ruangan sekda dan beberapa ruangan yang ada di kantor Pemkab Lamongan, rumah para eks kepala dinas dan rumah kontraktor.

Terkini, bupati Lamongan belum juga ada kabar setelah sebelumnya pada beberapa kali kegiatan Pemkab tidak kelihatan dan hanya diwakilkan oleh wakil bupati.

Berbagai sumber yang berhasil dirangkum oleh  surabayapagi.com di lapangan menyebutkan, ketidak hadiran bupati dalam upacara HUT TNI dan tasyakuran ada yang menyebutkan bupati tengah berada di Jakarta sejak Rabu, dan berlanjut di Surabaya.

Di Jakarta dan Surabaya terkait apa sumber tadi tidak menyebutkan kepastiannya. Namun info lain menyebutkan kalau orang nomor satu di Lamongan itu masih ada urusan  terkait dengan kelanjutan penyidikan atas penggeledahan yang dilakukan oleh KPK beberapa hari yang lalu. "Kemarin di Jakarta dan hari ini (Kamis red) di Surabaya," ujar sumber terpercaya itu tanpa menyebutkan kegiatan bupati di Jakarta dan Surabaya.

Spekulasi lain juga muncul dari peserta upacara HUT TNI di Alun-alun. Tidak sedikit peserta mencari info kemana bupati Yuhronur Efendi tidak hadir di upacara dan di wakilkan Wabup KH. Abdul Rouf "Tadi kita peserta saling bertanya kok gak ada pak bupati ke mana ya, apa masih ada urusan dengan KPK," gurau salah satu peserta upacara yang hadir. jir

Berita Terbaru

Bangun Sinergi Kejar Target PAD Rp 1 Triliun, Bapenda Lamongan dan MGN Mulai Petakan Potensi Pendapatan Daerah

Bangun Sinergi Kejar Target PAD Rp 1 Triliun, Bapenda Lamongan dan MGN Mulai Petakan Potensi Pendapatan Daerah

Jumat, 18 Sep 2026 17:30 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 17:30 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sinergi semua pihak terus dibangun oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Lamongan, agar target Pendapatan Asli Daerah…

Ada Keluhan Beras, Bulog Bojonegoro Respon Cepat Ganti Beras Berkualitas

Ada Keluhan Beras, Bulog Bojonegoro Respon Cepat Ganti Beras Berkualitas

Jumat, 18 Sep 2026 17:26 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 17:26 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Beberapa hari yang lalu, warga di wilayah Tuban mengeluhkan beras Program Bantuan Pangan (Banpang) tidak layak konsumsi, langsung…

Tak Bisa Narik Ojol Usai Kecelakaan, Hasim Dapat Kursi Roda dan Modal Dagang dari Kapolres Gresik

Tak Bisa Narik Ojol Usai Kecelakaan, Hasim Dapat Kursi Roda dan Modal Dagang dari Kapolres Gresik

Jumat, 18 Sep 2026 13:28 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 13:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Hampir sebulan setelah mengalami kecelakaan lalu lintas, Hasim (54), pengemudi ojek online (ojol) asal Gresik, belum bisa kembali m…

Pria Paruh Baya Dilaporkan ke Polres Blitar Kota Usai Curi Uang Istri Anggota DPR RI

Pria Paruh Baya Dilaporkan ke Polres Blitar Kota Usai Curi Uang Istri Anggota DPR RI

Jumat, 18 Sep 2026 13:18 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 13:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - AS pria berusia 59 warga Jajan Sudanco Supriadi, Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, kini harus meringkuk dalam…

Jargas 7.363 Sambungan di Menganti Rampung, Tinggal Menunggu Gas Mengalir

Jargas 7.363 Sambungan di Menganti Rampung, Tinggal Menunggu Gas Mengalir

Jumat, 18 Sep 2026 13:16 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 13:16 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Warga Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, segera menikmati layanan jaringan gas bumi (Jargas) rumah tangga. Pembangunan i…

Tetapkan Lima Tersangka, Kejati Jatim Ungkap Dugaan Penyimpangan KUR BNI Jember

Tetapkan Lima Tersangka, Kejati Jatim Ungkap Dugaan Penyimpangan KUR BNI Jember

Jumat, 18 Sep 2026 13:05 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 13:05 WIB

SurabayaPagi, Jember — Pengusutan dugaan korupsi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro di Jember terus berkembang. Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati J…