Gibran Lapor PDIP

author surabayapagi.com

- Pewarta

Selasa, 10 Okt 2023 20:18 WIB

Gibran Lapor PDIP

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto dan Puan Maharani, Belum Menjawab. Putra Sulung Presiden Jokowi itu Menguat Bakal Cawapres Prabowo. Gugatan Ambang Batas Pendaftaran Bagi Bakal Calon Wakil Presiden Diputus Pekan ini

 

Baca Juga: PKB Unggul Sementara di Jatim, PDIP dan Gerindra Bersaing Ketat

 

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Nama Gibran Rakabuming Raka, dari bulan ke bulan, makin moncer diduetkan dengan Prabowo Soebianto, dalam pilpres 2024.

Bahkan Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto bicara potensi Wali Kota Solo,Gibran Rakabuming, jadi bakal cawapres mendampingi Prabowo Subianto. Airlangga mengatakan pihaknya menunggu putusan Mahkamah Konstitusi (MK).

"Kita tunggu dari MK," kata Airlangga singkat di Kompleks Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (10/10/2024).

Sementara Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, merespons positif.

"Gibran kan keren, wali kota sukses, apa-apa sukses," kata Zulhas di Kompleks Istana, Jakarta, Selasa (10/10/2023).

Meski begitu, Zulhas tetap mendukung Erick Thohir sebagai cawapres. PAN, sudah sejak awal mengusung Erick Thohir cawapres Prabowo.

Sama halnya, Kepala Badan Komunikasi Strategis atau Koordinator Juru Bicara Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra. Ia

mengatakan empat nama yakni Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang diusung Partai Golkar, Menteri BUMN Erick Thohir diusung Partai Amanat Nasional (PAN), Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, nominasi terkuat bakal Cawapres Prabowo.

 

Prabowo Merajuk Gibran

Gibran Rakabuming mengungkap Prabowo Subianto berkali-kali memintanya sebagai bacawapres. Gibran mengatakan umurnya tak cukup.

"Umurnya tidak cukup. Kan tidak cukup," ujar Gibran kepada wartawan di Balai Kota Solo, dilansir detikJateng, Senin (9/10). Gibran menjawab pertanyaan wartawan terkait responsnya saat diminta Prabowo untuk jadi bacawapres.

Gibran mengaku sudah melaporkan tawaran ini ke petinggi PDIP. Di antaranya Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan Ketua DPP Puan Maharani.

"Dan sudah saya laporkan ke pimpinan PDIP, Ke Pak Sekjen, ke Mbak Puan, dan lain-lain," ungkapnya. Tapi sampai 10 Oktober belum ada jawaban.

Airlangga juga merespons dirinya masuk kandidat terkuat bacawapres Prabowo. Airlangga menjawab dirinya terus memonitor.

"Kita monitor," ujarnya.

"(Keputusan cawapres) akan dirapatkan antar partai," lanjut Airlangga.

Lantas kapan target bakal cawapres Prabowo diumumkan?

"As soon as possible," ujarnya.

 

Baca Juga: Ditemukan Selisih Jumlah Suara, 21 TPS di Jombang Lakukan Perhitungan Ulang

Survei Prabowo di Jabar

Lembaga survei Poltracking Indonesia juga merilis survei head to head calon presiden Pemilu 2024 di Provinsi Jawa Barat. Survei menunjukkan bakal capres Koalisi Indonesia Maju Prabowo Subianto unggul jauh dari dua kandidat bakal capres lainnya.

Survei tersebut digelar pada 25 September hingga 1 Oktober 2023 dengan melibatkan 1.000 responden yang dipilih dengan metode stratified multistage random sampling. Para responden merupakan warga Jawa Barat dengan kriteria sudah di atas 17 tahun dan sudah mempunyai hak memilih.

Survei dilakukan dengan metode wawancara melibatkan surveyor terlatih. Adapun margin of eror survei +/- 3,1% dengan tingkat kepercayaan 95%.

Berikut ini simulasi head to head 3 kandidat capres untuk Pemilu 2024:

Simulasi 1

Anies 32,5%Ganjar 30,9%TT/TJ 36,6%

Simulasi 2

Prabowo 47,6%Anies 26,5%TT/TJ 25,9%

Simulasi 3

Prabowo 48,3%Ganjar 24,5%TT/TJ 27,2%

Baca Juga: Begini Diplomasi ala Prabowo

 

Direktur Riset Poltracking Indonesia Arya Budi lantas menjelaskan hasil survei simulasi head to head capres di Jawa Barat tersebut. Dia menggarisbawahi secara khusus simulasi head to head Prabowo dan Ganjar.

"Di level nasional Prabowo dan Ganjar sangat kompetitif, tetapi di Jawa Barat praktis Prabowo memimpin 48,3% dibandingkan Ganjar Pranowo 24,5%," kata Arya saat memaparkan survei, Selasa (10/10/2023).

 

 

Putusan MK Minggu ini

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi menyebut Mahkamah Konstitusi (MK) akan menggelar sidang putusan soal gugatan Undang-Undang (UU) Nomor 7 tahun 2017 terkait syarat usia calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) pada pekan ini. Namun, saat ditanya terkait isi putusan tersebut, Budi Arie mengaku tidak mengetahuinya.

"Katanya minggu ini, isunya minggu ini. Minggu ini. Dahlah nggak usah kamu pancing-pancing," ujar Budi Arie di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (9/10/2023).

 

Kata Juru Bicara MK

Sementara Juru Bicara Mahkamah Konstitusi Fajar Laksono mengatakan sampai saat ini majelis hakim konstitusi belum membaca putusan soal gugatan ambang batas pendaftaran bagi bakal calon wakil presiden. Sepuluh hari menjelang pendaftaran calon presiden dan wakil presiden untuk Pilpres 2024, MK mengatakan akan mengagendakan sidangnya dalam waktu dekat. n erc, jk, rmc

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU