Jadi Desa Percontohan Program Desa Berdikari, Ekonomi Desa Keliki Terpacu

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Desa Keliki, Gianyar, Bali, sebagai desa percontohan program Desa Berdikari (DEB).
Desa Keliki, Gianyar, Bali, sebagai desa percontohan program Desa Berdikari (DEB).

i

SURABAYAPAGI.COM, Gianyar - Desa Keliki, Kabupaten Gianyar, Bali menjadi proyek percontohan program Desa Berdikari (DEB) Pertamina berbasis energi terbarukan (EBT). Dengan adanya panel surya di Desa Keliki ini dapat memacu ekonomi warga tanpa khawatir kehabisan energi.

Panel surya ini dipasang di delapan titik dengan kapasitas 28 kWp untuk menjangkau 1.028 kepala keluarga (KK). Ada juga salah satu panel surya yang digunakan sebagai pengoperasian Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) serta tujuh lainnya yang dipasang sebagai sumber energi mesin pompa air untuk irigasi sawah dan kebutuhan warga.

Adapun Desa Keliki dapat menjadi seperti sekarang berawal dari kegelisahan warga yang belum terlalu merasakan manfaat dari pariwisata dibandingkan daerah tetangganya. 

"Awal mula DEB kita sebenarnya bermula dari kegelisahan, kegundahan kita kenapa kita di Desa Keliki menjadi pendamping atau menjadi tetangga dari kota internasional Ubud, kota pariwisata tapi kita tidak mendapatkan apa-apa dari semua itu. Jadi kita berbenah, mulai berbenah mulai dari penataan desa. Awalnya kita di sini kedatangan tamu-tamu terutama mancanegara sudah, tetapi kita masih kurang maksimal karena selalu mendapatkan komplain tentang kebersihan lingkungan," kata Wayan Sumada selaku Direktur BUMDes, Jumat (13/10/2023).

BUMDes Keliki juga kedepannya berencana membentuk unit desa wisata. Unit usaha pertama yang dikelola BUMDes Keliki adalah unit pengelolaan sampah yang pada awalnya didampingi Yayasan Bumi Sasmaya Ubud untuk membuat sistem pengolahan sampah, membuat peraturan desa, dan mengedukasi masyarakat Desa Keliki untuk memilah sampah.

"Kita mencari solusi bagaimana menata lingkungan. Jadinya kita di tahun 2019 kita mulai membuat BUMDes, unit usaha pengolahan sampah, murni program BUMDes dengan pengadaan 1 unit truk sampah bisa kelola pengolahan sampah di Desa Keliki sistem angkut buang," papar Wayan Sumada.

TPS3R Desa Keliki menghasilkan kompos dari sampah organik, sedangkan sampah nonorganik dipilah melalui kerja sama dengan bank sampah. Kelistrikan TPS3R Desa Keliki ditopang energi bersih dengan panel surya dari Pertamina yang bisa menekan biaya operasional.

"Dengan bantuan solar panel dari Pertamina sangat membantu kami di operasional, di biaya listrik," tutur Wayan dengan lantang.

TPS3R Desa Keliki berhasil mengubah kesan tempat sampah yang menjijikkan menjadi mengasyikkan. TPS3R Desa Keliki ditata dengan bagus dan nyaman bahkan ada kolam pancing yang rutin dijadikan tempat memancing setiap pekannya. Unit pengelolaan sampah Desa Keliki ini juga menyerap tenaga kerja 11 orang, sehingga memberikan dampak ekonomi bagi warga setempat.

Wayan Sumada juga melirik pengelolaan desa wisata sebagai tujuan dari wisatawan khususnya mancanegara untuk menggenjot ekonomi desa. Wisata yang ditawarkan Desa Keliki antara lain TPS3R untuk edukasi, kolam pemancingan, dan atraksi budaya sehingga diharapkan banyak wisatawan yang tertarik berkunjung.

"Untuk itu sekarang kita mau menata dan mengelola pariwisata Desa Keliki menjadi sebuah bisnis bagi desa yang tujuannya untuk menambah PAD (pendapatan asli daerah). Kita bergerak bulan lalu buat struktur pengelola desa wisata," kata Wayan.

Panel surya di Desa Keliki juga berperan penting sebagai sumber energi untuk mengalirkan air ke sawah warga. Selain menjadi sumber energi untuk mengoperasikan TPS3R, panel surya juga menjadi sumber energi untuk pompa air di tujuh subak Desa Keliki. Masyarakat Desa Keliki yang bertani tak perlu lagi membawa air jauh-jauh untuk mengairi lahan mereka. Bahkan, air bersih dari subak juga bisa dikonsumsi.

"Dibantu dengan pengadaan solar panel di masing-masing subak fungsinya menggerakkan mesin pompa air untuk membantu irigasi masing-masing subak. Dengan adanya bantuan Pertamina, sumur bor dengan digerakkan mesinnya dengan solar panel nggak perlu bawa air bersih. Air bersih juga bisa untuk minum di sawah, sehingga bawa tempat aja dari rumah," jelas Wayan.

Warga Desa Keliki tak hanya menggantungkan pendapatan dari bertani, ada di antara mereka yang menjadi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan memanfaatkan material dari alam, seperti pelepah pisang yang dijadikan album foto, ecoprint atau pewarna kain dari alam, dan lukisan. Wayan berharap transisi energi di Desa Keliki juga bisa menyentuh UMKM.

Melalui program ini Wayan juga berharap kedepannya unit pengolahan sampah Desa Keliki, TPS3R bisa mandiri karena saat ini sebagian biaya operasional masih berasal dari pemerintah desa dan iuran masyarakat. Hasil pengolahan sampah dari TPS3R diharapkan bisa menjadi produk bernilai jual tinggi, sehingga bisa berdikari. ac

Berita Terbaru

Thom Haye Curhat Diteror

Thom Haye Curhat Diteror

Senin, 12 Jan 2026 19:48 WIB

Senin, 12 Jan 2026 19:48 WIB

Digaji Persib Rp 750 Juta per Bulan      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Thom Haye curhat di media sosial, usai membantu Persib Bandung mengalahkan Persija Ja…

Pemerintah Iran Anggap Pendemo Ayatollah "Musuh Tuhan”

Pemerintah Iran Anggap Pendemo Ayatollah "Musuh Tuhan”

Senin, 12 Jan 2026 19:43 WIB

Senin, 12 Jan 2026 19:43 WIB

Mata Uang Rial Iran Turun 40 Persen Dorong Inflasi Harga Pangan hingga 70 Persen    SURABAYAPAGI.COM, Teheran - Militer Iran menegaskan bakal membela k…

Prabowo Saksikan Seorang Siswa Beri Aba-aba Makan MBG

Prabowo Saksikan Seorang Siswa Beri Aba-aba Makan MBG

Senin, 12 Jan 2026 19:38 WIB

Senin, 12 Jan 2026 19:38 WIB

Saat Peresmian 166 Sekolah Rakyat Secara Serentak di Banjarbaru, Kalsel      SURABAYAPAGI.COM, Banjarbaru - Presiden Prabowo Subianto tiba di Sekolah Rakyat …

Bulog tak Percaya Harga Beras Naik Jelang Lebaran

Bulog tak Percaya Harga Beras Naik Jelang Lebaran

Senin, 12 Jan 2026 19:36 WIB

Senin, 12 Jan 2026 19:36 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengklaim harga beras di lapangan tetap stabil dan sesuai Harga Eceran Tertinggi…

Direktur Jenderal Pajak Malu

Direktur Jenderal Pajak Malu

Senin, 12 Jan 2026 19:29 WIB

Senin, 12 Jan 2026 19:29 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Dampak tiga Pegawai Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Jakarta Utara ditangkap oleh KPK, langsung menampar Direktorat Jenderal…

Hakim Minta JPU Serahkan Hasil Audit, Jaksa Ngeyel

Hakim Minta JPU Serahkan Hasil Audit, Jaksa Ngeyel

Senin, 12 Jan 2026 19:26 WIB

Senin, 12 Jan 2026 19:26 WIB

Eksepsi terdakwa eks Mendikbudristek Nadiem Makarim Ditolak     SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat meminta jaksa m…