Barat Stadion Batoro Katong Ponorogo Bakal Dijadikan Gedung Ekraf

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Sebanyak 30 pedagang kaki lima (PKL) di barat Stadion Batoro Katong Ponorogo mulai boyongan. SP/ PNG
Sebanyak 30 pedagang kaki lima (PKL) di barat Stadion Batoro Katong Ponorogo mulai boyongan. SP/ PNG

i

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Rencana pembangunan Gedung Ekonomi Kreatif (ekraf) yang awalnya berada di eks Pasar Legi Selatan (Pasar Lanang), kini akan dialihkan di Jalan Pramuka atau tepatnya di barat Stadion Batoro Katong. 

Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Ponorogo mengalihkan rencana pembangunan Gedung Ekonomi Kreatif (ekraf) yang awalnya berada di eks Pasar Legi Selatan (Pasar Lanang), menjadi di Jalan Pramuka atau tepatnya di barat Stadion Batoro Katong lantaran berada di lokasi yang strategis dan berada di lingkup Disbudparpora. 

"Karena kawasan stadion ini sangat strategis. Di selingkar stadion ini ada Gedung Kesenian, GOR Singodimejo, gedung badminton, taman kota, stadion, dan beberapa venue olahraga," jelas Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Ponorogo, Judha Slamet Sarwo Edi, Kamis (02/05/2024).

Selain itu, juga banyak pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Pramuka dan sepanjang Jalan Suromenggolo (jalan baru). Di lokasi tersebut setiap harinya memang selalu ramai. Bahkan kawasan tersebut kerap disebut sebagai 'Senayan-nya Ponorogo'.

"Kawasan ini sangat mendongkrak ekonomi Ponorogo karena ketika hub kreatif ini saya taruh di kawasan ini, maka akan membawa dampak yang signifikan. Selain itu, ketika ada konser tinggal masuk ke stadion, ketika pertunjukan kesenian bisa di gedung kesenian," tutur Judha. 

Kedepan setelah dibangun, nantinya, gedung ekraf akan bisa dipergunakan sebagai sarana kegiatan ekonomi kreatif seperti event musik. Diketahui, PKL yang berada di barat stadion akan direlokasi ke taman kota paling lambat 1 Mei 2024.

"Ketika ada kelompok kreatif sewaktu-waktu bisa menghelat event itu di situ. Ini sarana publik untuk mengeksplor potensi yang ada, sangat terfasilitasi harapannya seperti itu," pungkas Judha. png-01/dsy

Berita Terbaru

Daop 7 Madiun Catat Enam Gangguan Perjalanan KA Selama Angkutan Lebaran 2026

Daop 7 Madiun Catat Enam Gangguan Perjalanan KA Selama Angkutan Lebaran 2026

Minggu, 05 Apr 2026 15:00 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 15:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Selama masa Angkutan Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun mencatat adanya enam kejadian gangguan…

Kurang Waspada! Motor dan Truk Adu Banteng, Pengendara Motor Tewas di TKP

Kurang Waspada! Motor dan Truk Adu Banteng, Pengendara Motor Tewas di TKP

Minggu, 05 Apr 2026 14:55 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Kecelakaan antara pengendara motor dan Truk Isuzu dengan adu banteng yang terjadi pada Minggu (5 April 2026) dini hari mengejutkan…

Kebijakan Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD Akan Resmi Berlaku Tahun 2027

Kebijakan Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD Akan Resmi Berlaku Tahun 2027

Minggu, 05 Apr 2026 14:23 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Terkait kebijakan pembatasan belanja pegawai maksimal 30 persen dari APBD akan resmi diberlakukan tahun 2027. Dimana, postur APBD…

Usai Santap Nasi Berkat Tahlilan, Puluhan Korban Diduga Alami Keracunan Muntah-Diare

Usai Santap Nasi Berkat Tahlilan, Puluhan Korban Diduga Alami Keracunan Muntah-Diare

Minggu, 05 Apr 2026 14:14 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini viral, seusai menyantap nasi berkat tahlilan di Jalan Sido Kapasan Gang 10, Simokerto, Surabaya, sebanyak puluhan…

Warga Napis Bojonegoro Akhirnya Miliki Jembatan, Pasca Penantian Puluhan Tahun

Warga Napis Bojonegoro Akhirnya Miliki Jembatan, Pasca Penantian Puluhan Tahun

Minggu, 05 Apr 2026 14:06 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Setelah menanti selama puluhan tahun, akhirnya kini warga di perbatasan Bojonegoro dan Ngawi bisa bernapas lega lantaran…

Harga Kedelai Melonjak Ugal-ugalan, Produsen Tempe di Lumajang Terancam Tak Sanggup Produksi Lagi

Harga Kedelai Melonjak Ugal-ugalan, Produsen Tempe di Lumajang Terancam Tak Sanggup Produksi Lagi

Minggu, 05 Apr 2026 13:56 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 13:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Para produsen tempe di Lumajang, Jawa Timur mengeluh dan menjerit usai harga kedelai melonjak ugal-ugalan yang juga dipicu imbas…