Jumat Berkah

Sok Pintar

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - “Apa ciri orang yang sok pintar?” tanya anggota majelis pengajian ibu-ibu di daerah Jl. Kertajaya Surabaya. "Orang itu tidak suka mendengarkan orang lain," jelas seorang ustadah..

Ia menyebut "Sok tahu’ pada dasarnya dilalukan orang yang “merasa sudah cukup berpengetahuan”. Padahal sebenarnya, ia kurang tahu. Masalahnya, orang yang sok tahu biasanya tidak menyadarinya. Lantas, bagaimana kita tahu bahwa kita ‘sok tahu’? Ada hikmah dari Al-Qur’an. Ada beberapa ciri ‘sok tahu’ yang bisa kita dapatkan bila kita menggunakan perspektif surat al-‘Alaq.

Ada kisah, ketika disuruh malaikat Jibril, “Bacalah!”, Rasulullah Saw. menjawab, “Aku tidak bisa membaca.” Lalu malaikat Jibril menyampaikan lima ayat pertama yang memotivasi beliau untuk optimis. Sedang orang yang ‘sok tahu’ pesimis akan kemampuannya. Sebelum berusaha semaksimal mungkin, ia lebih dulu berdalih, “Ngapain baca-baca teori. Mahamin aja sulitnya minta ampun. Yang penting prakteknya ‘kan?” Padahal, Allah pencipta kita itu Maha Pemurah. Ia mengajarkan kepada kita apa saja yang tidak kita ketahui.

Disisi lain, ada pula orang Islam yang terlalu optimis dengan pengetahuannya, sehingga enggan memperdalam. Katanya, misalnya, “Ngapain baca-baca Qur’an lagi. Toh udah khatam 7 kali. Mending buat kegiatan lain aja.” Padahal, Al-Qur’an adalah sumber dari segala sumber ilmu, sumber ‘cahaya’ yang tiada habis-habisnya menerangi kehidupan dunia.

Misalnya lagi, “Ngapain belajar ilmu agama lagi, toh sejak SD hingga tamat kuliah udah diajarin terus.” Padahal, ‘ilmu agama’ adalah ilmu kehidupan dunia-akhirat.

Orang yang sok tahu terlalu mengandalkan kemampuannya dalam mengingat-ingat dan menghafal.

Orang yang sok tahu terlalu mengandalkan kemampuannya dalam mengingat-ingat dan menghafal pengetahuan atau ilmu yang diperolehnya. Ia enggan mencatat. “Ngerepotin,” katanya. Seolah-olah, otaknya adalah almari baja yang isinya takkan hilang. Padahal, sifat lupa merupakan bagian dari ciri manusia. Orang yang sok tahu enggan mencatat setiap membaca, menyimak khutbah, kuliah, ceramah, dan sebagainya. Padahal, Allah telah mengajarkan penggunaan pena kepada manusia.

Di sisi lain, ada pula orang yang kurang mampu menghafal dan mengingat-ingat pengetahuan yang diperolehnya, tapi ia merasa terlalu bodoh untuk mampu menulis. “Susah,” katanya. Padahal, merasa terlalu bodoh itu jangan-jangan pertanda kemalasan

Orang yang sok tahu membanggakan kepintarannya dengan memamerkan betapa ia banyak membaca, banyak menulis, banyak mendengar, banyak berceramah, dan sebagainya tanpa menyadari bahwa pengetahuan yang ia peroleh itu semuanya berasal dari Allah. Ia mengira, prestasi yang berupa luasnya pengetahuannya ia peroleh berkat kerja kerasnya saja. Padahal, terwujudnya pengetahuan itu pun semuanya atas kehendak-Allah.

Bagi orang Islam yang sok tahu, siapa saja yang bertentangan dengan pendapatnya, segera saja ia menuduh mereka telah melakukan bid’ah, sesat, meremehkan agama, dan sebagainya. Bahkan, misalnya, sampai-sampai ia melarang orang-orang lain melakukan amal yang caranya lain walau mereka punya dalil tersendiri. Ia menjadikan dirinya sebagai “Yang Maha Tahu”, terlalu yakin bahwa pasti pandangan dirinyalah satu-satunya yang benar, sedangkan pandangan yang lain pasti salah. Padahal, Allah Swt berfirman: “Janganlah kamu menganggap diri kamu suci; Dia lebih tahu siapa yang memelihara diri dari kejahatan.” (an-Najm [53]: 32).

Orang yang sok tahu tidak memberi peluang untuk berdiskusi dengan orang lain. Kalau toh ia memasuki forum diskusi di suatu situs, misalnya, ia melakukannya bukan untuk mempertimbangkan pendapat yang berbeda dengan pandangan yang selama ini ia anut, melainkan untuk mengumandangkan pendapatnya sendiri. Ia hanya melihat selayang pandang gagasan orang-orang lain, lalu menyerang mereka bila berlainan dengannya. Ia tidak mau tahu bagaimana mereka berhujjah (berargumentasi).

Saya masih ingat, muslim yang sok tahu gemar menyampaikan pendapatnya dengan mengatasnamakan Islam tanpa memeriksa kuat-lemahnya dasar-dasarnya. Ia suka berkata, “Menurut Islam begini…. Islam sudah jelas melarang begitu….” dan sebagainya, padahal yang ia ucapkan sesungguhnya hanyalah, “Menurut saya begini…. Saya melarang keras engkau begitu….” dan seterusnya. Kalau toh ia berkata, “Menurut saya bla bla bla….”, ia hanya mengemukakan opini pribadinya belaka tanpa disertai dalil yang kuat, baik dalil naqli maupun aqli.

Ciri lain, orang sok tahu, suka berdebat Kusir. Jika pendapatnya dikritik orang lain, orang yang sok tahu itu berusaha keras mempertahankan pandangannya dan balas menyerang balik pengkritiknya. Ia enggan mencari celah-celah kelemahan di dalam pendapatnya sendiri ataupun sisi-sisi kelebihan lawan diskusinya. Sebaliknya, ia tekun mencari-cari kekurangan lawan debatnya dan menonjol-nonjolkan kekuatan pendapatnya. Dengan kata lain, setiap berdiskusi ia bertujuan memenangkan perdebatan, bukan mencari kebenaran

Jangan kamu merasa paling suci. Karena Dia-lah yang lebih mengetahui orang yang paling bertakwa,” [An-Najm: 32]

Jadi, orang yang hanya tahu satu pendapat, termasuk orang yang “tidak tahu”, adanya perbedaan ini, ia hanya tahu hukum perkara tersebut A –misalnya- karena ia belajar dengan guru yang mengajarkan madzhab A. anehnya, ia hanya tahu satu itu saja tapi ia sangat vocal dan banyak “omong”-nya dan sok tahu. ketika melihat ada yang berbeda, langsung dibantah, dibicarakan sana sini dengan pengetahuan yang minim yang ia milik.

Padahal mestinya sebagai orang yang tidak tahu, yang harus dilakukan pertama kali itu bertanya dengan santun ([email protected])

 

Oleh: Hj Lordna Putri

Tag :

Berita Terbaru

Destry Damayanti,Kandidat Tunggal Gubernur BI

Destry Damayanti,Kandidat Tunggal Gubernur BI

Kamis, 13 Agu 2026 07:48 WIB

Kamis, 13 Agu 2026 07:48 WIB

SURABAYAPAGI.com – Surat Presiden (Surpres) calon Gubernur Bank Indonesia (BI) yang hanya memuat nama kandidat tunggal, yakni Destry Damayanti yang saat ini m…

Harga Daging Sapi Naik, Mendag Impor Sapi

Harga Daging Sapi Naik, Mendag Impor Sapi

Kamis, 13 Agu 2026 07:47 WIB

Kamis, 13 Agu 2026 07:47 WIB

SURABAYAPAGI.com – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso buka suara soal data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyebut harga rata-rata harga daging sapi m…

Risma, Promosikan UMKM Gotong Royong Eks Lokalisasi Dolly

Risma, Promosikan UMKM Gotong Royong Eks Lokalisasi Dolly

Kamis, 13 Agu 2026 07:44 WIB

Kamis, 13 Agu 2026 07:44 WIB

SURABAYAPAGI.com – “Kalau Mas Andreas bisa bantu untuk ekspor, insyaallah nanti UMKM Gotong Royong bisa berkembang,” kata mantan Wali Kota Surabaya Tri Risma…

Dibawai George Soros Dana sekitar US$ 50 juta, Zulhas, tak Pakai

Dibawai George Soros Dana sekitar US$ 50 juta, Zulhas, tak Pakai

Kamis, 13 Agu 2026 07:42 WIB

Kamis, 13 Agu 2026 07:42 WIB

SURABAYAPAGI.com – Saat dirinya menjabat sebagai Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan klaim didatangi George Soros membawa dana sekitar US$ 50 juta . Uang untuk m…

Zulhas Akui Tidak Semua Program Prabowo Lancar

Zulhas Akui Tidak Semua Program Prabowo Lancar

Kamis, 13 Agu 2026 07:40 WIB

Kamis, 13 Agu 2026 07:40 WIB

SURABAYAPAGI.com – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengakui selama hampir dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto b…

Menko Pangan akan Cek Kopdes di Kawasan Pegunungan

Menko Pangan akan Cek Kopdes di Kawasan Pegunungan

Kamis, 13 Agu 2026 07:38 WIB

Kamis, 13 Agu 2026 07:38 WIB

SURABAYAPAGI.com – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengakui rencana membangun 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (…