SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Indonesia dikenal kaya akan sumber daya alam, salah satunya adalah tanaman bonsai yang marak dibudidayakan oleh masyarakat. Bahkan, seni bonsai dapat menjadi salah satu sektor Ekonomi Kreatif (Ekraf) unggulan Indonesia.
Oleh karena itu, dibuatlah Musyawarah Nasional (Munas) Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) X serta Pameran Nasional (Pamnas) di tempat tempat halaman Mall Pelayanan Publik (MPP) Sidoarjo, Jatim, Sabtu (04/11/2023) kemarin.
"Akan kami komunikasikan, baik itu dengan Kementerian Lingkungan Hidup serta juga Kehutanan serta dengan bakai karantina," jelas Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki, Minggu (05/11/2023).
Dalam musyawarah tersebut, pihaknya siap membantu para penggemar bonsai untuk menyasar pasar luar negeri menyusul saat ini masih ada kendala saat ekspor.
"Kami akan bantu para seniman bonsai untuk mengembangkan pangsa pasar bonsai hingga ke mancanegara," tuturnya.
Disatu sisi, Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor berharap dengan adanya pameran bonsai pada dalam Kabupaten Sidoarjo ini, mampu menggerakkan roda perekonomian dalam Sidoarjo.
“Selain menjadi salah satu langkah melestarikan lingkungan, seni bonsai juga mempunyai seni yang bernilai ekonomis. Dan jangan lupa berbelanja di area tempat Kabupaten Sidoarjo untuk tumbuhkan sektor ekonomi daerah,” ucap Gus Muhdlor sapaan akrabnya.
Sebagai informasi, kegiatan Pameran Bonsai Nasional diikuti oleh 1.757 peserta, yang berlangsung dari tanggal 27 Oktober-8 November 2023 bertempat di dalam tempat area parkir Gedung MPP Sidoarjo. Sementara, harga bonsai yang dipamerkan mulai dijual dari Rp50 ribu hingga miliaran. sda-01/dsy
Editor : Desy Ayu