Wanita di Pasuruan Ditemukan Tewas di Kamar Mandi, Diduga Dibunuh Perampok

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kondisi rumah yang telah dipasang police line, Rabu (8/11/2023) usai Endang, pemilik rumah ditemukan tewas tak bernyawa di dalam kamar mandi.
Kondisi rumah yang telah dipasang police line, Rabu (8/11/2023) usai Endang, pemilik rumah ditemukan tewas tak bernyawa di dalam kamar mandi.

i

SURABAYAPAGI.COM, Pasuruan - Seorang wanita emak-emak bernama Endang (47) ditemukan tewas berlumuran darah di kamar mandi rumahnya di Dusun Randupitu, Desa Randupitu, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan. Polisi memastikan, Endang korban pembunuhan.

"Korban pembunuhan atau pencurian dengan kekerasan," kata Kapolres Pasuruan AKBP Bayu Pratama Gubunagi di Mapolres Pasuruan, Rabu (8/11/2023).

Menurut Bayu, korban menderita luka tusuk akibat senjata tajam. Luka tusuk itu semuanya ada di bagian punggung.

"Tiga luka tusuk di bagian punggung diduga senjata tajam," jelas Bayu.

Selain itu, ditemukan luka memar di punggung, pelipis dan di beberapa bagian tubuh lainnya. "Diduga ada benturan atau perlawanan, namun masih harus kami konfirmasi ulang dari hasil autopsi," jelasnya.

Saat ini polisi telah memeriksa sejumlah saksi. Antara lain suami dan beberapa tetangga korban.

"Kami periksa saksi-saksi, suami korban, tetangga dan orang-orang yang diduga mengetahui peristiwa tersebut,” jelas Bayu.

 

Barang Korban Hilang

Dugaan tewasnya korban akibat perampokan muncul setelah diketahui beberapa barang berharga milik korban hilang.

"Barang yang hilang, informasi dari para saksi terutama suaminya dan hasil olah TKP, barang yang hilang handphone dan kalung korban," kata Kapolres Pasuruan AKBP Bayu Pratama Gubunagi, Rabu (8/11/2022).

Selain itu, polisi juga menemukan bercak darah di sejumlah sudut rumah.

"Di TKP kami temukan bercak darah di beberapa lokasi, di ruang tamu, kamar mandi, kamar korban," kata Bayu

"Korban menderita tiga luka tusuk akibat senjata tajam di bagian punggung. Ada juga luka memar di punggung, pelipis, dan di beberapa bagian tubuh lainnya, diduga ada benturan atau perlawanan namun masih harus kami konfirmasi ulang dari hasil autopsi," jelas Bayu.

 

Diduga Saling Mengenal

Dugaan sementara, pelaku dan korban saling mengenal. Hal tersebut dikuatkan dengan tidak adanya tanda-tanda perusakan pelaku mencoba masuk ke dalam TKP.

“Tidak ada tanda - tanda kerusakan di rumah korban. Baik itu daun kunci atau jendela rumah korban. Dugaan kami, pelaku ini dibantu korban untuk masuk dalam TKP,” ungkapnya.

Menurut Bayu, selama ini korban dan suaminya, Sugiono, tinggal berdua. Saat kejadian, korban tengah sendirian di rumah, sementara suaminya bekerja.

Sementara Sugiyono enggan membagikan ceritanya kepada media. Dia terpukul melihat kenyataan pahit itu.

Dua tahun sebelumnya, Sugiyono dan istrinya baru saja ditinggal anak semata wayangnya. Wajah Sugiyono terlihat sangat terpukul situasi ini. Ia memohon maaf belum bisa memberikan pernyataan. “Mohon maaf saya sudah diperiksa Polsek, saya perlu istirahat,” katanya.

Dari informasi yang didapatkan, Sugiyono sempat pulang siang harinya saat jam istirahat. Dia melihat rumahnya sudah terkunci dari dalam. Karena Sugiyanto merasa istrinya sedang istirahat, dia kembali ke tempat kerjanya.

Jayadi, Ketua Rt.1 Rw 4 ini mengatakan, saat sore hari, Sugiyanto pulang kerja masih melihat gerbang dan pintu masih terkunci.

"Dia masuk rumah memakai kunci serep yang jadi satu dengan kunci mobil," urainya.

Sesampainya, di dalam rumah, kata Jayadi, Sugiyono terkejut melihat tubuh istrinya terbujur kaku di dalam toilet. “Sesuai dengan informasi yang saya terima, korban sudah tidak bernyawa,” tambahnya.

Dia juga menyebut kran air kamar mandi seperti dipatahkan, pompa air terus menyala, sehingga air di kamar mandi terus keluar. Setelah itu, suami korban langsung meminta bantuan tetangga.

“Saya juga melihat ada bekas darah yang seperti diseret. Saya tidak berani ke TKP, karena ada sesuatu yang tidak beres. Makanya, saya tidak ingin masuk ke dalam, dan saya langsung lapor polisi,” tutupnya. hrs/ham/rmc

Berita Terbaru

Diduga Tersengat Listrik, Pekerja di Kebonsari Madiun Tewas Saat Perbaiki Instalasi

Diduga Tersengat Listrik, Pekerja di Kebonsari Madiun Tewas Saat Perbaiki Instalasi

Sabtu, 25 Apr 2026 21:51 WIB

Sabtu, 25 Apr 2026 21:51 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun — Seorang pekerja bernama Wawan Frenki Cahyono (50), warga Desa Balerejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, meninggal dunia didu…

Gubernur Khofifah: Hari Otonomi Daerah 2026 Momentum Perkuat Sinergi Wujudkan Asta Cita

Gubernur Khofifah: Hari Otonomi Daerah 2026 Momentum Perkuat Sinergi Wujudkan Asta Cita

Sabtu, 25 Apr 2026 16:22 WIB

Sabtu, 25 Apr 2026 16:22 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa peringatan Hari Otonomi Daerah ke-XXX Tahun 2026 harus dimaknai sebagai m…

Adanya laporan keracunan makanan, Pemkot Kediri lakukan Investigasi

Adanya laporan keracunan makanan, Pemkot Kediri lakukan Investigasi

Sabtu, 25 Apr 2026 13:00 WIB

Sabtu, 25 Apr 2026 13:00 WIB

SURABAYAPAGI-KEDIRI :  Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur melakukan investigasi terkait dengan laporan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di …

"The Future of Influence" diluncurkan Vero and Magnifique

"The Future of Influence" diluncurkan Vero and Magnifique

Sabtu, 25 Apr 2026 12:50 WIB

Sabtu, 25 Apr 2026 12:50 WIB

SURABAYAPAGI-JAKARTA :  Vero, salah satu agensi komunikasi independen terkemuka di Asia Tenggara, bersama Magnifique, agensi 360 communications di Indonesia, …

KAI Daop 7 Madiun Rutin Lakukan Pengecekan Sarana dan Prasarana dengan Lori Dresin

KAI Daop 7 Madiun Rutin Lakukan Pengecekan Sarana dan Prasarana dengan Lori Dresin

Sabtu, 25 Apr 2026 10:06 WIB

Sabtu, 25 Apr 2026 10:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar -  Daop 7 Madiun melaksanakan kegiatan Tilik Lintas melalui perjalanan lori dresin pada petak jalan antara Stasiun Kertosono hingga …

Mbak Wali Tindak Cepat Kasus Dugaan Keracunan MBG, 73 Siswa Terdampak Kini Membaik

Mbak Wali Tindak Cepat Kasus Dugaan Keracunan MBG, 73 Siswa Terdampak Kini Membaik

Sabtu, 25 Apr 2026 10:02 WIB

Sabtu, 25 Apr 2026 10:02 WIB

SURABAYAPAGI.com, - Pemerintah Kota Kediri bergerak cepat menindaklanjuti kasus dugaan keracunan yang dialami sejumlah siswa usai mengonsumsi makanan dalam…