Anwar Usman, Masih Adakah Rasa Malu? Tanya Denny Indrayana

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ekspresi Anwar Usman saat menanggapi putusan MKMK yang menyatakan dirinya diberhentikan menjadi Ketua MK, Rabu (8/11/2023).
Ekspresi Anwar Usman saat menanggapi putusan MKMK yang menyatakan dirinya diberhentikan menjadi Ketua MK, Rabu (8/11/2023).

i

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - "Masih adakah sisa harga diri dan rasa malunya untuk bertahan?. Akan lebih pas jika Anwar Usman tahu diri dan mundur sebagai hakim konstitusi," kata Denny dalam keterangannya, Rabu (8/11/2023).

Melalui putusannya, MKMK menyatakan sembilan hakim konstitusi terbukti melanggar kode etik. Mereka dinilai tak bisa menjaga informasi dalam forum RPH yang bersifat rahasia.

Pakar hukum tata negara Denny Indrayana menyayangkan Putusan Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) ihwal pelanggaran etik hakim konstitusi.

Ia menilai MKMK seharusnya meminta MK memeriksa kembali perkara nomor 90 yang mengubah batas usia minimum capres dan cawapres dengan komposisi hakim konstitusi yang berbeda.

"Jika pun tidak bisa menyatakan Putusan 90 tidak sah, paling tidak MKMK menyatakan dengan tegas dalam amarnya, agar Mahkamah Konstitusi memeriksa kembali perkara 90 dengan komposisi hakim yang berbeda," kata Denny dalam keterangannya, Rabu (8/11/2023).

 

Dorong MK Adili Perkara

Denny mengatakan MKMK seharusnya juga mendorong MK untuk mengadili perkara itu dengan waktu yang singkat sebelum masa penetapan paslon Pilpres 2024 berakhir.

Ia menilai hal itu sangat penting guna membuat pencalonan Gibran Rakabuming Raka sebagai cawapres tak terus menerus dipersoalkan. "Karena hadir dari hasil putusan MK yang telah dinyatakan melanggar etika," ucap dia.

 

Kata Anwar

Anwar mengatakan jabatan milik Allah. "Ya iya lah, jabatan milik Allah," kata Anwar pada wartawan di Gedung MK, Jakarta Pusat, Rabu (8/11/2023). Jawab Anwar saat ditanya awak media, apakah masih akan mengawal persidangan sebagai anggota MK.

Anwar pun juga 'ngeluh' dirinya disebut memimpin Mahkamah Keluarga. "Ada juga yang tega mengatakan MK sebagai Mahkamah Keluarga. MashaAllah, mudah-mudahan diampuni oleh Allah SWT," lanjut Anwar.

Paman Gibran ini juga menegaskan tak pernah berkecil hati sedikit pun terhadap fitnah yang menerpanya dan keluarganya. "Namun fitnah keji yang menerpa saya bahwa saya memutus perkara tertenu berdasarkan kepentingan pribadi dan keluarga, hal itulah yang harus diluruskan," ujar Anwar. n erc/jk/rmc

Berita Terbaru

Perguruan tinggi di AS Perkuat Penggunaan Perangkat AI

Perguruan tinggi di AS Perkuat Penggunaan Perangkat AI

Selasa, 29 Sep 2026 07:09 WIB

Selasa, 29 Sep 2026 07:09 WIB

SURABAYAPAGI.com - Mahasiswa ilmu komputer Jack Zemke tidak kunjung mendapatkan hasil meski telah mengirim ratusan lamaran pekerjaan yang sebagian besar…

Nilai Tukar Rupiah Rp 18.000,-

Nilai Tukar Rupiah Rp 18.000,-

Selasa, 29 Sep 2026 07:05 WIB

Selasa, 29 Sep 2026 07:05 WIB

SURABAYAPAGI.com – Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan awal pekan ini, Senin (28/9/2026), dekati l…

CSR, Dibutuhkan Pembangunan Desa

CSR, Dibutuhkan Pembangunan Desa

Selasa, 29 Sep 2026 07:03 WIB

Selasa, 29 Sep 2026 07:03 WIB

SURABAYAPAGI.com - Wamendes PDT, Ahmad Riza Patria, menegaskan penyertaan dana CSR untuk berbagai program terkait pembangunan desa yang terarah sangat…

Diluncurkan Sedan Aeris di Pasar India Rp 90 Juta

Diluncurkan Sedan Aeris di Pasar India Rp 90 Juta

Selasa, 29 Sep 2026 07:00 WIB

Selasa, 29 Sep 2026 07:00 WIB

SURABAYAPAGI.com - Produsen otomotif Tata resmi meluncurkan sedan Aeris di pasar India. Untuk membuktikan kekuatan struktur bodi serta keamanan sistem CNG,…

IMF Akui Guncangan Ekonomi Global, Akibatkan Tingkat Utang Meningkat

IMF Akui Guncangan Ekonomi Global, Akibatkan Tingkat Utang Meningkat

Selasa, 29 Sep 2026 06:56 WIB

Selasa, 29 Sep 2026 06:56 WIB

SURABAYAPAGI.com - Lembaga keuangan yang berbasis di Washington mencatat negara-negara maju membayar bunga lebih dari US$ 3,3 triliun atas obligasi pemerintah…

NIAT JAHAT RADITYA TIDAK PERNAH DIURAIKAN JPU

NIAT JAHAT RADITYA TIDAK PERNAH DIURAIKAN JPU

Selasa, 29 Sep 2026 06:50 WIB

Selasa, 29 Sep 2026 06:50 WIB

Majelis Hakim Yang Mulia, Saya ini wartawan yang sangat sabar. Sejak saya rekam pengakuan Erik Wowor, di Lantai V Gedung Direskrimum Polda Jatim tanggal 23…