Pernyataan Mahfud Md, Sulut Capres Lain

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pernyataan Menko Polhukam Mahfud Md yang mengatakan kondisi Indonesia saat ini tidak sedang baik-baik saja, telah menyulut TPN dua capres kompetitornya. Wartawan Surabaya Pagi di Jakarta, hari Minggu (26/11/2023) melaporkan reaksi dari kompetitornya, beragam.

 

Sejarah Panggil Kita

Mahfud Md, yang juga Cawapres No 3, menyebut di dalam ketata pemerintahan Indonesia digagangi oleh korupsi yang luar biasa.

"Saudara, ketat pemerintahan kita sekarang ini, Indonesia sekarang ini tidak sedang baik-baik saja. Sejarah memanggil kita untuk memperbaiki. Kenapa sedang tidak baik-baik? Saudara, di Indonesia ini banyak korupsi di dalam ketata pemerintahan itu digagangi oleh korupsi yang luar biasa," kata Mahfud saat menjadi pembicara dalam acara Tausiyah Kebangsaan Bersama Menyelamatkan & Memajukan Indonesia, seperti disiarkan YouTube Umulquran Hidayatullah dilihat, Sabtu (25/11).

 

Hak Rakyat Daerah Dirampas

Mahfud menuturkan hak rakyat di daerah dirampas secara suka-suka. Penegakan hukum, kata Mahfud, juga menjadi persoalan.

"Hak-hak rakyat, terutama di daerah luar itu dirampas dengan sesuka-suka. Penegakan hukum dan keadilan juga menjadi persoalan. Itu lah sebabnya, meskipun dari waktu ke waktu, umat Islam itu maju, maju dan maju, tapi banyak juga rakyat yang tertinggal," tuturnya.

 

PKB Setuju dengan Mahfud

Waketum PKB Jazilul Fawaid mengaku setuju dengan cawapres nomor urut 3, Mahfud Md, yang menyebut jika Indonesia saat ini tidak baik-baik saja. Jazilul mengatakan Indonesia memang memerlukan perubahan, sesuai dengan visi misi pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin (AMIN).

"Itu persis yang sudah disampaikan Pak Anies dalam berbagai kesempatan, kita perlu melakukan perubahan agar tidak terjadi melebarkan ketimpangan," kata Jazilul kepada wartawan, Sabtu (25/11/2023).

Jazilul mengatakan korupsi dan kesenjangan sosial harus ditangani secara komprehensif. Hal itu, kata Jazilul, dapat dimulai dari perencanaan, pelaksanaan dan monitoring.

"Keadilan harus menjadi basis utama ketika menetapkan program dan kegiatan," ungkapnya.

"Hemat saya, tidak cukup kata kata tapi mesti menjadi kesadaran yang dijalankan dengan aksi. Keadaan yang makin bobrok tidak selesai dengan imbauan saja," sambungnya.

Jazilul mengatakan Anies-Cak Imin kerap kali menyuarakan hal tersebut. Maka, dia pun menilai jika Mahfud memiliki pandangan yang sama terkait perubahan.

"Timnas AMIN dari awal sudah menyatakan itu, artinya Pak Mahfud setuju dengan ide perubahan," tuturnya

 

RK: Tidak Bisa Digeneralisasi

Mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, menyatakan tak sepenuhnya sependapat dengan Mahfud.

"Tidak bisa semua digeneralisasi, tapi di beberapa aspek yang saya alami sendiri, hal tersebut memang masih ada," kata RK di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (25/11/2023).

Politisi yang akrab disapa Kang Emil itu berbicara mengenai perjalanan Indonesia. Menurutnya, pemerintah pasti memiliki upaya serta harapan untuk mewujudkan Indonesia menjadi bebas korupsi.

"Perjalanan bangsa ini kan penuh dinamika ya, ada problem masa lalu, ada problem yang datangnya hari ini," kata RK.

 

Butuh Partisipasi Masyarakat

"Saya kira setiap momen sebuah rezim tentu punya tujuan memperbaiki hal-hal tadi. Tapi kan butuh partisipasi masyarakat, butuh partisipasi semua ketatanegaraan kita ini untuk menjadi negara bebas korupsi," lanjutnya.

Waketum Partai Golkar itu menilai, pernyataan Mahfud telalu digeneralisasi dengan mengiraukan berbagi hal positif yang juga berhasil dicapai Indonesia.

"Banyak hal-hal positif ekonomi, pencapaian, saya pakai survei di jawa barat ya, rata-rata kan lagi keren, lagi bagus gitu, jadi poinnya kalau statement itu harus lebih spesifik. Tidak bisa digeneralisasi seolah semua," pungkasnya. n erc/jk/rmc

Berita Terbaru

Sidak Takjil Pemkot Kediri Pastikan Jajanan Ramadan di Kota Kediri Aman dan Terawasi

Sidak Takjil Pemkot Kediri Pastikan Jajanan Ramadan di Kota Kediri Aman dan Terawasi

Senin, 23 Feb 2026 21:13 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:13 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Pemerintah Kota Kediri memastikan keamanan jajanan takjil yang dijajakan selama bulan Ramadan melalui inspeksi mendadak (sidak) di…

Program Keluarga Harapan Plus Tahap 1 Tahun 2026 Kembali Digulirkan, Sasar 485 Lansia di Kota Kediri

Program Keluarga Harapan Plus Tahap 1 Tahun 2026 Kembali Digulirkan, Sasar 485 Lansia di Kota Kediri

Senin, 23 Feb 2026 21:09 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:09 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Memasuki bulan Ramadhan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menyalurkan Program Keluarga Harapan (PKH) Plus Tahap I bagi lansia…

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Dalam Apel Pagi, Mbak Wali - Gus Qowim Percepat Pembangunan dan Turunkan Kemiskinan

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Dalam Apel Pagi, Mbak Wali - Gus Qowim Percepat Pembangunan dan Turunkan Kemiskinan

Senin, 23 Feb 2026 21:05 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati memimpin apel pagi bersama jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota…

Kita Seperti Dijajah AS

Kita Seperti Dijajah AS

Senin, 23 Feb 2026 20:11 WIB

Senin, 23 Feb 2026 20:11 WIB

MUI Minta Kaji Ulang Perjanjian Dagang AS-Indonesia yang Salah Satu Kesepakatannya Menyebut Produk asal AS yang Masuk ke Indonesia tidak Memerlukan Sertifikasi…

Penebar Viral "Cukup..." Belum Berkontribusi Usai Gunakan Beasiswa LPDP

Penebar Viral "Cukup..." Belum Berkontribusi Usai Gunakan Beasiswa LPDP

Senin, 23 Feb 2026 20:08 WIB

Senin, 23 Feb 2026 20:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Ketua Divisi Hukum dan Komunikasi LPDP Mohammad Lukmanul Hakim mengatakan pihak LPDP bakal meminta keterangan AP hari ini. "Dalam…

Golkar Temukan Penerima Beasiswa LPDP Umumnya Orang Kaya

Golkar Temukan Penerima Beasiswa LPDP Umumnya Orang Kaya

Senin, 23 Feb 2026 20:05 WIB

Senin, 23 Feb 2026 20:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Golkar meminta syarat penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dievaluasi karena selama ini hanya bisa dipenuhi…