Anwar Usman Diduga Masih Ngambek, tak Hadiri Pelantikan Hakim MK Baru

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ridwan Mansyur resmi menjadi hakim Mahkamah Konstitusi (MK). Ridwan mengucap sumpah sebagai hakim MK RI di depan Presiden Joko Widodo.
Ridwan Mansyur resmi menjadi hakim Mahkamah Konstitusi (MK). Ridwan mengucap sumpah sebagai hakim MK RI di depan Presiden Joko Widodo.

i

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman tak menghadiri pelantikan Ridwan Mansyur, Jumat (8/12/2023) di Istana Negara Jakarta. Ridwan Mansyur resmi dilantik oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Hakim Mahkamah Konstitusi (MK). Anwar Usman tak menghadiri pelantikan Ridwan Mansyur. Diduga masih kecewa atas pemberhentiannya sebagai Ketua MK gegaran sidangkan perkara Gibran.

"Saya sendiri belum ketemu ya, mungkin ada halangan yang lain," ujar Ridwan di Istana Negara, Jakarta, Jumat (8/12/2023). Ridwan menjawab pertanyaan betul tidaknya Anwar Usman tak hadir di pelantikannya.

Berdasarkan informasi di SIPP PTUN Jakarta, Anwar Usman menggugat Suhartoyo.

 

Anwar Usman Lakukan Perlawanan

Hakim konstitusi Anwar Usman melakukan perlawanan setelah hakim konstitusi Suhartoyo diangkat sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi periode 2023-2028 menggantikan dirinya. Anwar Usman melayangkan surat keberatan hingga menggugat Suhartoyo ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN)

Berbeda dengan hakim MK yang lain turut menghadiri pelantikan Ridwan. Mulai dari Suhartoyo, Saldi Isra, Eny Nurbaningsih, Manahan Sitompul, Arif Hidayat, Wahiduddin Adams, Daniel Yusmi, dan Guntur Hamzah.

 

Pesan Ketua Mahkamah Konstitusi

Ridwan menerangkan Ketua Mahkamah Konstitusi Suhartoyo sempat mengucapkan selamat kepadanya. Suhartoyo menyampaikan pesan-pesan agar Ridwan dapat bekerjasama dengannya menyelesaikan perkara yang ada.

"Kita sudah kenal waktu di peradilan umum, kebetulan beliau satu angkatan yang saya calon hakimnya," kata Ridwan.

"Kemudian (Suhartoyo) mengucapkan selamat dan berpesan untuk kita besama-sama menyelesaikan perkara-perkara yang akan muncul, akan datang ke MK sehingga kita menerima, memeriksa, mengadili, dan memutuskan perkara itu bisa sebaiknya memenuhi rasa keadilan masyarakat khususnya para pihak yang berperkara di MK," lanjutnya. n jk/erc/rmc

Berita Terbaru

Dugaan Korupsi di Pajak dan BC Terlalu Banyak

Dugaan Korupsi di Pajak dan BC Terlalu Banyak

Jumat, 06 Feb 2026 00:40 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:40 WIB

MAKI: Kebocoran Penerimaan Negara Akibat Tata Kelola Pajak yang Buruk Sudah Masuk Kategori Darurat Nasional            SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Masya…

Menkeu Mulai Shock Therapy Pejabat Pajak dan BC

Menkeu Mulai Shock Therapy Pejabat Pajak dan BC

Jumat, 06 Feb 2026 00:37 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:37 WIB

34 Pejabat Bea Cukai dan  40-45 Pejabat Direktorat Jenderal Pajak Dibuang ke Tempat Sepi, dari Wilayah Gemuk Usai OTT KPK       SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - …

Restitusi Pajak Puluhan Miliar Diatur Pejabat Pajak Dalang Wayang Kulit

Restitusi Pajak Puluhan Miliar Diatur Pejabat Pajak Dalang Wayang Kulit

Jumat, 06 Feb 2026 00:32 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:32 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - KPK menyita barang bukti berupa uang saat operasi tangkap tangan (OTT) di KPP Madya Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel).…

Guru dan Dosen Gugat ke MK, APBN Jangan untuk MBG

Guru dan Dosen Gugat ke MK, APBN Jangan untuk MBG

Jumat, 06 Feb 2026 00:28 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Penggunaan anggaran pendidikan dalam APBN untuk makan bergizi gratis (MBG) kembali digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK). Kali ini,…

Bulan Syaban

Bulan Syaban

Jumat, 06 Feb 2026 00:25 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:25 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Bulan Syaban merupakan bulan kedelapan dalam kalender Hijriah dan termasuk juga bulan mulia yang dimana letak waktunya berada…

Jokowi Ajak PSI Mati-matian, Diduga Pertahankan Dinastinya

Jokowi Ajak PSI Mati-matian, Diduga Pertahankan Dinastinya

Jumat, 06 Feb 2026 00:23 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:23 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Judul utama harian Surabaya Sore edisi Rabu (4/2) kemarin "PSI Siap Mati-matian Ikuti Jokowi". Judul ini terkesan bombastis. Tapi…