SurabayaPagi, Surabaya - DPC Partai Gerindra Surabaya mengajak para milenial dan Gen-Z untuk nonton bareng debat Calon Presiden edisi pertama di salah satu cafe kawasan Surabaya selatan, Selasa, malam (12/12/2023).
Para penonton turut memeriahkan acara nobar yang memperlihatkan para calon pemimpin negara seperti Anies Baswedan, Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo beradu visi misi.
Ketua DPC Gerindra Surabaya Cahyo Harjo Prakoso menyampaikan, acara nobar yang melibatkan puluhan milenial dan Gen-Z ini merupakan upaya pendidikan politik kepada mereka, agar pada pemilu 2024 kelompok tersebut tidak apatis terhadap pemilihan suara yang digelar pada 14 Februari tahun depan.
"Kita tahu bahwa masyarakat Surabaya 62 persen itu adalah pemuda, generasi milenial pemilih pemula, maka untuk bisa memberikan edukasi politik, memberikan informasi politik ke pemilih pemula tersebut, tidak bisa kita hard selling, kita soft campaign. Ini salah satu caranya," terang Cahyo.
Cahyo menerangkan, di acara nobar ini, pihaknya juga mengundang akademisi, aktivis termasuk pejabat publik untuk menjadi narasumber sebagai upaya untuk menunjukkan ke masyarakat Surabaya agar bisa melihat semua gagasan capres.
Disamping itu, pria yang menjadi caleg DPR Provinsi Jatim tersebut melihat capres Prabowo Subianto sangat menguasai dan memahami persoalan yang dialami Indonesia seperti hukum, keadilan di panggung debat capres edisi pertama yang digelar KPU.
"Kita bisa lihat beliau bisa menjawab dan memaparkan visi misi pemerintahan Prabowo-Gibran ke depan tentang reformasi hukum, HAM dan sistem demokrasi dan lain-lainnya di kedepankan dan diprioritaskan,"tegasnya.
Cahyo pun berpendapat bahwa pemilu 2024 harus menjadi sarana integrasi dan pemersatu bangsa, dan hal tersebut disampaikan capres Prabowo bahwa pemilihan umum tahun depan harus berlangsung dengan suasana sejuk penuh persatuan diantara keberagaman.
"Karena beliau meyakini, bangsa Indonesia itu bangsa yang besar, bangsa yang kaya. Seperti yang disampaikan tadi banyak intervensi geopolitik dan lain-lain yang mengganggu kedaulatan dan integritas bangsa kita, maka ktia diperlukan persatuan diantara elit-elit politik, kita memerlukan persatuan dari segala kelompok masyarakat," urai Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Prabowo-Gibran kota Surabaya tersebut.
Di tempat yang sama, pejabat publik seperti Wakil Ketua DPRD Surabaya AH Thony yang menjadi narasumber di acara nobar ini merasa bangga, bahwa saat penyampaian visi misi yang disampaikan Prabowo sangat cocok dengan tema debat capres.
"Tidak meleset, artinya dari sisi kepribadian saya melihat pak Prabowo memiliki tingkat fokus yang tinggi, nah di situ akhirnya menjadikan bahwa kita bisa mengukur tingkat kecermatan beliau di dalam hal-hal kecil itu kita bisa membaca, nantinya juga akan dilakukan hal yang sama ketika pak Prabowo terpilih menjadi presiden," terangnya.
Menurut Thony, Prabowo mampu memberikan treatment (perlakuan) terhadap masalah yang menjadi tema dalam debat capres termasuk persoalan hukum. Dan ketua umum partai Gerindra tersebut mempunyai sikap terbuka atas masukan dari pihak lain.
"Bahwa beliau ingin melakukan penegakan hukum dengan sangat berkeadilan, dan hal itu juga tadi saya melihatnya ada sebuah sikap yang tidak tertutup dari beliau ketika pak Ganjar maupun pak Anies menyampaikan perlunya ada tambahan-tambahan sebagaimana disampaikan oleh beliau, dan pak Prabowo pun menerima," sambungnya.
Sementara itu, Dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Surabaya Anang Dony Irawan mengapresiasi nobar debat capres yang digelar DPC Gerindra Surabaya, dan dirinya menyoroti persoalan HAM yang terjadi di Papua.
"Memang benar yang disampaikan oleh pak Prabowo, penyelesaian HAM di Papua itu memang tidak mudah, karena persoalan di sana itu multi dimensi," sebutnya. Byb
Editor : Redaksi