Taeyong NCT Kenakan Batik Khas Gedog Tuban Seharga Rp 18 Juta, Ternyata Pemberian Istri Menteri

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Taeyong NCT 127 saat mengenakan batik batik gedog Tuban kreasi desainer Mel Ahyar. SP/ JKT
Taeyong NCT 127 saat mengenakan batik batik gedog Tuban kreasi desainer Mel Ahyar. SP/ JKT

i

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Rapper NCT 127, Taeyong tampak tampil berbeda dengan menggunakan baju batik gedog Tuban kreasi desainer Mel Ahyar setelah menghadiri acara fansign di Indonesia bersama personel NCT 127 lainnya. Bahkan digadang-gadang dibandrol seharga Rp 18 juta.

Hal itu diketahui melalui unggahan di instagram pribadinya, ia menyebut bahwa potongan busana itu merupakan hadiah yang memiliki ciri khas batik gedog Tuban adalah serat benangnya yang kasar.

"Apakah ini batik?" tanya Taeyong. Siapa sangka, yang memberi hadiah untuknya ternyata istri Menko Perekonomian, Yanti Airlangga.

Sementara itu, Yanti juga turut membagikan ulang foto idol K-pop itu memakai busana pemberiannya. Tidak lupa, Yanti juga mengucapkan terima kasih pada Taeyong dan menandai sang desainer.

"Semangat pengrajin serta desainer indonesia. Banggakan karya anak bangsa di manapun kita berada #karyaanakbangsa," sebagai keterangan unggahan, dilihat Jumat  (15/12/2023).

Di unggahan sang idol, Mel menjelaskan di kolom komentar bahwa item itu merupakan bagian dari koleksi terbarunya "Archipelago."

Di komentar lain, Mel juga berterima kasih pada Yanti, menulis, "Makasih ibu sayang yang sudah memberikan gift dari Tuban. It was brilliant idea," jelasnya. 

"Perajin biasanya membuat tiga variasi ukuran kain tenun selain ukuran baku: seser panjangnya dua meter, taplak panjangnya satu meter, sedangkan putihan sepanjang tiga meter," catat pihaknya. "Selain panjang kain yang beragam, setiap kain juga mempunyai kerapatan tenunan yang berbeda."

Lebih lanjut dijelaskan bahwa struktur tenunan yang merangkai kain itu akan menentukan bentuk perlakuan yang akan diterima kain selanjutnya. Variasi kerapatan hasil tenunan didapat dengan cara menghentakkan kayu di alat tenun. 

"Semakin keras dihentakkan, kerapatannya akan semakin tinggi," catatnya.

Lalu, salur wama-wami dalam selembar kain dihasilkan dari benang, bukan celupan. "Setiap kali akan menenun, setiap benang sudah diberi warna sendiri, sehingga warna yang dihasilkan dalam setiap helai kain merupakan 'warna asli' kain itu."

Hal ini berbeda dengan beberapa jenis kain tenun yang pewarnaannya dilakukan usai kain selesai ditenun. Khusus batik gedog Tuban, proses pembatikan dilakukan setelah kain putihan selesai ditenun. Prosesnya dikatakan sama seperti membatik kain biasa.

Sebagai informasi, batik gedog Tuban dulunya berasal dari benang yang ditenun dengan cara tradisional. Kain hasil tenunan itu kemudian diberi batik dengan motif-motif khas. Sementara itu, warna khasnya adalah nila agak gelap dan warna ini dipertahankan sebagai identitas batik gedog Tuban. jk-07/dsy

Tag :

Berita Terbaru

Program BSPS Jatim Melonjak Jadi 33 Ribu Unit, Menteri PKP Dorong Dampak Ekonomi Kerakyatan

Program BSPS Jatim Melonjak Jadi 33 Ribu Unit, Menteri PKP Dorong Dampak Ekonomi Kerakyatan

Minggu, 03 Mei 2026 20:52 WIB

Minggu, 03 Mei 2026 20:52 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, meninjau langsung rumah calon penerima Bantuan Stimulan Perumahan S…

Hujan Warnai Duel Grass 2000 vs Taman Veteran, Laga Silaturahmi Berakhir Imbang 1-1

Hujan Warnai Duel Grass 2000 vs Taman Veteran, Laga Silaturahmi Berakhir Imbang 1-1

Minggu, 03 Mei 2026 18:50 WIB

Minggu, 03 Mei 2026 18:50 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Hujan tak menyurutkan tensi pertandingan persahabatan antara Grass 2000 melawan Taman Veteran di Lapangan Ciliwung, Kota Madiun, Min…

Perdana, KAI Daop Surabaya Uji Coba Gunakan Biodiesel B50 pada Lokomotif

Perdana, KAI Daop Surabaya Uji Coba Gunakan Biodiesel B50 pada Lokomotif

Minggu, 03 Mei 2026 16:03 WIB

Minggu, 03 Mei 2026 16:03 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai wujud kerja sama antara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan PT Kereta Api Indonesia (Persero), KAI Daop…

Hore! Tiket Wisata di Surabaya Cuma Rp733, Jadi Kado Spesial HJKS ke-733

Hore! Tiket Wisata di Surabaya Cuma Rp733, Jadi Kado Spesial HJKS ke-733

Minggu, 03 Mei 2026 15:54 WIB

Minggu, 03 Mei 2026 15:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Bagi para wisatawan, kabar ini menjadi angin segar untuk sekedar berlibur dengan tarif yang sangat murah. Pasalnya, menjelang…

Aktivitas Warga Surabaya Berubah Pasca Serangan Fenomena Panas Ekstrem 'El Nino Godzilla'

Aktivitas Warga Surabaya Berubah Pasca Serangan Fenomena Panas Ekstrem 'El Nino Godzilla'

Minggu, 03 Mei 2026 15:46 WIB

Minggu, 03 Mei 2026 15:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini, warga Kota Surabaya, Jawa Timur harus menyesuaikan (merubah) kebiasaan dalam menjalankan aktivitas di tengah musim…

Pro Kontra Pembangunan Gedung PT Wulandaya, Kecamatan Akan Gelar Mediasi dengan Warga

Pro Kontra Pembangunan Gedung PT Wulandaya, Kecamatan Akan Gelar Mediasi dengan Warga

Minggu, 03 Mei 2026 15:40 WIB

Minggu, 03 Mei 2026 15:40 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - pembangunan gedung milik PT Wulandaya Cahaya Lestari yang ada di Jalan Basuki Rahmat Kecamatan Genteng, Kota Surabaya menuai pro…