Oknum Brimob Lakukan KDRT, Aniaya Korban Sejak Belum Menikah: Kini Dipecat

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
RF (kedua kiri) di Polres Metro Depok. SP/ JKT
RF (kedua kiri) di Polres Metro Depok. SP/ JKT

i

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Kasus penganiayaan kembali terjadi, kali ini dialami RF yang dianiaya suaminya, MRF seorang perwira Brimob yang baru saja dipecat (diberhentikan tidak dengan hormat).

Pengacara RF, Renna A. Zulhasril mengatakan, insiden kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) tersebut terjadi di Depok dan sudah lama berlangsung hingga saat ini.

"Mereka menikah tahun 2021, tapi istri dianiaya sejak 2020, sebelum menikah itu sudah KDRT, sudah ada penganiayaan di, maaf, pubic area," jelasnya, Jumat (15/12/2023).

Sehingga dirinya mengatakan jika penganiayaan itu terjadi sebelum menikah. Atas kejadian itu, pihaknya telah dilaporkan ke Polres Jakarta Pusat. Namun tak jera, setelah menikah justru ada penganiayaan lagi.

"Jatuhnya KDRT ya. Lukanya cukup berat juga," kata Renna sembari menunjukkan foto-foto luka RF.

"Lalu juga ada ribut dengan mertuanya, sempat dipukul juga bapak mertuanya," kata Renna.

Sementara itu, pada bulan Maret 2022, ada mediasi. "Sudah menghadap juga ke pimpinan Brimob. Dia berjanji memperbaiki, sebulan kemudian terjadi lagi," ujar Renna. "Dan setiap ada konflik pasti dia pukul."

"Yang paling fatal tanggal 3 Juli. Kejadiannya di ruang kerja pelaku. Ada anak pertamanya usia 1 tahun (yang menyaksikan) istri dipukul, dibanting, diinjak-injak. Ada semua buktinya, ada luka-luka yang cukup berat sampai keguguran janin usia empat bulan," kata Renna.

Pada 1 Desember 2023, MRF dipecat (diberhentikan tidak dengan hormat) Brimob, namun Renna menyayangkan MRF belum ditahan.

"Sampai detik ini belum ada penangkapan-penahanan padahal yang bersangkutan itu mengganggu ya, datang ke klien saya, bawa-bawa timnya yang lain, nah itu kan mengganggu sekali," ujar Renna.

Renna pun mendatangi Polres Metro Depok, mengawal pelimpahan tahap dua. "Korban sudah dirontgen di RS Polri ya, visum segala macam sudah ada," katanya. jk-09/dsy

Berita Terbaru

Penetapan Perwalian Serentak di 38 Kabupaten dan Kota Disebut Pertama di Indonesia

Penetapan Perwalian Serentak di 38 Kabupaten dan Kota Disebut Pertama di Indonesia

Jumat, 17 Jul 2026 14:49 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 14:49 WIB

SURABAYAPAGI com, Surabaya – Sebanyak 447 anak di Jawa Timur kini memiliki kepastian hukum yang menjadi pintu masuk untuk memperoleh berbagai hak dasar sebagai …

DPRD Minta Pemkot Madiun Kejar Lagi Opini WTP Usai BPK Beri WDP  ‎

DPRD Minta Pemkot Madiun Kejar Lagi Opini WTP Usai BPK Beri WDP ‎

Jumat, 17 Jul 2026 14:21 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 14:21 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Besarnya SILPA Tahun Anggaran 2025 yang mencapai sekitar Rp210 miliar menjadi perhatian DPRD Kota Madiun. Ketua DPRD Kota Madiun Arm…

Disnakkan Gencarkan Pemeriksaan-Suntik Vitamin Kucing Liar Gratis di Pasar Blitar

Disnakkan Gencarkan Pemeriksaan-Suntik Vitamin Kucing Liar Gratis di Pasar Blitar

Jumat, 17 Jul 2026 13:44 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 13:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Blitar mulai menggencarkan pemeriksaan kesehatan hingga disuntik vitamin secara…

Target 100 Gigawatt dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Target 100 Gigawatt dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Jumat, 17 Jul 2026 13:06 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 13:06 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Tidak banyak negara yang memiliki kemewahan seperti Indonesia. Kita berada di kawasan tropis dengan penyinaran matahari yang relatif…

Lewat ‘Rindu Bulan’, Pemkab Banyuwangi Kembalikan Anak Tidak Sekolah ke Lembaga Pendidikan

Lewat ‘Rindu Bulan’, Pemkab Banyuwangi Kembalikan Anak Tidak Sekolah ke Lembaga Pendidikan

Jumat, 17 Jul 2026 12:55 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 12:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Melalui sekolah formal maupun pendidikan kesetaraan melalui program Rintisan Desa Tuntas Wajib Belajar 12 Tahun (Rindu Bulan),…

Sumber Pakan Alami Berkurang, Ratusan Kera Lereng Wilis Turun ke Pemukiman Desa

Sumber Pakan Alami Berkurang, Ratusan Kera Lereng Wilis Turun ke Pemukiman Desa

Jumat, 17 Jul 2026 12:48 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 12:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Seiring berkurangnya sumber pakan alami di kawasan hutan Pegunungan Wilis, sebanyak ratusan kera ekor panjang (maccaa…