Ganjar-Mahfud Belum Punya Isu Seksi, Seperti AMIN

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Raditya M Khadaffi
Raditya M Khadaffi

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Dalam survei Litbang Kompas, pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar menyalip Ganjar Pranowo-Mahfud MD. Sementara pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming masih unggul di puncak.

Berdasarkan survei yang dilakukan pada 29 November-4 Desember 2023 itu, elektabilitas Prabowo-Gibran mencapai 39,3 persen.

Di posisi kedua ada pasangan nomor urut 1, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar dengan 16,7 persen. Kemudian tingkat elektoral pasangan nomor urut 3 Ganjar Pranowo dan Mahfud MD tercatat 15,3 persen.

Posisi Ganjar-Mahfud dalam survei tersebut untuk kali pertama dilewati Anies-Muhaimin. Dalam survei-survei sebelumnya, Ganjar selalu berada di urutan kedua. Survei Litbang Kompas juga mencatat penurunan elektabilitas Ganjar secara signifikan.

Sementara itu, survei yang dilakukan Populi Center menyatakan elektabilitas Ganjar-Mahfud dan Anies-Muhaimin seimbang di angka 21,7 persen. Pasangan Prabowo-Gibran berada di puncak dengan elektabilitas mencapai 46 persen.

Ini fenomena menarik? Saya mengamati penurunan ini bisa dipicu pasangan Ganjar-Mahfud, belum mengeluarkan isu-isu seksi menjawab kebutuhan pemilih muda yang berjumlah 52 persen.

Isu need pemilih muda yang terdiri kebutuhan pokok yaitu sandang, pangan, dan papan, saya ikuti tak sedominan isu korupsi.

Ganjar-Mahfud tampak garap pemilih tua. Salah satu yang ditonjolkan isu pemberantasan korupsi.

 

**

 

Mengutip data di Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) tercatat ada Daftar Pemilih Tetap (DPT) Nasional  sebesar 204.807.222 jiwa.  Dari jumlah itu, 52 persen diantaranya pemilih muda. Jumlah pemilih muda mencapai 106.358.447 jiwa.

Sedangkan pemilih dari generasi milenial sebanyak 66.822.389 orang atau 33,60 persen. Generasi milenial adalah sebutan untuk orang-orang yang lahir tahun 1980 sampai 1994. Jika ditotalkan, pemilih dari generasi Z dan milenial ini berjumlah 113.622.550 orang

KPU mencatat, terdapat lima generasi pada pemilih di Pemilu 2024. Mulai dari pre-boomer hingga generasi Z.

Pemilih dengan rentang usia 17 tahun hingga 30 tahun mencapai 31,23 persen atau sekitar 63,9 juta jiwa. Lalu disusul dengan Pemilih dengan 31 tahun hingga 40 tahun sebanyak 20,70 persen atau sekitar 42,395 juta jiwa.

Sementara pemilih dengan usia lebih dari 40 tahun persentasenya mencapai 48,07 persen atau berjumlah 98.448.775 orang.

Pemilih yang berasal dari generasi pre-boomer (lahir sebelum 1945) sebanyak 1,74 persen. Kemudian pemilih generasi baby boomer (lahir pada 1946-1964) 13,73 persen.

Sementara pemilih generasi X (lahir 1965-1980) sebanyak 28,07 persen. Generasi Y atau milenial (lahir 1981-1996) 33,6 persen, dan generasi Z (1997-2012) 22,85 persen. Artinya, pemilih generasi milenial dan Z mendominasi di Pemilu 2024 dengan 56,45 persen. Dan dari segi usia, pemilih di atas 40 tahun berjumlah 98.448.775 jiwa atau 48,07 persen dari total pemilih.

Jelas, salah satu basis Pemilih dalam Pemilu adalah Pemilih Pemula, yakni mereka yang berusia 17-21 tahun. Kebanyakan basis ini, saat ini berstatus sebagai pelajar SMA, Ponpes dan Mahasiswa.

Para peneliti mengidentifikasi, pemilih pemula  biasanya berperan untuk menularkan informasi-informasi yang baik dan benar kepada sesama atau komunitas terkecilnya, seperti keluarga.

Ada kecenderungan, partisipasi aktif pemilih pemula dapat membantu terbentuknya kebijakan publik yang inklusif dan mewakili seluruh masyarakat.

 

***

 

Survei yang dilakukan PT. Bank Tabungan Negara (BTN) pada tahun 2021 mendapati alasan milenial belum membeli rumah pertamanya, karena terhalang oleh kondisi finansial sebesar 63,1 persen. Padahal, hasil sensus penduduk tahun 2020 menunjukkan bahwa generasi milenial menempati 25,87 persen dari populasi penduduk Indonesia. Ini jumlah terbesar kedua setelah dominasi Generasi Z dengan proporsi 27,94 persen dari total populasi. Generasi milenial sendiri merupakan generasi kelahiran 1981 sampai dengan 1996 yang saat ini sudah memasuki usia produktif. Hal ini menunjukkan fenomena tingginya harga properti berupa tanah dan rumah tinggal yang tidak sebanding dengan rata-rata penghasilan yang didapatkan oleh generasi milenial.

Rumah adalah kebutuhan pokok manusia yaitu sandang, pangan, dan papan. Juga generasi Y, umumnya memiliki kehidupan dengan prioritas utama uang. Jadi semakin banyak orang yang menghabiskan waktu hidupnya dengan bekerja agar bisa memperoleh penghasilan yang cukup besar. Bagi generasi ini tampaknya menikmati hidup dan mengalami perkemabangan merupakan hal yang sangat penting lebih dari hal lainnya.

Tiga kebutuhan dasar manusia (basic need) adalah isu seksi bagi pemilih muda. Sampai kini, ketiga capres belum kelola secara masif. Kecuali capres yang unggulkan makan siang dan susu gratis. Pertanyaannya apakah generasi milenial yang mandiri butuh susu dan makan gratis.

 

***

 

Isu korupsi, apakah menyentuh ke calon pemilih muda? Menggunakan basic need pemilih muda, topik korupsi ini bukan kebutuhannya sekarang. Korupsi bisa dipersepsikan ulah generasi babby bommer.

Apalagi Presiden Joko Widodo (Jokowi) membeberkan data pejabat korupsi di Indonesia selama kurun 2004-2022. Pejabat yang telah ditangkap dan dipenjara.

Jokowi bahkan mengingatkan, meski sudah banyak yang dipenjara, korupsi hingga hari ini masih tetap ada.

Jokowi mengungkap, periode 2004 sampai 2022 pejabat negara yang dipenjarakan karena tindak pidana korupsi ada 344 pimpinan dan anggota DPR dan DPRD, 344 termasuk Ketua DPR dan Ketua DPRD.

Saat hadir memperingati Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2023, Istora Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (12/12/2023), Jokowi menyebutkan ada 38 menteri dan kepala lembaga yang sudah dikenai sanksi hukum atas kejahatan korupsi. Juga ada 24 gubernur dan 162 bupati dan wali kota serta 31 hakim yang terjerat masalah yang sama.

KPU menginformasikan, pemilih berusia 41-50 tahun ada 17,4%, berusia 51-60 tahun ada 12,1%, dan pemilih dengan klasifikasi usia 60 tahun ke atas ada 11,5%.

Dengan data diatas, isu korupsi menurut saya relevan diguyurkan ke pemilih tua. Paling tidak untuk mereminder mereka yang belum ditangkap Kepolisian, Kejaksaan dan KPK.

Nah, dengan masa kampanye Pilpres 2024 ini singkat karena hanya 2,5 bulan, ada baiknya pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD  mencari cara dan strategi yang kreatif untuk bisa diterima oleh pemilih pemula, milenial, dan gen z. Apa garap lebih masif kekurangan dan kelemahan pengelolaan pangan, sandang dan papan.

Contoh elektabilitas capres Anies-Cak Imin yang dalam beberapa bulan bisa menyodok elektabilitas Ganjar-Mahfud.

Akal sehat saya membaca capres Anies-Cak Imin mengkritik berbagai kebijakan pemerintahan Jokowi. Dalam bahasa marketing, capres Anies-Cak Imin, tampil beda. Keduanya garang bernarasi dengan gaya santai.

Sejarah mengajarkan anak muda suka mendengar kritik ke penguasa. Contoh pada 13 Juni 1913, surat kabar De Express memuat tulisan Suwardi Suryaningrat alias Ki Hajar Dewantara yang berjudul “Kalau Saya Seorang Belanda”. Isinya: ia mengkritik tajam terhadap rencana pemerintah kolonial Hindia Belanda menggelar pesta besar memperingati kemerdekaan Belanda dari Prancis. Betapa ironisnya, sebuah pesta kemerdekaan dirayakan di sebuah tanah jajahan, dengan dana bersumber uang rakyat pula!

Saya pun setuju elite politik memberikan kritik  kritik pedas ke pemerintah  agar bisa menjadi lebih baik dan lebih positif.

Capres Anies Baswedan, misal, soroti adanya orang dalam (ordal) di setiap urusan. Dengan adanya orang dalam, menyulitkan anak-anak berprestasi, orang-orang yang berpotensi, menjadi terhambat untuk maju.

Ia menyebut fenomena ordal alias 'orang dalam' menyebalkan. Fenomena ini marak terjadi di kehidupan masyarakat Indonesia saat ini.

Pernyataan ini Anies lontarkan ke Capres Nomor Urut 2 Prabowo Subianto. Sebelumnya Anies sempat menyinggung perihal putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait batas usia calon presiden dan calon wakil presiden yang diputuskan beberapa waktu lalu. Putusan MK itu lantas dinilai Anies merupakan pelanggaran etika berat.

Fenomena ordal ini menyebalkan di seluruh Indo fenomena ordal. Ada kesebelasan ordal, dan tiket ada ordal. Ini yang membuat meritokratik tidak berjalan yang buat etika luntur.

Tanggapan Anies terhadap Prabowo terkait pertanyaannya soal perasaan nomor urut 2 soal masalah etika dalam putusan Mahkamah Konstitusi yang meloloskan kandidat capres-cawapres di bawah usia 40 tahun. "Negeri ini rusak bila tatanan itu hilang," ingat Anies.

Saya ikuti selama debat, Anies beda dengan ganjar yang kadang gamang. Anies kerap melontarkan narasi-narasi kritik. Ini saya nilai Anies konsisten mencitrakan diri sebagai figur oposisi. Sementara Ganjar, meski pertanyaan soal HAM tajam, narasi topik lain tak segarang Anies. ([email protected])

Berita Terbaru

Hadir di Surabaya, BSI Fest Ramadan 2026 Bidik Inklusi Keuangan Syariah di Jawa Timur

Hadir di Surabaya, BSI Fest Ramadan 2026 Bidik Inklusi Keuangan Syariah di Jawa Timur

Kamis, 19 Feb 2026 23:42 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 23:42 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) menghadirkan BSI Fest Ramadan 2026 di Surabaya pada 19–22 Februari 2026. Kegiatan ini me…

Bukti Arkeologis Mengungkap Fakta Gajah Mada Lahir Di Gunung Ratu Ngimbang Lamongan Jawa Timur

Bukti Arkeologis Mengungkap Fakta Gajah Mada Lahir Di Gunung Ratu Ngimbang Lamongan Jawa Timur

Kamis, 19 Feb 2026 22:25 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 22:25 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Bukti Arkeologis mengungkap Flkakta Gajah Mada lahir di Gunung Ratu Ngimbang Lamongan Jawa Timur, dari Dewi Andogsari tidak …

PN Surabaya Vonis Debitur FIFGroup dalam Kasus Fidusia, Pelaku Utama Diganjal 3,5 Tahun

PN Surabaya Vonis Debitur FIFGroup dalam Kasus Fidusia, Pelaku Utama Diganjal 3,5 Tahun

Kamis, 19 Feb 2026 20:55 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 20:55 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya — Majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya menjatuhkan vonis bersalah kepada sejumlah debitur pembiayaan FIFGroup dalam perkara p…

Amicus Curiae Mantan Menteri, Bela Wartawan

Amicus Curiae Mantan Menteri, Bela Wartawan

Kamis, 19 Feb 2026 18:28 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 18:28 WIB

Jaksa Dakwa Direktur Pemberitaan Jak TV, Buat Program dan Konten Bentuk Opini Negatif di Publik Terkait Penanganan Tiga Perkara Korupsi Minyak…

Prabowo tak Sungkan Akui Praktik ilegal di Depan Pengusaha AS

Prabowo tak Sungkan Akui Praktik ilegal di Depan Pengusaha AS

Kamis, 19 Feb 2026 18:27 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 18:27 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Washington DC - Presiden Prabowo Subianto mengakui saat ini Indonesia masih dipenuhi dengan praktik ilegal. Ia memberikan beberapa contoh…

PDIP Usik Kekuasaan Jokowi, Revisi UU KPK

PDIP Usik Kekuasaan Jokowi, Revisi UU KPK

Kamis, 19 Feb 2026 18:26 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 18:26 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Ketua DPP PDI Perjuangan Said Abdullah mengatakan pembicaraan undang-undang di DPR bukan terkait selera kekuasaan. "Bagi saya,…