Jalan Rabat Beton Rp 2,8 Miliar di Peterongan Jombang, Tambah Daftar Proyek Molor

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Jombang - Jelang akhir tahun, proyek pembangunan yang mengalami keterlambatan di Kabupaten Jombang kian bertambah. Termasuk, rekonstruksi jalan KH Romli Tamim Rejoso, Peterongan. 

Pekerjaan jalan yang menelan anggaran Rp 2,8 miliar tersebut seharusnya sudah selesai sesuai kontrak pada Senin, 18 Desember 2023. Namun, diakui Kepala Dinas PUPR Jombang Bayu Pancoroadi, pengerjaan masih belum selesai hingga saat ini. 

"Memang seharusnya selesai pada hari ini. Tapi masih ada pekerjaan," kata dia kepada media, Senin (18/12/2023). 

Pantauan di lokasi, rekonstruksi jalan rabat beton KH Romli Tamim Peterongan, terlihat masih satu ruas yang sudah selesai dilakukan pengecoran. 

Nampak alat berat juga masih melakukan penggalian untuk pemasangan box culvert. "Untuk progresnya sudah mencapai 90 persen," ungkap Bayu menambahkan. 

Diperkirakan dalam waktu satu minggu pekerjaan tersebut bisa tuntas. ”Ini tinggal masang box culvert. Kemungkinan satu minggu selesai,” bebernya.

Dirinya menambahkan, karena mengalami keterlambatan. Kontraktor diberi sanksi berupa denda 1/1.000 dari nilai kontrak. 

”Dendanya dimulai besok, denda per hari 1/1.000 dari nilai kontrak,” tegas Bayu.

Sementara dikonfirmasi pelaksana proyek PT Tuwuh Handayani Andi Yudha Pamungkas mengatakan, untuk pekerjaan tinggal sedikit lagi. "Kemungkinan besok bisa selesai,” ungkapnya.

Dikatakannya, untuk pekerjaan tinggal melakukan pengecoran. Ia mengaku akan menambah jam pekerjaan untuk segera menyelesaikan pekerjaan. 

”Jadi nanti kami akan melakukan pengecoran sampai malam. Sehingga besok bisa selesai,” pungkas Andi.

Seperti diberitakan sebelumnya, pekerjaan proyek rekonstruksi Jalan KH Romli Tamim harus mundur sebulan dari kontrak kerja yang telah ditetapkan. Mundurnya waktu pengerjaan proyek rekonstruksi di Rejoso, Peterongan yang menelan anggaran dana APBD 2023 sebesar Rp 2,8 miliar itu dengan dalih adanya perubahan desain. 

Proyek yang seharusnya mulai dikerjakan pada 21 Agustus, akan tetapi baru bisa dikerjakan pada 26 September. Alhasil progres pekerjaan mengalami keterlambatan hingga 6 persen. 

"Iya terlambat pengerjaannya, karena ada perubahan desain. Awalnya saluran air ini lebarnya dua meter berubah menjadi 1,5 meter,” kata pelaksana proyek PT Tuwuh Handayani, Andi Yudha Pamungkas, Minggu (15/10/2023).

Adanya perubahan ini diketahui, setelah akan melakukan penggalian. Apabila saluran air digali dengan lebar dua meter akan memakan lahan warga. ”Akhrinya pertimbangannya mengubah desain,” tutur Yudha. 

Selain itu, yang mengakibatkan pekerjaan mundur juga karena adanya soialisasi ke warga sekitar proyek. Sarep

Berita Terbaru

Lewat Konsumsi Ikan, Pemkot Surabaya Terus Kampanyekan Diversifikasi Protein

Lewat Konsumsi Ikan, Pemkot Surabaya Terus Kampanyekan Diversifikasi Protein

Senin, 27 Jul 2026 15:17 WIB

Senin, 27 Jul 2026 15:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai upaya membangun pola konsumsi Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga,…

Dorong Pelaporan Pajak, Pemkot Surabaya Dorong Restoran dan Kafe Pakai Sistem Digital

Dorong Pelaporan Pajak, Pemkot Surabaya Dorong Restoran dan Kafe Pakai Sistem Digital

Senin, 27 Jul 2026 15:12 WIB

Senin, 27 Jul 2026 15:12 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Melalui penerapan sistem digital, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mendorong transparansi pelaporan pajak di sektor…

Sosialisasikan Perda Hunian Layak, Pemkot: Pemilik Kos Wajib Lapor Penghuni Maksimal 7 Hari

Sosialisasikan Perda Hunian Layak, Pemkot: Pemilik Kos Wajib Lapor Penghuni Maksimal 7 Hari

Senin, 27 Jul 2026 15:03 WIB

Senin, 27 Jul 2026 15:03 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menindaklanjuti penerapan Peraturan Daerah (Perda) Kota Surabaya Nomor 4 Tahun 2026 tentang Hunian yang Layak, Pemerintah Kota…

Gegara Hama Ulat Hitam, Petani Bawang Merah di Nganjuk Alami Gagal Panen

Gegara Hama Ulat Hitam, Petani Bawang Merah di Nganjuk Alami Gagal Panen

Senin, 27 Jul 2026 14:48 WIB

Senin, 27 Jul 2026 14:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Nganjuk - Diserang hama ulat hitam, sejumlah petani di wilayah Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk bawang merah mengalami gagal panen.…

Belasan Rumah di Banyuwangi Diterjang Puting Beliung, Kerugian Capai Rp25 Juta

Belasan Rumah di Banyuwangi Diterjang Puting Beliung, Kerugian Capai Rp25 Juta

Senin, 27 Jul 2026 14:41 WIB

Senin, 27 Jul 2026 14:41 WIB

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Baru-baru ini sebanyak belasan rumah di Dusun Ngadirejo, Desa Bulurejo, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi diterjang angin puting…

Primadona Masyarakat, Warkop Jadi Salah Satu Pendorong Ekonomi Mikro

Primadona Masyarakat, Warkop Jadi Salah Satu Pendorong Ekonomi Mikro

Senin, 27 Jul 2026 14:30 WIB

Senin, 27 Jul 2026 14:30 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Surabaya Menjadi salah satu kota dengan sebutan seribu warung kopi atau yang sering di kenal warkop. Usaha ini sangat banyak di…