Fahri Hamzah, Ooohh Fahri....

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Raditya M Khadaffi
Raditya M Khadaffi

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Saya bukan politisi. Saya wartawan. Ya jurnalis yang mengamati petakilannya sejumlah politisi yang kini ada di tiga capres-cawapres. Petakilan yang saya serap dari lingkungan keluarga  adalah perilaku  yang cenderung tidak bisa diam. Suka usil, jahil, nakal dan sebagainya.

Fahri Hamzah, misalnya. Dia dulu Wakil Ketua DPR-RI dari PKS. Kini Fahri, jabat Wakil Ketua Umum Gelora. Survei terbaru  yang dilakukan Lembaga Survei Nasional (LSN) elektabilitas suara Gelora hanya 1,1 persen. Ia partai nonparlemen yang menurut LSN tak berpeluang lolos ke Senayan.

Nah, bila survei LSN ini jadi kenyataan, suara Fahri Hamzah, tak bisa didengar eksekutif, yudikatif maupun legislatif. Nah, saat partainya gabung koalisi Indonesia maju, petakilan suara mulai didengungkan. Suaranya kadang tak realistis bagi rakyat Indonesia. Apa yang disuarakan Fahri?

Ia mengajak masyarakat agar aklamasi memilih Prabowo-Gibran di Pilpres 2024. Hal ini disebut lantaran dua calon lain salah posisi.

Ajakan  Fahri disampaikan dalam akun X resminya, Senin (25/12/2023). Fahri awalnya menyebutkan adanya kesalahan konsep dalam visi-misi yang ditawarkan pada masyarakat.

"Konsep awalnya salah. Jadi rakyat tidak mungkin memilih yang sejak awal salah konsep. Bahkan kesalahan konsep dipertahankan sampai sekarang," tulisnya.

Akal sehat saya menanyakan apa kapasitas Fahri Hamzah, mengajak publik memilih Prabowo-Gibran secara aklamasi.

Dengan elektabilitas yang rendah, Fahri mestinya berkaca diri. Siapa saya sebenarnya? Maka itu tak keliru politisi NasDem dan PKB menuding Fahri Hamzah, kebelet jadi menteri. Ada politisi yang lebih ekstrim menganggap Fahri Hamzah, menjilat setinggi langit.

 

***

 

Dengan petakilan Fahri Hamzah seperti diatas, ia sudah patut  dilabeli  masyarakat politikus yang memanfaatkan situasi untuk mendapat kekuasaan di eksekutif. Labeli semacam ini tak keliru goal Fahri untuk kepentingan politik individunya semata.

Ulahnya, kata yang sering dipakai guru saya,  Fahri bisa termasuk politikus yang sengaja memperkeruh suasana dengan menghadirkan pernyataan-pernyataan yang kontraproduktif membuat perhelatan demokrasi lima tahunan tercederai.

Pernyataan-pernyataannya bisa membuat masyarakat semakin bingung. Apakah manuver manuver Fahri Hamzah, hanya berorientasi pada masa jabatannya dan mencari peluang untuk berkuasa pada periode berikutnya ndompleng Prabowo-Gibran?.

Saya amati, Fahri Hamzah, suka bikin pernyataan pernyataan saperti membangun citra diri. Misalnya sebagai politisi yang loyal ke capres Prabowo.

Apakah dia termasuk tipe politisi  yang bisa berkongsi dengan keluarga atau capres yang didukungnya? Walahualam.

Catatan jurnalistik saya, Fahri Hamzah, pernah memberikan penjelasan kepada awak media terkait informasi pemecatan dirinya dari jenjang keanggotaan Partai Keadilan Sejahtera.

Juga ada catatan jurnalistik saya menyebut selama jadi wakil rakyat, Fahri dikenal vokal terhadap kebijakan pemerintahan Presiden Jokowi? Tapi kini memuji bak pelindung progam Jokowi.

Ada yang perlu saya sharekan ke Fahri Hamzah, yang berani bikin pernyataan "garang" di atas, sepertinya Fahri lupa pada prinsip-prinsip liberal dan demokratis. Saya duga Fahri menyerukan pernyataan seperti di atas lupa peran seorang politisi yang sangat vital dalam membentuk dinamika politik.  

Ini politisi negarawan. Termasuk arah kebijakan negara. Tampaknya Fahri, bikin statement semacam itu ia lupa dukungan dan simpati yang diperoleh seorang pemimpin politik negarawan, yaitu tidak hanya ditentukan faktor pribadi dan bikin pernyataan tanpa rasionalitasnya. Politisi oportunis pun juga diukur oleh kualitas rekam jejak, integritas, serta pandangan politiknya selama ia berkiprah di panggung politik praktis.

Fair, selama ini saya tak punya rekaman pandangan politik Fahri Hamzah, untuk kemajuan rakyat, kecuali mengkritik dan memuji seorang politisi lain. Fahri, Fahri..., Ooohh Fahri Hamzah.... ([email protected])

Berita Terbaru

Sparta Pena FC Tak Terkalahkan, Wiwit : Target Kami Juara Turnamen 

Sparta Pena FC Tak Terkalahkan, Wiwit : Target Kami Juara Turnamen 

Rabu, 10 Jun 2026 21:59 WIB

Rabu, 10 Jun 2026 21:59 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Sparta Pena FC melaju ke babak perempat final Turnamen Mini Soccer Kapolres Madiun Cup 2026 dengan status juara Grup D. Kepastian i…

Bahana Bersahaja Hadir di Bangunsari, Bupati Hari Wur Pastikan Layanan Publik Menjangkau Warga

Bahana Bersahaja Hadir di Bangunsari, Bupati Hari Wur Pastikan Layanan Publik Menjangkau Warga

Rabu, 10 Jun 2026 21:16 WIB

Rabu, 10 Jun 2026 21:16 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun kembali menggelar program Bahana Bersahaja (Bhakti Harmoni Madiun Bersih, Sehat, dan Sejahtera) pada 9–1…

PDIP Minta Pemerintah tak Umumkan Kebijakan Prematur

PDIP Minta Pemerintah tak Umumkan Kebijakan Prematur

Rabu, 10 Jun 2026 21:03 WIB

Rabu, 10 Jun 2026 21:03 WIB

  SURABAYAPAGI.com, Surabaya - PDIP Minta pemerintah harus menjaga konsistensi kebijakan. Menurut Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR, Said Abdullah …

Prabowo, Minta Pengelola RSUD Jangan Korupsi

Prabowo, Minta Pengelola RSUD Jangan Korupsi

Rabu, 10 Jun 2026 21:00 WIB

Rabu, 10 Jun 2026 21:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Prabowo berpesan agar rumah sakit dikelola dengan baik dan memprioritaskan pelayanan masyarakat. "Rakyat masyarakat harus…

Pertamax Naik, Kemenperin Mikir Sektor Manufaktur

Pertamax Naik, Kemenperin Mikir Sektor Manufaktur

Rabu, 10 Jun 2026 20:58 WIB

Rabu, 10 Jun 2026 20:58 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bakal mengkaji dampak kenaikan harga BBM nonsubsidi Pertamax terhadap sektor manufaktur.…

Pertamax Naik, Subsidi BBM Meningkat

Pertamax Naik, Subsidi BBM Meningkat

Rabu, 10 Jun 2026 20:54 WIB

Rabu, 10 Jun 2026 20:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mewanti-wanti bahwa kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) Pertamax bisa membuat…