Tahun 2024 Kota Pasuruan Akan Bebas Stunting

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Rapat pembahasan rencana tindak lanjut dan diseminasi audit kasus stunting II tahun 2023 di Ruang Untung Suropati I sekretariat Pemkot Pasuruan.
Rapat pembahasan rencana tindak lanjut dan diseminasi audit kasus stunting II tahun 2023 di Ruang Untung Suropati I sekretariat Pemkot Pasuruan.

i

SURABAYAPAGI.COM, Pasuruan - Masalah stunting menjadi fokus Pemerintah Kota (Kota) Pasuruan dalam beberapa waktu terakhir. Berbagai upaya menurunkan angka prevalensi stunting di tahun 2024 yang akan datang terus dilakukan.

"Persoalan stunting menjadi fokus Pemkot Pasuruan. Ini sekaligus sebagai bentuk komitmen dukungan Pemkot Pasuruan untuk ikut andil menyiapkan generasi unggul dalam menyongsong Indonesia Emas Tahun 2045," kata Wakil Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo dalam rapat pembahasan rencana tindak lanjut dan diseminasi audit kasus stunting II tahun 2023, Rabu (27/12), di Ruang Untung Suropati I sekretariat Pemkot Pasuruan.

"Bagaimana bisa terwujud Indonesia Emas jika tidak didukung oleh generasi bebas stunting yang kita persiapkan sejak dini dari sekarang" seru Mas Adi di hadapan stakeholder peserta rapat.

Dalam rapat tersebut dipaparkan beberapa sampel hasil audit kasus stunting di beberapa wilayah. Di antaranya audit terhadap salah seorang ibu hamil di Kelurahan Purutrejo, audit terhadap seorang ibu nifas di Melurahan Mayangan, serta audit kasus stunting pada batita di Kelurahan Mandaranrejo dan Bugulkidul.

Dari hasil audit tersebut didapatkan referensi sekaligus rekomendasi bagi rencana tindak lanjut apabila terjadi kasus serupa di masa yang akan datang. Apalagi menurut Mas Adi, persoalan stunting harus dilihat secara komprehensif. 

"Bukan hanya urusan gizi dan kesehatan, namun stunting lebih dari itu. Bagaimana kita melihat dari sisi infrastruktur yang juga menopang kesehatan. Stunting juga sangat beririsan dengan faktor kemiskinan," ujar Mas Adi. 

Mas Adi juga menambahkan bahwa kemiskinan sangat berkaitan erat dengan stunting karena dikaitkan dengan pola pikir, perilaku, serta pengetahuan masyarakat. Untuk itu, dirinya juga menyampaikan bahwa salah satu cara dalam mengupayakan penurunan angka prevalensi stunting adalah dengan belajar dari daerah lain. 

"Butuh gotong royong, kerjasama banyak pihak. Terutama juga faktor dukungan keluarga. Misalnya bapak yang merokok, harus sadar posisinya ada anak yang harus dijaga tunbuh kembangnya untuk terhindar dari paparan asap rokok," jelasnya.

Hal lain yang menurut Mas Adi harus ditekankan adalah penguatan pola hidup bersih dan sehat, serta pengaturan sanitasi di lingkungan rumah yang memenuhi standar kesehatan. ris

Berita Terbaru

New Straits Times, The Star, Free Malaysia Today ,The Straits Times dan BBC, Soroti Dadan

New Straits Times, The Star, Free Malaysia Today ,The Straits Times dan BBC, Soroti Dadan

Kamis, 04 Jun 2026 00:14 WIB

Kamis, 04 Jun 2026 00:14 WIB

SURABAYAPAGI .com: Sejumlah media di Malaysia seperti New Straits Times, The Star, Free Malaysia Today, The Straits Times dan media dari Inggris BBC ikut…

Dishub Surabaya Laporkan Dugaan Pencurian Tiang Rambu Parkir di Depan Satpas Colombo

Dishub Surabaya Laporkan Dugaan Pencurian Tiang Rambu Parkir di Depan Satpas Colombo

Kamis, 04 Jun 2026 00:12 WIB

Kamis, 04 Jun 2026 00:12 WIB

Surabaya Pagi.COM - Sebuah video amatir yang merekam dugaan aksi pencurian fasilitas publik viral di media sosial (medsos). Dalam video yang beredar, terlihat…

Komisi A DPRD Surabaya Dorong Pelayanan Publik yang Cepat, Responsif, dan Humanis

Komisi A DPRD Surabaya Dorong Pelayanan Publik yang Cepat, Responsif, dan Humanis

Kamis, 04 Jun 2026 00:10 WIB

Kamis, 04 Jun 2026 00:10 WIB

Surabaya Pagi.com  - Memastkan peningkat pelayanan publik terhadap masyarakat Surabaya, Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya Anas Karno,melakuan kunjungan kerja …

Letjen (Purn) Lodewyk, Mantan Pangdam Bukit Barisan

Letjen (Purn) Lodewyk, Mantan Pangdam Bukit Barisan

Kamis, 04 Jun 2026 00:10 WIB

Kamis, 04 Jun 2026 00:10 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Presiden Prabowo Subianto merombak jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN), salah satunya dengan mencopit Letjen TNI (Purn) Lodewyk…

Dadan, Disuruh Pulang Haji Lebih Cepat , untuk Dicopot

Dadan, Disuruh Pulang Haji Lebih Cepat , untuk Dicopot

Kamis, 04 Jun 2026 00:10 WIB

Kamis, 04 Jun 2026 00:10 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Dadan Hindayana dicopot Presiden Prabowo setelah sampai Indonesia dan pulang Haji lebih cepat demi agenda besar.Dadan dan istrinya yang…

Dadan Hindayana, Terindikasi Salahgunaan wewenang

Dadan Hindayana, Terindikasi Salahgunaan wewenang

Kamis, 04 Jun 2026 00:10 WIB

Kamis, 04 Jun 2026 00:10 WIB

SURABAYAPAGI..COM : Kejaksaan Agung (Kejagung) dikabarkan melakukan penggeledahan di kantor Badan Gizi Nasional (BGN), Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu…