Terus Dapat Desakan, PJ. Kades Bukabu Ditolak Warga, Camat Ambunten Minta Dikaji Ulang

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Banner bertulisan tangan didepan rumah warga desa Bukabu, menolak Pj. Kades Bukabu yang ditunjuk oleh Camat Ambunten. SP/ Ainur Rahman
Banner bertulisan tangan didepan rumah warga desa Bukabu, menolak Pj. Kades Bukabu yang ditunjuk oleh Camat Ambunten. SP/ Ainur Rahman

i

SURABAYAPAGI.com, Sumenep - Keberadaan PJ. Kepala Desa Bukabu, Nanik Suhartatik, S.Sos, yang ditunjuk oleh Camat Ambunten Kabupaten Sumenep, diminta warga untuk dikaji ulang, sebab keberadaan PJ. Kepala Desa Bukabu dinilai warga kurang proaktif untuk kemajuan Desa.

Sejumlah tokoh Masyarakat dan pemuda Desa Bukabu meminta agar Pj. Kepala Desa Bukabu itu diganti mengingat keberadaan Pj. Kepala Desa di kantor Kecamatan Ambunten, masih ada yang lebih layak, sesuai dengan postingan Banner di hadapan rumah mereka masing-masing.

Mengatasnamakan aliansi pemuda Desa Bukabu, kepada media ini mengatakan, Pj. Kepala Desa Bukabu, Nanik Suhartatik, S. Sos, merupakan seorang perempuan yang dinilai kurang tepat memimpin Desa Bukabu.

“Selain dinilai kurang pioneer dan pro Rakyat, juga dinilai kurang memiliki kredibilitas yang baik, karena warga Bukabu mengenal sosok Pj. Kepala Desa yang kurang responsif dan proaktif, “ tegasnya, Selasa (02/01/2024).

Oleh karenanya, warga dan tokoh Desa Bukabu, meminta Camat Ambunten untuk mengkaji kembali Pj. Kepala Desa Bukabu, sebelum pada akhirnya ribuan massa meluruk kantor kecamatan kembali.

Bahkan kata dia, salah satu tokoh dan pemuda, sudah melayangkan surat kepada pak Bupati Kab. Sumenep, perihal penolakan Pj. Desa Bukabu diberikan kepada Nanik Suhartatik, S. Sos.

"Pj. Kepala Desa Bukabu, itu memiliki tempat tinggal bersebelahan dengan Desa Bukabu, makanya warga Bukabu mengetahui sosok Pj, yang dituding tidak akan mampu mengemban tanggung jawab di desa, dengan berbagai persoalan dan permasalahan di desa," jelasnya.

Jadi, tuntutan warga Desa Bukabu meminta Camat Ambunten untuk memberikan yang terbaik bagi desa Bukabu tidak menempatkan posisi seorang perempuan yang dituding tidak bisa membantu masyarakat desa Bukabu.

"Warga welcome siapapun untuk jadi Pj, tapi jangan warga tetangga sebelah, kalau memang mau diambil dari pihak kecamatan Ambunten, cari laki-laki yang potensial yang berdedikasi tinggi dalam menata Desa Bukabu menjadi lebih baik," katanya.

“Saya pikir banyak pilihan, makanya, sebagian warga desa Bukabu dan pemuda, menolak Pj. Kepala Desa Bukabu ditangan seorang perempuan yang kurang produktif untuk kemajuan dan perkembangan Desa Bukabu,“ pungkasnya.

Sementara Camat Ambunten, Suryadi Irawan, S.IP, MM, saat hendak dikonfirmasi media ini melalui whatsapp pribadinya, mengajak ketemuan di Kantor Pemkab, karena yang bersangkutan sedang mengikuti rapat.

Namun, sampai berita ini dilayangkan, Pak Camat tidak merespon desakan warga, untuk tidak menempatkan Pj. Kades Bukabu ditangan seorang perempuan bernama Nanik Suhartatik, S.Sos. AR

Berita Terbaru

Ormas Gerakan Lingkungan Dukung Kortastipidkor Polri Tegakkan Hukum Tanpa Pandang Bulu

Ormas Gerakan Lingkungan Dukung Kortastipidkor Polri Tegakkan Hukum Tanpa Pandang Bulu

Jumat, 10 Jul 2026 21:13 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 21:13 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Gerakan untuk Lingkungan, Rusdi Legowo, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Korps Pemberantasan…

Di Tengah Efisiensi Anggaran, Fraksi DPRD Pertanyakan SILPA Rp154,7 Miliar

Di Tengah Efisiensi Anggaran, Fraksi DPRD Pertanyakan SILPA Rp154,7 Miliar

Jumat, 10 Jul 2026 19:50 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 19:50 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Besarnya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp154,79 miliar di tengah kebijakan efisiensi anggaran …

Sidang Kasus Maidi: Sekda Soeko Akui Minta Rp.50 Juta ke Thariq Megah 

Sidang Kasus Maidi: Sekda Soeko Akui Minta Rp.50 Juta ke Thariq Megah 

Jumat, 10 Jul 2026 19:11 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 19:11 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Madiun Soeko Dwi Handiarto mengakui pernah meminta uang sebesar Rp50 juta kepada mantan Kepala Dinas …

APROKI Ungkap Tantangan Sektor Konstruksi Jatim Serap hingga 210 Ribu Pekerja

APROKI Ungkap Tantangan Sektor Konstruksi Jatim Serap hingga 210 Ribu Pekerja

Jumat, 10 Jul 2026 18:47 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 18:47 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Industri konstruksi di Jawa Timur tak hanya menjadi penggerak pembangunan infrastruktur, tetapi juga berperan besar dalam menciptakan…

APCI Tolak Kemasan Rokok Seragam, Sebut Ancam Nasib 1,5 Juta Petani Cengkeh

APCI Tolak Kemasan Rokok Seragam, Sebut Ancam Nasib 1,5 Juta Petani Cengkeh

Jumat, 10 Jul 2026 18:44 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 18:44 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Rencana pemerintah menerapkan kebijakan penyeragaman kemasan rokok kembali menuai penolakan. Kali ini, keberatan datang dari Asosiasi…

Reputasi Digital Tak Boleh Jadi Alasan Menghapus Karya Jurnalistik

Reputasi Digital Tak Boleh Jadi Alasan Menghapus Karya Jurnalistik

Jumat, 10 Jul 2026 18:42 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 18:42 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Upaya menjaga reputasi digital semakin marak dilakukan di tengah mudahnya informasi ditemukan melalui mesin pencari. Namun, permintaan …