Khofifah, Tahun 2023 Mampu Tekan 383 Ribu Orang Miskin

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Hingga akhir tahun 2023, Pemerintah Provinsi Jawa Timur mampu menekan angka kemiskinan ekstrem hingga 383.920 jiwa. Atau dalam tiga tahun terakhir sejak 2020-2023, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bisa menekan hingga 3,58 persen atau 1.480.140 jiwa.

"Kemiskinan ekstrem di Jatim turun drastis dari 4,4 persen atau setara 1.812.210 jiwa pada 2020 menjadi 0,82 persen atau 331.980 jiwa pada Maret 2023," kata Khofifah, Gubernur Jatim yang pada 13 Februari 2024 nanti akan mengakhiri jabatannya, Rabu (3/1/2024).

Keberhasilan menekan angka kemiskinan esktrem ini juga peran dari Dinas Sosial Jatim, yang dianggap sebagai salah satu pihak yang mampu mengimplementasikan 15 program prioritas untuk menekan angka kemiskinan ekstrem di Jatim bisa menurun drastis se Indonesia.

Hal ini diakui juga oleh Kepala Dinas Sosial Jatim, Restu Novi Widiani, saat ditemui Surabaya Pagi, Rabu (3/1/2024). Restu menilai, pencapaian ini adalah hasil komitmen kuat dalam menjalankan 15 program prioritas untuk pembangunan serta kesejahteraan masyarakat yang digaungkan oleh Gubernur Jatim.

"Ini adalah langkah strategis ibu Gubernur melalui Dinsos Jatim guna mempercepat penurunan kemiskinan," ungkap Novi, dari keterangan yang diterima Surabaya Pagi, Rabu, (3/1/2024).

Novi menyebut, Ke-15 program prioritas Dinsos Jatim yakni, Program Keluarga Harapan (PKH) Plus untuk lansia, Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD) untuk penyandang disabilitas berat, Kelompok Usaha Bersama (KUBE), pengembangan kewirausahaan bagi eks penerima manfaat (PM), penanganan kemiskinan ekstrem, serta Bantuan Langsung Tunai (BLT) buruh pabrik rokok.

Kemudian ada juga buffer stock atau penyediaan bantuan berupa alat bantu dan sarana prasarana bagi penyandang disabilitas, Jatim Social Care (JSC) sebagai percepatan penanganan pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial (PPKS) di Jatim.

Selanjutnya program pembentukan shelter bagi perempuan dan anak korban tindak kekerasan atau perlakuan salah, rehabilitasi sosial dasar PPKS dalam UPT, rehabilitasi sosial dasar PPKS dalam Lembaga Kesejahteraan Sosial, dan Administrasi Terpadu Manajemen (ATM) Pasung.

Selain itu ada, Sistem Informasi Manajemen Pemulangan Orang Telantar yang Terintegrasi dan Teredukasi (Simlontar Rek), penguatan relawan sosial, dan terakhir penanganan bencana baik pra bencana, tanggap darurat bencana, maupun pasca bencana.

"Di samping itu, ada juga program penurunan kemiskinan ekstrem berupa pemberian bantuan sosial untuk usaha ekonomis produktif," kata Novi.

"Jadi untuk setiap penerima manfaat bantuan kemiskinan ekstrem mendapatkan bantuan sebesar Rp1,5 juta. Putaran I tahun 2023 alokasi bantuan ini sebanyak 3000 penerima manfaat," imbuhnya.

 

Faktor Pertumbuhan Ekonomi Jatim

Sebelumnya, Gubernur Khofifah mengungkapkan turunnya angka kemiskinan di Jatim dipengaruhi sejumlah faktor, salah satunya pertumbuhan ekonomi Jatim pada triwulan III 2023  sebesar 1,79 persen atau di atas nasional dan tertinggi se-Jawa.

Selain itu dipengaruhi Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Agustus 2023 sebesar 4,88 persen, turun 0,61 persen poin dibandingkan dengan Agustus 2022 yang 5,49 persen.

Penurunan kemiskinan di Jatim juga didorong oleh peningkatan pendapatan penduduk miskin melalui kegiatan usaha produktif yang didukung permodalan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), diantaranya Program Kredit Sejahtera (Prokesra) dengan plafon maksimal Rp50 juta per debitur yang telah terealisasi untuk 8.941 UMKM dengan subsidi bunga.

Melalui program tersebut pelaku usaha ultra mikro dan mikro hanya menanggung beban bunga pinjaman tiga persen per tahun dengan jangka kredit maksimal 36 bulan.

Selain itu selama setahun terakhir Gubernur Khofifah gencar memberikan bantuan usaha yang telah diterima oleh 6.478 pelaku usaha ultra mikro dan mikro senilai Rp600 ribu hingga Rp2,2 juta dengan pembiayaan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) provinsi setempat. ain/rmc

Berita Terbaru

Dari Gunung hingga Laut, Jejak SBY di Dunia Lukis Dipamerkan di Surabaya

Dari Gunung hingga Laut, Jejak SBY di Dunia Lukis Dipamerkan di Surabaya

Jumat, 18 Sep 2026 09:42 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 09:42 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Presiden ke-6 Republik Indonesia, kali ini hadir di Surabaya bukan melalui panggung politik maupun p…

The Fed Naikkan Suku Bunga, Dolar Menguat

The Fed Naikkan Suku Bunga, Dolar Menguat

Jumat, 18 Sep 2026 09:03 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 09:03 WIB

SURABAYAPAGI.com - Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) menguat terhadap rupiah pagi kemarin, usai Bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed)…

Pokemon, akan Hadirkan Bahasa Indonesia

Pokemon, akan Hadirkan Bahasa Indonesia

Jumat, 18 Sep 2026 09:01 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 09:01 WIB

SURABAYAPAGI.com - The Pokemon Company membawa kabar menggembirakan bagi para penggemar aplikasi Pokemon Trading Card Game Pocket di Tanah Air. Mereka…

Bos Properti China, Khawatir Status Kepemilikan Tanah

Bos Properti China, Khawatir Status Kepemilikan Tanah

Jumat, 18 Sep 2026 08:58 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 08:58 WIB

SURABAYAPAGI.com - Direktur Jenderal Tata Kelola dan Pengendalian Risiko Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), H. Roberia mengatakan telah…

Bisnis Anak Muda di China yang Cuan, Buang Sampah

Bisnis Anak Muda di China yang Cuan, Buang Sampah

Jumat, 18 Sep 2026 08:56 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 08:56 WIB

SURABAYAPAGI.com - Urusan buang sampah yang sering diabaikan masyarakat kini mendatangkan cuan bagi banyak anak muda di China. Layanan ini menjelma jadi tren…

Menkeu Suahasil Bungkam Dicecar Wartawan

Menkeu Suahasil Bungkam Dicecar Wartawan

Jumat, 18 Sep 2026 08:54 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 08:54 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Keuangan (Menkeu), Suahasil Nazara, memilih bungkam saat diberondong sejumlah pertanyaan oleh awak media. Peristiwa tersebut terjadi…