Jumat Berkah

Tahun Baru Islam

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

Tahun baru masehi baru berlalu. Kita menunggu tahun baru Islam.

Dalam penanggalan Islam, Tahun Baru Islam adalah salah satu hari penting bagi Umat Islam. Di Indonesia, Tahun Baru Islam dikenal dengan nama Muharram.

Ajaran Islam lebih mengenal sistem penanggalan kalender Hijriah. Penanggalan ini pertama kali ditetapkan oleh salah satu sahabat nabi, Umar bin Khattab RA.

Hitungannya, Kalender Islam ini mengacu pada siklus perputaran bulan.

Setahu saya di Indonesia, banyak sekali tradisi yang dilakukan orang Indonesia untuk merayakan Tahun Baru Islam. Beberapa dari tradisi ini tidak dapat ditemukan ditempat lainnya, selain di Indonesia.

Di beberapa komunitas pedesaan di Jawa Timur Indonesia, para umat muslim ada yang mempersiapkan beberapa sesaji untuk bersyukur kepada Tuhan. Beberapa sajian ini biasanya terdiri dari buah-buahan, sayur-mayur, dan beras. Sesaji atau Gunungan digelar di pusat lokasi perayaan.

Setelah seluruh sesaji terkumpul, sebuah ritual yang dikenal dengan istilah “Larung Pendam Saji” kemudian ditampilkan. Ritual upacara ini bertujuan untuk memohon anugerah dari Tuhan. Disamping itu, ritual ini juga merupakan wujud syukur dari komunitas penduduk desa  terhadap karunia yang telah dianugerahkan Tuhan kepada hasil pertanian mereka.

Tidak ada dalil yang secara gamblang menjelaskan aturan perayaan tahun baru Masehi oleh muslim. Namun, kitab-kitab terdahulu yang kerap dijadikan rujukan dalam Islam seperti Al Mi'yar al Ma'riby, Ar Raudhah, Faydhul Qodir, Hasyiyah al Jamal ala al Minhaaj, dan Ihyaa 'Ulumuddin pernah menyinggung mengenai hal ini.

Menurut terjemahan dari laman Majelis Permusyawaratan Ulama Kota Banda Aceh, kitab-kitab rujukan muslim tersebut menyepakati perayaan Tahun Baru Masehi disebut sebagai tasyabuh.

Tasyabuh adalah perilaku meniru perkara atau kebiasaan yang dilakukan oleh orang-orang di luar pemeluk agama Islam.

Bila ditelisik melalui sejarahnya, perayaan Tahun Baru masehi bermula dari Kaisar Julius Caesar yang membuat kalender matahari.

Pada akhirnya, setiap 1 Januari diperingati sebagai permulaan tahun oleh bangsa Romawi.

Sementara itu, ajaran Islam melarang muslim untuk menyerupai kebiasaan di luar ajaran Islam. Hal ini dijelaskan dalam surah Al Baqarah ayat 120;" Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah rela kepadamu (Nabi Muhammad) sehingga engkau mengikuti agama mereka. Katakanlah, Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya)." Sungguh, jika engkau mengikuti hawa nafsu mereka setelah ilmu (kebenaran) sampai kepadamu, tidak ada bagimu pelindung dan penolong dari (azab) Allah.

Di samping itu, Rasulullah SAW juga bersabda dalam hadits yang dishahihkan oleh Al Albani: "Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka dia termasuk golongan mereka." (HR Abu Daud)

Senada dengan itu, Dr Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan dalam kitab At-Tauhid Lish-Shaffil Awwal Al-Aliy Syaikhul Islam terjemahan Agus Hasan Bashori menjelaskan, ada dua alasan yang melandasi larangan perayaan Tahun Baru Masehi bagi kaum muslim.

Ia merujuk pendapat dari Ibnu Taimiyah RA yang menyebutkan, kegiatan itu tidak pernah ada dalam ajaran Islam dan tidak termasuk dalam kebiasaan salaf. Selain itu, kegiatan tersebut dianggap sebagai bid'ah yang diada-adakan.

"Tidak halal bagi kaum muslimin ber-tasyabuh (menyerupai) mereka dalam hal-hal yang khusus bagi hari raya mereka; seperti, makanan, pakaian, mandi, menyalakan lilin, meliburkan kebiasaan seperti bekerja dan beribadah ataupun yang lainnya," demikian penjelasannya. ([email protected])

 

Oleh:

Hj Lordna Putri

Berita Terbaru

DPRD Surabaya Dorong Pengadaan Seragam Terpusat

DPRD Surabaya Dorong Pengadaan Seragam Terpusat

Minggu, 27 Sep 2026 16:47 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 16:47 WIB

SURABAYAPAGI, com. Surabaya - Persoalan seragam batik sekolah dikeluhan wali murid menjadi perhatian DPRD Kota Surabaya. Anggota Komisi D DPRD Surabaya  Ajeng …

Gebrakan Demokrat Jatim, Gelar Donor Darah Serentak di 38 Kabupaten/Kota

Gebrakan Demokrat Jatim, Gelar Donor Darah Serentak di 38 Kabupaten/Kota

Minggu, 27 Sep 2026 15:52 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 15:52 WIB

 SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA – DPD Partai Demokrat Jawa Timur menggelar aksi donor darah serentak di 38 kabupaten/kota dalam rangka memperingati Hari Ulang Ta…

Tak Hanya Hidup Sehat, Warga Mojokerto Dibekali Keterampilan Menyelamatkan Nyawa

Tak Hanya Hidup Sehat, Warga Mojokerto Dibekali Keterampilan Menyelamatkan Nyawa

Minggu, 27 Sep 2026 15:35 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 15:35 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Menjaga kesehatan bukan hanya tentang mencegah penyakit, tetapi juga kesiapan menghadapi kondisi darurat yang dapat terjadi kapan …

Kick Off Road HUT IDI, Ning Ita Dorong Kolaborasi Perkuat Pengabdian kepada Masyarakat

Kick Off Road HUT IDI, Ning Ita Dorong Kolaborasi Perkuat Pengabdian kepada Masyarakat

Minggu, 27 Sep 2026 15:31 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 15:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari atau Ning Ita mendorong penguatan kolaborasi antara Pemerintah Kota Mojokerto dan Ikatan…

Kekeringan Musim Kemarau, Polsek Gandusari bersama Tiga Pilar, Toga dan Tomas Salurkan Bantuan Air Bersih

Kekeringan Musim Kemarau, Polsek Gandusari bersama Tiga Pilar, Toga dan Tomas Salurkan Bantuan Air Bersih

Minggu, 27 Sep 2026 15:28 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 15:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Dalam rangka membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di tengah kondisi kekeringan, di musim kemarau yang panjang ini,…

Sumur Mengering saat Kemarau, Puluhan Desa di Trenggalek Krisis Air Bersih

Sumur Mengering saat Kemarau, Puluhan Desa di Trenggalek Krisis Air Bersih

Minggu, 27 Sep 2026 14:50 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 14:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Setelah debit sumur warga terus menurun saat musim kemarau panjang, kini sedikitnya 50 desa di 12 kecamatan di Kabupaten…