SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Dalam debat Minggu malam lalu (7/1/2024), tiga calon presiden beradu gagasan, tapi tetap bisa melebar ke agenda serang-menyerang. Capres Anies Baswedan, dan Prabowo Subianto, tampak mencolok perangainya. Beda antara capres Ganjar Pranowo dan Prabowo, yang terkesan bersahabat .
Dari sudut pandang debat capres adalah taktik menarik pemilih, masuk akal elektabilitas Ganjar yang bulan Agustus 2023 masih tinggi disalip Anies Baswedan. Ini menurut saya strategi marketing politik. Saya memetik kesan, Anies cermat memainkan strategi mengempur lawan tanpa berhenti. Ia seperti meniru gaya sepakbola timnas jerman yang lebih dikenal dengan tim panser (mesin disel)nya.
Dibalik kisah serangan paslon Perubahan "gempur" paslon "petahana" ada semacam tragedi yang menurut akal sehat saya memalukan.
Terliput di TV, ada peristiwa yang menyedihkan. Usai menampilkan suasana panas antara Anies - Prabowo, ketika debat selesai keduanya sampai tak bersalaman.
Beda dengan calon presiden nomor urut 3 Ganjar saat debat berakhir, bersalaman dengan Prabowo dan Anies. Sedangkan Prabowo dan Anies tidak bersalaman.
Setelah bersalaman dengan Ganjar, Anies menyalami cawapres Prabowo, yakni Gibran Rakabuming Raka yang menghampirinya. Lalu, Anies menyalami cawapres Ganjar, yaitu Mahfud Md.
Sementara Anies yang berdiri di sayap kiri panggung tak dihampiri oleh Prabowo.
Prabowo justru berjalan ke sayap kanan, sebelum dihampiri ketua umum partai politik pengusungnya, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto dan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan.
Anies pun nampak langsung berjalan ke luar arena debat, sebelum akhirnya kembali lagi bersama cawapresnya, Muhaimin Iskandar . Kembalinya Anies, ke arena debat, bukan untuk bersalaman, tapi lakukan sesi foto bersama. Setelah itu, ruang debat pun dipenuhi para hadirin di acara debat.
***
Suasana panas bertema Pertahanan, Keamanan, Hubungan Internasional, Globalisasi, Geopolitik dan Politik Luar Negeri, juga mengungkit etik, mengapa capres Prabowo mau menggandeng Gibran, sebagai cawapresnya?.
Padahal tema debat seputar pertahanan, keamanan, geopolitik, hubungan internasional, dan politik luar negeri. Anies selain menyoal, juga kritik etika rekrut Gibran, jadi cawapresnya.
Sampai debat ketiga semalam, saya bertanya mengapa capres Prabowo jadi sasaran kritik dua capres lain? Padahal ia bukan incumbent? Apa karena Prabowo, masih menjabat menteri Jokowi? Gambaran di acara debat capres dan kampanye, tampaknya pemerintahan Jokowi sedang tidak dalam kondisi baik.
Dalam debat capres semalam, tidak hanya antara Anies dan Prabowo yang saling serang dan berbalas argumen. Capres Ganjar Pranowo, diakhir sesi, ikut mengkritik Prabowo. Ini makin menunjukan persaingan capres ini cenderung berhadapannya
Anies dengan Prabowo. Anies bahkan menyindir kapasitas Prabowo sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) yang dianggap belum bekerja optimal selama empat tahun.
Prabowo kemudian berkali-kali menyindir balik Anies dan menyebut data eks Gubernur DKI Jakarta itu keliru.
Puncaknya, Prabowo sampai melontarkan argumen keras kepada Anies yang dianggapnya tak layak bicara soal etika kepadanya.
Prabowo sampai menegaskan Anies tidak pantas memberi pertanyaan mengenai etika.
Dalam jumpa pers usai debat, Anies memberikan keterangan pers. Eks Gubernur DKI Jakarta itu menyebut urusan debat bukanlah persoalan pribadi.
"Ini bukan persolan pribadi, ini persolan bangsa. Karena itu lah kita tunjukkan apa saja yang selama ini jadi masalah," tegasnya.
Menurut Anies, seorang pemimpin justru harus menjunjung tinggi etika.
"Kami percaya masyarakat Indonesia bisa menyandingkan. Masyarakat bisa mengambil preferensi, ambil keputusan mana yang lebih tepat, siapa yang lebih tepat untuk dititipkan keamanan dan keselamatan negara," sebut Anies
Anies sebelumnya menyoroti keputusan Prabowo untuk membeli Alutsista bekas. Dia juga menyindir keputusan Menteri Pertahanan tersebut untuk "jalan terus dengan cawapres yang melanggar etika"setelah cawapresnya melenggang ke kontestasi pemilu 2024 hasil keputusan Mahkamah Konstitusi. Prabowo, membalas.
"Saya bersedia kita duduk, buka-bukaan. Mau bicara apa, PT Teknologi Militer Indonesia? Kita buka. Di mana masalahnya? Anda bicara etika-etika, saya keberatan. Saya menilai Anda desak Saya. Saya menilai Anda tidak pantas bicara soal etik," tegas Prabowo.
***
Debat capres hari Minggu (7/1/2024), publik bisa menyerap mana paslon yang bernarasi, dan mana paslon yang berposisi pejabat atau menempatkan diri mewakili pemerintahan yang sedang berkuasa. Akal sehat saya bilang debat malam itu bisa untuk mengukur siapa paslon yang siap berdebat dengan argumentasi yang masuk akal dan siapa yang berpenampilan bukan paslon, tapi bak orang yang sedang berkuasa.
Padahal, sebagian pemilih rasional yang saya tanyai mengatakan, forum debat capres dan cawapres berfungsi sebagai bagian dari proses berdemokrasi secara dewasa, bukan sebagai ajang meletigimasi penyelenggara pemilu yang dinilai tidak netral. Tapi dari debat malam ini ada paslon yang suka emosi. Ini menggambarkan posisi antar paslon tak setara. Padahal tujuan diadakannya debat pasangan capres dan cawapres antara lain untuk membahas isu-isu yang relevan dengan pemilihan presiden. Dengan adanya debat capres-cawapres, pemilih dapat memperoleh informasi yang cukup untuk membuat keputusan yang tepat.
Mengutip penelitian Thomas Holbrook, ia berpendapat perdebatan akan memperkuat keyakinan pemilih dalam menilai kandidat. Bahkan berdasarkan pengalaman berdemokrasi sebelumnya, sesuai dengan hasil jajak pendapat lembaga survei, penampilan pasangan capres dan cawapres dalam debat punya dampak pada elektabilitas paslon.
Tapi ada penelitian yang mengungkap tidak ada korelasi antara pemenang dalam debat dengan siapa yang akhirnya memenangkan kursi kepresidenan dalam pemilu.
Debat capres-cawapes bisa untuk yunjukkan intelektualitas capres-cawapres. Cara berdebatnya bisa memberikan contoh cara berdemokrasi yang baik dan benar sehingga bisa menjadi rol model bagi proses demokrasi untuk pemilih rasional dan pemula.
Pertanyaannya dengan begitu banyak muntahan peluru pedas ke capres Prabowo-cawapres Gibran, benarkah pemerintahan Jokowi sedang dalam kondisi tidak baik-baik amat? ([email protected])
Editor : Moch Ilham