Pesta Miras di Warkop, Tiga Mahasiswa Universitas Narotama Tewas

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Kasus tiga orang musisi yang tewas usai menenggak miras, menjelang akhir tahun 2023 lalu, kini kembali terulang. Terbaru, tiga mahasiswa tewas usai menenggak miras di salah satu sebuah warung kopi di daerah Sukolilo Surabaya. Mereka juga berkaitan dengan musik, yakni mahasiswa yang menjadi anggota Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) musik di Universitas Narotama Surabaya.

Dari data yang digali Surabaya Pagi, tiga mahasiswa Universitas Narotama Surabaya itu berinisial WAA, OKM dan RAM. Mereka bertiga diduga menggelar pesta miras di sebuah warkop pada Kamis (4/1/2024) malam lalu.

Kapolsek Sukolilo, Kompol I Made Patera Negara mengatakan, semula kejadian tersebut ditangani Polsek Wonokromo untuk pengurusan pengambilan jenazah korban dari rumah sakit.

"Benar, kemarin dapat laporan dari Polsek Wonokromo. Namun, penyebab kematian apakah karena miras, masih kami selidiki," ungkap Kompol I Made Patera Negara, Senin (8/1/2024).

Menurut Made, ketiga korban tewas ini diketahui tergabung dalam UKM Musik Narotama Surabaya. Korban meninggal pertama adalah WAA. Ia meninggal di Bojonegoro pada Jumat (5/1/2023) pagi.

Korban selanjutnya adalah OKM, meninggal selang beberapa jam usai korban WAA tewas. Berikutnya, korban terakhir meninggal dunia adalah RAM. Ia sempat melayat ke Bojonegoro rumah WAA. Namun meninggal dunia pada Sabtu (6/1/2024) sekitar pukul 22.00 malam.

Made menjelaskan pada saat para korban meninggal di rumah sakit, pihak keluarga sempat tak bisa mengambil jenazah. Sebab, saat itu belum ada laporan resmi ke kepolisian.

"Lalu, dari pihak keluarga OKM dan RAM memohon ke rumah sakit. Lalu, membuat surat pernyataan agar tidak menuntut pihak manapun usai mengambil jasad mereka," terang Made.

 

Harus Laporan Polisi

Sedangkan untuk penyebab kematian para korban. Made menyebut pihak keluarga harus melakukan laporan ke polisi dahulu. Sebab dengan begitu, maka polisi bisa melakukan penyelidikan hingga autopsi penyebab kematian ketiga korban.

"Ini masih pulbaket, untuk tahu meninggal karena miras kan harus diautopsi, harus ada laporan polisi dulu, lalu ambil cairan yang diduga karena miras, sebelum ada keterangan dari labfor ya. Yang jelas kami dari Polsek membenarkan para korban pernah minum di sana pada Kamis (4/1/2024) malam, tapi belum tahu penyebab meninggal karena miras atau tidak," tandas Made.

 

Selidiki Warkop Jual Miras

Sementara, lanjut Made, langsung menyelidiki tempat dimana diduga menjadi pesta miras oleh tiga mahasiswa Universitas Narotama Surabaya itu.

"Informasinya minum miras di wilayah kami, di Sukolilo. Kami cari tahu tempat minumnya korban. Setelah itu, kami meminta keterangan ke pemilik warung dan membenarkan menjual miras tersebut," kata I Made, Senin (8/1/2024).

Menurut Made, usai pemilik warung berlokasi di dekat kampus Narotama itu mengaku. Kepolisian melaksanakan introgasi mendadak kepadanya. "Pemilik warung tersebut kami interogasi satu orang. Memang benar, korban ini minum miras di sana, tanggal 4 Januari 2024 malam," jelasnya.

 

Keluarga Korban Tolak Autopsi

Kendati demikian, lanjut Made, polisi langsung mengambil tindakan menyita sejumlah barang bukti miras botolan dan berkoordinasi dengan keluarga korban. Namun pihak keluarga menolak diautopsi.

"Kami (polisi) sudah ambil tindakan. Juga menunggu dari pihak korban, kalau buat laporan tentu, akan segera kami tindak lanjuti," bebernya.

Sementara, di lokasi 3 mahasiswa menggelar pesta miras itu. Salah seorang warga membenarkan, bahwa warkop tersebut sering digunakan sebagai tempat nongkrong mabuk miras.

"Beberapa kali, orang-orang nongkrong sambil mabuk-mabukan. Biasanya aktivitasnya ketika malam hari," pungkasnya.

 

Narotama Benarkan Status Mahasiswa

Terpisah, Kabag Humas Universitas Narotama, Evi Retnowulan membenarkan bahwa tiga korban itu adalah mahasiswanya.

Evi menjelaskan, WAA adalah mahasiswa non aktif angkatan 2017, karena cuti. Kemudian OKM adalah mahasiswa aktif jurusan manajemen 2021, serta RAM merupakan alumnus. "Tiga mahasiswa ini tergabung dalam UKM Musik Narotama Surabaya," tandas Evi.

Meski begitu, Evi menegaskan, mereka melakukan kegiatan diluar aktivitas kampus. "Mereka ini kumpul-kumpul sendiri. Tidak ada acara kampus pada hari itu," ungkap Evi.

Menurut Evi, lembaga kampus tidak senantiasa mengawasi seluruh kegiatan mahasiswa di luar perkuliahan. Namun, pihak kampus ikut menyampaikan duka mendalam.

"Kami mendengar informasi tersebut dari beberapa mahasiswa. Kami masih dalami lagi untuk kronologi pastinya," terangnya. alq/byb/ril/rmc

Berita Terbaru

Nella Kharisma hingga Mollucan Soul Ramaikan Pembukaan HGI City Cup Surabaya

Nella Kharisma hingga Mollucan Soul Ramaikan Pembukaan HGI City Cup Surabaya

Jumat, 24 Apr 2026 20:42 WIB

Jumat, 24 Apr 2026 20:42 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Event HGI City Cup 2026 Surabaya Fest dipastikan berlangsung meriah dengan menghadirkan hiburan musik dan rangkaian turnamen domino y…

Pelaku Pembacokan di Menganti Ditangkap di Malang, Polisi Ungkap Motif Sweeping

Pelaku Pembacokan di Menganti Ditangkap di Malang, Polisi Ungkap Motif Sweeping

Jumat, 24 Apr 2026 20:28 WIB

Jumat, 24 Apr 2026 20:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Aparat Satreskrim Polres Gresik berhasil menangkap pelaku pembacokan yang terjadi di wilayah Menganti, Gresik. Setelah sempat m…

Kolaborasi Pemprov Jatim dan PLN Hantarkan Desa Gosari Raih Penghargaan Nasional

Kolaborasi Pemprov Jatim dan PLN Hantarkan Desa Gosari Raih Penghargaan Nasional

Jumat, 24 Apr 2026 20:19 WIB

Jumat, 24 Apr 2026 20:19 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima Penghargaan Corporate Social Responsibility (CSR) dan Pengembangan Desa B…

UNAIR dan Kemlu RI Dorong Kolaborasi Global Hadapi Krisis Iklim

UNAIR dan Kemlu RI Dorong Kolaborasi Global Hadapi Krisis Iklim

Jumat, 24 Apr 2026 17:45 WIB

Jumat, 24 Apr 2026 17:45 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Universitas Airlangga (UNAIR) bersama Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dan Asia-Europe Foundation menggelar peringatan ASEM D…

Survei Prakarsa: Sebanyak 45,3 Persen Masyarakat Lamongan Belum Puas  dengan Layanan Publik

Survei Prakarsa: Sebanyak 45,3 Persen Masyarakat Lamongan Belum Puas  dengan Layanan Publik

Jumat, 24 Apr 2026 17:40 WIB

Jumat, 24 Apr 2026 17:40 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan – Meski capaian kinerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan sepanjang tahun 2025 dalam LKPJ bupati cukup tinggi, namun itu tidak b…

Pemprov Jatim Tegaskan Tidak Intervensi Proses Hukum, Namun Tetap Dampingi ASN

Pemprov Jatim Tegaskan Tidak Intervensi Proses Hukum, Namun Tetap Dampingi ASN

Jumat, 24 Apr 2026 17:28 WIB

Jumat, 24 Apr 2026 17:28 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyiapkan pendampingan hukum bagi aparatur sipil negara (ASN) yang tengah menghadapi persoalan hukum, t…