Waduh! Masih Awal Tahun 2024, Tingkat Perceraian di Blitar Tinggi, Sudah 3.454 Menjanda

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi Pengadilan Agama kelas 1 A Blitar, terkait tingkat perceraian yang tinggi di Blitar. SP/ BLT
Ilustrasi Pengadilan Agama kelas 1 A Blitar, terkait tingkat perceraian yang tinggi di Blitar. SP/ BLT

i

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Sebanyak 3.454 perempuan di Blitar Raya menyandang status janda, akibat tingkat perceraian yang tinggi pula di awal tahun 2024. Hal itu dilatarbelakangi mayoritas karena faktor ekonomi, berbeda prinsip, ekonomi hingga perselingkuhan.

“Ada banyak faktor (yang mempengaruhi), tetapi ketiga faktor itu yang paling banyak menjadi alasan untuk kasus perceraian,” Juru Bicara Pengadilan Agama kelas 1 A Blitar Edi Marsis, Jumat (12/01/2024).

Sedangkan dari data yang dimiliki oleh Pengadilan Agama Blitar, jumlah cerai talak diajukan oleh pihak suami yaitu sekitar 900 perkara. 

Sementara, gugatan cerai diajukan pihak istri mencapai sekitar 2.554 perkara. Hal itu menunjukkan bahwa banyak perempuan di Blitar yang memilih berpisah dengan pasangannya di tahun 2023 lalu. 

“Selama tahun 2023 diketahui ada 3.454 perkara cerai yang diputus. Itu termasuk cerai talak maupun cerai gugat,” katanya.

“Jadi untuk perkara perceraian yang sudah diputuskan ini, didominasi atau paling banyak adalah cerai gugat yang diajukan istri,” terangnya.

Sebagai informasi, pada 2022, jumlah kasus perceraian yang diputus oleh PA Blitar sebanyak 3.747 perkara. Terdiri dari 1.022 perkara cerai talak, dan 2.725 perkara cerai gugat. Jumlah kasus perceraian ini lebih banyak dibandingkan pada tahun 2023.

“Untuk saat ini, kami masih memiliki PR untuk sisa perkara akhir tahun 2023. Jumlahnya sekitar 319 perkara, baik cerai talak maupun cerai gugat,” tutupnya. blt-01/dsy

Berita Terbaru

Marhaenisme dan Relevansi Pemikiran Bung Karno

Marhaenisme dan Relevansi Pemikiran Bung Karno

Selasa, 18 Agu 2026 22:49 WIB

Selasa, 18 Agu 2026 22:49 WIB

Oleh Deni Wicaksono Ketua Persatuan Alumni GMNI Jawa Timur…

KEI Dorong Kelompok Rentan Pagerungan Besar Olah Sampah Jadi Produk Bernilai Ekonomi

KEI Dorong Kelompok Rentan Pagerungan Besar Olah Sampah Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Selasa, 18 Agu 2026 22:11 WIB

Selasa, 18 Agu 2026 22:11 WIB

SURABAYAPAGI, Sumenep - SKK Migas-Kangean Energy Indonesia (KEI) bersama Pemuda Karang Taruna Laskar Obor menggelar pelatihan daur ulang sampah non-B3 bagi…

Dalang Cilik Naik Panggung, Petrokimia Gresik Dorong Regenerasi Seni Wayang

Dalang Cilik Naik Panggung, Petrokimia Gresik Dorong Regenerasi Seni Wayang

Selasa, 18 Agu 2026 19:45 WIB

Selasa, 18 Agu 2026 19:45 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik — Upaya melestarikan seni dan budaya tradisional terus dilakukan PT Petrokimia Gresik (Persero). Di tengah pesatnya perkembangan z…

Warga Uji Transparansi Pergantian Pimpinan DPRD Magetan, Rekaman Paripurna Diminta Dibuka

Warga Uji Transparansi Pergantian Pimpinan DPRD Magetan, Rekaman Paripurna Diminta Dibuka

Selasa, 18 Agu 2026 19:22 WIB

Selasa, 18 Agu 2026 19:22 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Magetan – Proses pergantian pimpinan DPRD Kabupaten Magetan kembali menjadi perhatian. Kali ini, publik meminta dokumen dan rekaman Rapat Par…

AUM Wealth Management Danamon Tumbuh 20 Persen, Bisnis Priority Banking Makin Diperkuat

AUM Wealth Management Danamon Tumbuh 20 Persen, Bisnis Priority Banking Makin Diperkuat

Selasa, 18 Agu 2026 19:10 WIB

Selasa, 18 Agu 2026 19:10 WIB

SurabayaPagi, Jakarta – PT Bank Danamon Indonesia Tbk kembali memperkuat bisnis pengelolaan kekayaan (wealth management) setelah meraih dua penghargaan dalam A…

Jadi Alarm bagi Ketahanan Pangan, Harga Gabah di Magetan Nyaris Rp9 Ribu per Kg

Jadi Alarm bagi Ketahanan Pangan, Harga Gabah di Magetan Nyaris Rp9 Ribu per Kg

Selasa, 18 Agu 2026 15:33 WIB

Selasa, 18 Agu 2026 15:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Baru-baru ini, harga komoditas gabah di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, sedang berada di level tinggi. Gabah kering giling (GKG)…