Waduh! Masih Awal Tahun 2024, Tingkat Perceraian di Blitar Tinggi, Sudah 3.454 Menjanda

author surabayapagi.com

- Pewarta

Jumat, 12 Jan 2024 15:44 WIB

Waduh! Masih Awal Tahun 2024, Tingkat Perceraian di Blitar Tinggi, Sudah 3.454 Menjanda

i

Ilustrasi Pengadilan Agama kelas 1 A Blitar, terkait tingkat perceraian yang tinggi di Blitar. SP/ BLT

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Sebanyak 3.454 perempuan di Blitar Raya menyandang status janda, akibat tingkat perceraian yang tinggi pula di awal tahun 2024. Hal itu dilatarbelakangi mayoritas karena faktor ekonomi, berbeda prinsip, ekonomi hingga perselingkuhan.

“Ada banyak faktor (yang mempengaruhi), tetapi ketiga faktor itu yang paling banyak menjadi alasan untuk kasus perceraian,” Juru Bicara Pengadilan Agama kelas 1 A Blitar Edi Marsis, Jumat (12/01/2024).

Baca Juga: Diduga Mabuk saat Berkendara, Pikap Tabrak 2 Motor dan Bus Pariwisata

Sedangkan dari data yang dimiliki oleh Pengadilan Agama Blitar, jumlah cerai talak diajukan oleh pihak suami yaitu sekitar 900 perkara. 

Sementara, gugatan cerai diajukan pihak istri mencapai sekitar 2.554 perkara. Hal itu menunjukkan bahwa banyak perempuan di Blitar yang memilih berpisah dengan pasangannya di tahun 2023 lalu. 

Baca Juga: Kecelakaan Beruntun di Blitar: 1 Bus, 2 Sepeda Motor dan 1 Mobil Pikap Ringsek Parah

“Selama tahun 2023 diketahui ada 3.454 perkara cerai yang diputus. Itu termasuk cerai talak maupun cerai gugat,” katanya.

“Jadi untuk perkara perceraian yang sudah diputuskan ini, didominasi atau paling banyak adalah cerai gugat yang diajukan istri,” terangnya.

Baca Juga: Dua Penambang Pasir Liar di Blitar Meninggal Tertimbun Longsor

Sebagai informasi, pada 2022, jumlah kasus perceraian yang diputus oleh PA Blitar sebanyak 3.747 perkara. Terdiri dari 1.022 perkara cerai talak, dan 2.725 perkara cerai gugat. Jumlah kasus perceraian ini lebih banyak dibandingkan pada tahun 2023.

“Untuk saat ini, kami masih memiliki PR untuk sisa perkara akhir tahun 2023. Jumlahnya sekitar 319 perkara, baik cerai talak maupun cerai gugat,” tutupnya. blt-01/dsy

Editor : Desy P.

BERITA TERBARU