SURABAYAPAGI.COM, Blitar - Musim penghujan disertai angin, kota Blitar terdampak musim penghujan selain pohon pohon ada yang tumbang, termasuk di wilayah Kelurahan Tanjungsari Kec.Sukorejo Kota Blitar, sejak 3 hari lalu diserang ulat bulu sebesar kelingking orang dewasa bertebaran dan merembet ke pemukiman warga kelurahan Tanjungsari. Akibatnya aktivitas warga betul betul terganggu, apalagi ulat ulat bulu berwarna hitam dan coklat itu merembet di dinding dinding pemukiman warga.
Seperti yang dialami Al Imroh (55) salah satu warga yang sehari-hari membuka lapak dagang makanan menyampaikan pada wartawan pada Selasa (17/1) pagi, dengan bertebarnya ulat bulu itu dirinya dan warga lainya sangat terganggu, karena masuk masuk kerumah dan menempel di tembok tembok perumahan.
"Saya sama sekali tidak bisa berjualan, apa lagi banyaknya uler (ulat) itu berada di sekitar jualan saya," tutur Al Imroh.
Untuk diketahui di depan beberapa perumahan warga termasuk Al Imrah ada hamparan tanah yang ditanami pohon jati, dan diduga ribuan ulat berbulu itu berasal dari pohon-pohon jati yang rata rata berdiameter 10 sampai 15 Cm, karena musim penghujan itulah ulat berbulu itu muncul.
Atas peristiwa itu pihak kelurahan segera mengambil tindakan untuk antisipasi keberadaan ulat ulat berbulu itu setelah warga melaporkan keberadaan ulat ulat tersebut, apalagi bila ulat ulat itu menempel pada kulit terasa gatal yang menyengat.
Menanggapi hal itu, Dinas Damkar Kota Blitar melakukan penyemprotan ulat-ulat tersebut termasuk pada pohon-pohon jati.
"Kita langsung melaporkan ke Pemkot Blitar setelah terima laporan warga atas gangguan ulat ulat, dan hari ini pihak damkar sudah melakukan penyemprotan di rumah rumah warga yang terdampak keberadaan ulat bulu juga penyemprotan di pohon pohon jati," kata Setyo Wahyudi selaku Sekretaris kelurahan Tanjungsari. Les
Editor : Moch Ilham