Ribuan Ulat Bulu Teror Warga Blitar

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Petugas menyemprotkan insektisida untuk membasmi ulat bulu yang meneror warga. SP/Lestariono
Petugas menyemprotkan insektisida untuk membasmi ulat bulu yang meneror warga. SP/Lestariono

i

SURABAYAPAGI.COM, Blitar - Musim penghujan disertai angin, kota Blitar terdampak musim penghujan selain pohon pohon ada yang tumbang, termasuk di wilayah Kelurahan Tanjungsari Kec.Sukorejo Kota Blitar, sejak 3 hari lalu diserang ulat bulu sebesar kelingking orang dewasa bertebaran dan merembet ke pemukiman  warga kelurahan Tanjungsari. Akibatnya aktivitas warga betul betul terganggu, apalagi ulat ulat bulu berwarna hitam dan coklat  itu merembet di dinding dinding pemukiman warga.

Seperti yang dialami Al Imroh (55) salah satu warga yang sehari-hari membuka lapak dagang makanan menyampaikan pada wartawan pada Selasa (17/1) pagi, dengan bertebarnya ulat bulu itu dirinya dan warga lainya sangat terganggu, karena masuk masuk kerumah dan menempel di tembok tembok perumahan.

"Saya sama sekali tidak bisa berjualan, apa lagi banyaknya uler (ulat) itu berada di sekitar jualan saya," tutur Al Imroh.

Untuk diketahui di depan beberapa perumahan warga termasuk Al Imrah ada hamparan tanah yang ditanami pohon jati, dan diduga ribuan ulat berbulu itu berasal dari pohon-pohon jati yang rata rata berdiameter 10 sampai 15 Cm, karena musim penghujan itulah ulat berbulu itu muncul. 

 

Atas peristiwa itu  pihak kelurahan segera mengambil tindakan untuk antisipasi keberadaan ulat ulat berbulu itu setelah warga melaporkan keberadaan ulat ulat tersebut, apalagi bila ulat ulat itu menempel pada kulit terasa gatal yang menyengat.

Menanggapi hal itu, Dinas Damkar Kota Blitar melakukan penyemprotan ulat-ulat tersebut termasuk pada pohon-pohon jati.

"Kita langsung melaporkan ke Pemkot Blitar setelah terima laporan warga atas gangguan ulat ulat, dan hari ini pihak damkar sudah melakukan penyemprotan di rumah rumah warga yang terdampak keberadaan ulat bulu juga penyemprotan di pohon pohon jati," kata Setyo Wahyudi selaku Sekretaris kelurahan Tanjungsari. Les

Berita Terbaru

Perluas Jangkauan Program Homecare untuk Tokoh Agama dan Masyarakat

Perluas Jangkauan Program Homecare untuk Tokoh Agama dan Masyarakat

Selasa, 22 Sep 2026 20:33 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 20:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM- Jember — Program pelayanan pemeriksaan kesehatan yang digulirkan oleh Pemerintah Kabupaten mendapat sambutan hangat dari kalangan tokoh m…

Bupati Gus Fawait Perjuangkan Lahan Garapan Warga di TP Silo ke Pemerintah Pusat

Bupati Gus Fawait Perjuangkan Lahan Garapan Warga di TP Silo ke Pemerintah Pusat

Selasa, 22 Sep 2026 20:15 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 20:15 WIB

SURABAYAPAGI.COM-JEMBER — Gejolak Warga ditengah rencana pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) di Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, memasuki b…

Fraksi PKB Minta Potongan Aplikasi hingga Jaminan Sosial Pengemudi Ojol Masuk Perda

Fraksi PKB Minta Potongan Aplikasi hingga Jaminan Sosial Pengemudi Ojol Masuk Perda

Selasa, 22 Sep 2026 20:10 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 20:10 WIB

SURABAYAPAGI.COM-SURABAYA — Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Jawa Timur meminta Raperda Penyelenggaraan Jasa Transportasi Berbasis Aplikasi m…

DPRD Jatim Wacanakan Pendidikan SD-Kuliah Gratis Ditanggung Pusat

DPRD Jatim Wacanakan Pendidikan SD-Kuliah Gratis Ditanggung Pusat

Selasa, 22 Sep 2026 20:09 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 20:09 WIB

SURABAYAPAGI.COM-SURABAYA — Wacana Presiden Prabowo Subianto menggratiskan pendidikan negeri mulai SD hingga perguruan tinggi mendapat respons DPRD Jawa Timur. …

Massa yang Diduga Pesilat dan Polisi Saling Dorong di Jalan Merak, Kapolres Siap Pertemukan Dua Kubu PSHT

Massa yang Diduga Pesilat dan Polisi Saling Dorong di Jalan Merak, Kapolres Siap Pertemukan Dua Kubu PSHT

Selasa, 22 Sep 2026 20:07 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 20:07 WIB

SURABAYA PAGI, ‎Madiun — Ketegangan terjadi saat massa yang diduga pesilat berusaha menuju Padepokan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Jalan Merak, Kota …

174 Desa di Kabupaten Madiun Berstatus Mandiri, DPMD Targetkan Seluruh Desa Naik Kelas

174 Desa di Kabupaten Madiun Berstatus Mandiri, DPMD Targetkan Seluruh Desa Naik Kelas

Selasa, 22 Sep 2026 17:22 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 17:22 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun mencatat sebanyak 174 dari total 198 desa telah berstatus Desa Mandiri berdasarkan hasil Pemutakhiran In…