Catatan jurnalistik saya, Presiden Joko Widodo pada tahun politik ini sering dikritik.
Tampaknya ia kelihatan tegar. Bahkan Bobby Nasution, menantunya membuat video tari gemoi bareng Kahiyang, istrinya yang anak Jokowi. Jokowi tak menegur.
Hasil pantauan saya dalam setahun ini, keluarganya happy semua. Termasuk Anwar Usman, adik iparnya mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK).
Anwar, meski telah dicopot dari jabatan di yudikatif, Anwar Usman, tampak happy. Ia menggugat Suhartoyo, penggantinya
Sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi. Gugatan diajukan ke PTUN. Isyaratnya Anwar Usman, tidak dalam kondisi jatuh mental. Padahal setelah meloloskan Gibran, keponakannnya yang belum cukup umur bisa maju cawapres, kritik pedas menimpanya. Kritik dari praktisi hukum sampai akademisi hukum. Fenomena apa?
Bisa disebut Jokowi dan keluarga anti kritik.
Ada teori dan riset psikologi dan penelitian selama puluhan tahun, orang selalu punya taktik cerdik untuk tetap positif dalam menghadapi kritik.
Seni mengelak dari kritik membutuhkan perhatian yang selektif dan kepiawaian dalam teknik membohongi diri sendiri. Banyak orang secara hati-hati hanya mencari pujian, misalnya, meminta kritik hanya dari kawan yang suportif, dan hanya tentang urusan yang menjadi keahliannya. Tapi mungkin teknik mengelak yang paling sederhana ialah menghindari kritik sama sekali .
Akademisi Douglas Stone dan Sheila Heen dalam buku mereka Thanks for the Feedback, "Ketika kami memberi masukan, kita menyadari si penerima tidak pandai menerimanya. Ketika kami menerima masukan, kami menyadari si pemberi masukan tidak pandai memberikannya."
"Dalam semangat ini, ketika pemeriksa mengatakan bahwa laporan riset kami akan "lebih baik dengan beberapa perbaikun", sangat sulit menahan diri untuk tidak mengomentari kesalahan ejaan si pengkritik. Ia menduga kalau mereka tidak kompeten.
Ini suatu penelitian. Apakah keluarga Presiden Jokowi menganggap pengkritiknya tidak kompeten? Walahualam
***
Minggu kemarin, Presiden Jokowi, menepis isu 15 menterinya siap mundur dari Kabinet Indonesia Maju. Jokowi menegaskan pihaknya selalu menggelar rapat dengan menteri-menteri setiap hari.
"Menteri tiap hari kita ratas, tiap hari kita rapat terbatas, tiap hari kita rapat internal, tiap hari, dengan semua menteri, dengan semua atau sebagian menteri," kata Jokowi usai menghadiri Harlah Muslimat NU, di Gelora Bung Karno, Sabtu (20/1/2024).
Jokowi tidak menjawab gamblang soal benar atau tidaknya isu tersebut. Dia memastikan dirinya selalu menggelar rapat menteri setiap harinya.
"Ya kabarnya dari siapa ha-ha-ha," kata Jokowi saat ditanya apakah kabar tersebut hoaks.
Publik tahu kabarnya dari Faisal Basri, teman kuliah Menkeu Sri Mulyani di Fakultas Ekonomi UI.
Faisal, yang Ekonom Senior INDEF menyebut total ada 15 menteri yang kemungkinan mundur. Ini menteri teknokrat (bukan dari partai) atau yang berasal dari partai oposisi.
"Saya ngobrol-ngobrol kan dengan petinggi-petinggi partai dan macam-macam, nah muncul katanya yang paling siap itu Ibu Sri Mulyani, Pak Basuki juga, dalam kaitannya dengan Gibran ini ya karena ini sudah beyond akal sehat begitu," kata Faisal Basri dalam program Closing Bell CNBC Indonesia, dikutip Kamis (18/1/2024).
Faisal Basri mengajak sejumlah menteri mundur dari Kabinet Indonesia Maju. Hal itu karena Presiden Joko Widodo dianggap terkesan berpihak kepada pasangan calon nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
Faisal Basri mengklaim menteri teknokrat yang didorong mundur merupakan hal yang logis karena teknokrat orang yang memiliki nilai etik dan moral yang kuat, baik itu ekonomi seperti Sri Mulyani, maupun nonekonom seperti Basuki.
Faisal Basri menyebut standar nilai yang mengganggu perasaan para menteri teknokrat ialah terlalu banyaknya intervensi yang masuk dalam tugas dan fungsi mereka untuk kepentingan politik tertentu. Apalagi yang terkait dengan penggunaan anggaran negara.
"Jadi Pak Jokowi ini ingin keliling Indonesia 2024 lebih intens, bagikan apalah gitu ya, 'wah itu anggarannya belum ada di APBN', 'tapi uangnya ada?' diusahakan pak,' 'laksanakan'. Itu kan kalau dilakukan crime, karena setiap sen dari APBN itu harus persetujuan, nggak bisa dijumbalit-jumbalitkan begitu, nah mulai resah teman-teman ini," beber Faisal Basri.
Oleh sebab itu, Faisal Basri mengatakan bahwa para menteri itu akan mundur pada waktunya. Ia juga menekankan para menteri itu harus mundur demi menyelamatkan kepentingan negara.
"Ada ongkos (kerugian) yang harus kita bayar. Kan dari berbagai analisis akademisi, Pak Jokowi bisa dikatakan gagal menjaga konstitusi, gagal memperkuat otonomi daerah, gagal menurunkan korupsi. Ada keberhasilannya harus diakui. Kegagalan yang diwariskan akan menimbulkan bencana yang lebih besar," pungkasnya. Pernyataan Faisal Basri, telah merepotkannya. Salah satu mengajak menteri menterinya rapat di Istana, pagi, siang dan malam. Diantaranya ada tiga menteri yang membantah pernyataan Faisal Basri. Mereka Menko Perekonomian, Menteri Perdagangan dan Meninfokom.
***
Ia juga pernah digoyang dengan beredarnya sebuah video dengan narasi bahwa Presiden Joko Widodo, menghadiri kegiatan deklarasi terkait perpanjangan masa jabatan. Video ini beredar di media sosial. Unggahan ini direspons sejumlah warganet. Terdiri dari 506 retweets, 406 quotes dan 1.157 likes.
Klaim bahwa video itu memperlihatkan Presiden Jokowi menghadiri kegiatan deklarasi terkait perpanjangan masa jabatan atau periode ketiga, adalah salah. Faktanya, ini hoaks. (medcom.id, 06 Februari 2023).
Tapi pernyataan Jokowi terkait pencalonan Gibran sebagai wapres Prabowo, saat menghadiri apel Hari Santri 2023 di Surabaya, Minggu (22/10/2023), bukan hoaks.
"Tanyakan, tanyakan ke partai politik. Itu wilayahnya partai politik atau koalisi partai politik atau gabungan partai politik, bukan urusan presiden," kata Jokowi saat ditanya oleh wartawan perihal tersebut, dikutip dari Youtube Sekretariat Presiden.
Saat ditanya apakah Gibran sudah berbicara terkait pencalonan tersebut, Jokowi mengatakan sebagai orang tua ia hanya dapat mendoakan dan merestuinya.
"Ya orang tuanya tugasnya mendoakan dan merestui keputusan semuanya. Karena (anak) sudah sudah dewasa ini jangan terlalu mencampuri urusan yang sudah diputuskan oleh anak-anak kita," katanya.
"Semuanya cocok. Pak Anies-Pak Muhaimin cocok, Pak Ganjar-Pak Mahfud cocok, Pak Prabowo juga cocok," jawab Jokowi sambil tertawa saat ditanya terkait pasangan capres dan cawapres saat ini. (CNBC Indonesia NEWS Minggu, 22/10/2023)
Jokowi, bisa membaca survei yang ada, bahwa sebenarnya elektabilitas Gibran masih jauh di bawah tokoh-tokoh lainnya seperti Erick Thohir, Khofifah Indar Parawansa, Ridwan kamil, sampai Agus Harimurti Yudhoyono.
“Terkesan Pak Prabowo ketergantungan kepada Pak Jokowi. Jadi kematangan dan kepercayaan diri untuk menang hanya seolah-olah kalau ada Jokowi di belakang Prabowo,” ungkap pengamat politik, Pangi seperti dikutip VOA Indonesia, Minggu (22/10/2023).
Bersama Gibran, kata Pangi, Prabowo diyakini ingin menarik suara pemilih dari generasi milenial dan generasi Z yang setidaknya mencapai 53 persen. Pangi menuturkan jika Prabowo benar-benar memilih Gibran sebagai cawapresnya, maka penyelenggaraan pemilu yang adil, jujur dipertanyakan. Pasalnya, Jokowi sebagai presiden sekaligus ayah dari Gibran memunculkan kemungkinan adanya abuse of power dan konflik kepentingan. (VoaiIndonesia.com, 22/10/2023)
Catatan jurnalistik saya menunjukan indikasi Gibran menjadi cawapres Prabowo, menguat setelah Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan gugatan terkait syarat batas usia minimal calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres).
Kini orang yang berusia kurang dari 40 tahun boleh bertarung menuju RI 1 dan RI 2, asalkan dia pernah menjabat sebagai kepala daerah. Hal tersebut membuka pintu Gibran untuk maju sebagai calon Wakil Presiden.
Joko Widodo buka suara mengenai isu Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka disebut-sebut menjadi kandidat terkuat bakal calon wakil presiden dari Prabowo Subianto.
Saat itu, Jokowi mengatakan belum ada komunikasi dengan putra sulungnya ini. Apa benar? Nyatanya Jokowi berargumentasi "Beberapa bulan nggak pernah ketemu," kata Jokowi di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Jumat (13/10/2023).
Ia menyatakan tidak ambil pusing mengenai tudingan beberapa pihak, bahwa ia tengah membangun dinasti politik. "Serahkan saja kepada masyarakat," kata Jokowi.
Pengamat politik yang juga ikut menyepakati Maklumat Juanda pada Senin (16/10/2023), Ray Rangkuti, menyoroti adanya sentimen negatif terhadap Jokowi terkait putusan MK tersebut.
"Sudah sulit mengubah image beliau (Presiden Jokowi) saat ini yang dianggap berada di belakang kericuhan politik dalam beberapa waktu belakangan. Terkait benar atau tidak, saya tidak tahu. Namun, sulit meyakinkan orang soal itu," kata Ray saat dihubungi pada Selasa (17/10/2023).
Ya saat itu saya catat ada polemik setelah MK memutuskan menerima sebagian gugatan perkara Nomor 90/PUU-XXI/2023 soal usia minimal calon presiden dan calon wakil presiden dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.
Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman membacakan putusan itu dalam sidang di Gedung MK, Jakarta Pusat, Senin (16/10/2023).
MK dalam putusannya menyebutkan, seseorang yang pernah menjabat sebagai kepala daerah atau pejabat negara lainnya yang dipilih melalui pemilu bisa mencalonkan diri sebagai presiden atau wakil presiden meski berusia di bawah 40 tahun.
Nah, salah satu figur yang diuntungkan dengan putusan MK itu adalah Gibran, putra sulung Jokowi. Saya catat, anak sulung Presiden Joko Widodo itu dalam sepekan mendominasi pemberitaan karena dianggap layak disandingkan sebagai bakal calon wakil presiden (cawapres).
Bahkan, di beberapa daerah muncul baliho sampai reklame yang memampang wajah Gibran, bersebelahan dengan foto bakal capres dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) Prabowo Subianto.
Padahal, saat ini Gibran merupakan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). Partai berlambang banteng bermoncong putih itu sudah mengusung Ganjar Pranowo sebagai bakal capres.
Publik tahu sebelum putusan MK, peluang Gibran masuk ke dalam bursa Pilpres 2024 masih tertutup karena usianya belum memenuhi persyaratan. Namun, setelah putusan itu, pintu buat Gibran sangat terbuka.
"Sudah sulit mengubah image beliau (Presiden Jokowi) saat ini yang dianggap berada di belakang kericuhan politik dalam beberapa waktu belakangan. Terkait benar atau tidak, saya tidak tahu. Namun, sulit meyakinkan orang soal itu," kata Ray saat dihubungi pada Selasa (17/10/2023).
Menurut Ray, Jokowi dianggap terlambat jika hendak memperbaiki pandangan masyarakat terhadapnya. Akan tetapi, kata Ray, masih ada peluang jika Jokowi mau mengubah sikap politiknya menjadi lebih tegas terkait putusan MK yang dianggap menguntungkan Gibran.
(Kompas.com, 18 Oktober 2023)
Saya juga punya file, dua bulan sebelum wafat, Rizal mempublikasikan tulisannya berjudul "Indonesia's Dramatic Turn Toward Semi-Authoritarianism and Dynastic Politics" di situs thediplomat.com pada 7 November 2023.
Dalam tulisannya, mantan Menteri Keuangan itu menyebut Indonesia sedang menuju sistem negara semi-otoritarianisme dan dinasti politik. Kemerosotan demokrasi itu, kata Rizal terjadi karena langkah Presiden Joko Widodo memaksakan anaknya, Gibran Rakabuming Raka menjadi calon wakil presiden.
Rizal menulis upaya penguasa untuk membentuk dinasti politik paling sering terjadi di negara-negara otoriter seperti Korea Utara.
Rizal mengatakan ambisi Jokowi membangun dinasti politik bukan hanya ada di kasus Gibran, tapi juga di kasus Kaesang Pangarep dan menantunya Bobby Nasution. (CNBC Indonesia NEWS Kamis, 04/01/2024).
Analisis dari beberapa pengamat saya rangkum karena ada satu kesatuan Presiden Jokowi, happy anak sulungnya jadi cawapres . Sampai menantunya Bobby Nasution membuat video joget "gemoy" ala Prabowo Subianto bersama sang istri, Kahiyang Ayu. Bobby pun mengakui bahwa video joget "gemoy" yang ia unggah merupakan kampanyenya mendukung pasangan Prabowo-Gibran Rakabuming Raka di Pilpres 2024. ([email protected])
Editor : Moch Ilham