Anies Mulai Bicara Kewenangan

author surabayapagi.com

- Pewarta

Minggu, 21 Jan 2024 20:27 WIB

Anies Mulai Bicara Kewenangan

i

Capres nomor urut 1 Anies Baswedan mengawali kampanye Akbar di Tangerang, Banten. Anies memuji pendukungnya sebagai orang ikhlas dan bukan orang bayaran.

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Anies Baswedan, dalam kampanye akbar perdana di Lapangan Batako Pinang, Kota Tangerang, Banten, Minggu (21/1/2024) sudah bicara kewenangan. Ini pesan perubahan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

"Kalau kita ingin perubahan maka kita memerlukan kewenangan. Tanggal 14 Februari besok rakyat diberi kesempatan untuk memberikan kewenangan itu, kepada siapa kewenangan itu akan diberikan?" kata Anies dalam sambutannya, Minggu (21/1/2024).

Baca Juga: Santer Wacana Hak Angket Kecurangan Pilpres 2024, Jimly: Ini Cuma Gertak-gertak Politik Saja

Anies ingin memastikan bahwa tanggal 14 Februari pasangan Anies-Muhaimin dapat menang besar di Banten. Ia menyatakan tanpa adanya kewenangan perubahan yang ia bawa hanya menjadi usulan, ia meminta semua pihak bekerja keras untuk merealisasikan hal itu.

"Maunya apa? Jadi tanggal 14 Februari pilih nomor? Bapak ibu sekalian ketika kita sampai pada tanggal 14 maka kita harus pastikan Insyaallah di Banten bukan cuma menang tapi harus menang besar. Siap?" tanya Anies yang dijawab siap oleh simpatisan.

"Bapak ibu sekalian yang saya hormati, tanpa kewenangan kita hanya bisa mengusulkan perubahan, betul? Demo-demo, protes nggak bisa bikin perubahan tanpa kewenangan," sambungnya.

 

Tutup Tempat Hiburan Alexis

Baca Juga: Muncul Bocoran Daftar Jajaran Kabinet Capres Prabowo, dr. Terawan Menkes Lagi, Sri Mulyani Terdepak?

Ia lantas bercerita kala memimpin DKI Jakarta. Anies mengatakan tempat hiburan Alexis sulit untuk ditutup lantaran adanya orang dalam.

"Jadi di Jakarta ada suatu tempat namanya Alexis. Pernah denger? Denger nggak apa-apa yg penting jangan kesana ya. Alexis ini tempat maksiat, diprotes, semua minta ditutup, demo demo, demo, tidak pernah bisa ditutup. Dia punya ordal, dia punya backing nggak bisa ditutup tuh," katanya.

 

Mau Ubah Perlu Wewenang

Baca Juga: Usai Ketemu Surya Paloh, Jokowi Klaim Hanya Ingin Jembatani

Namun, di kepemimpinannya pada 2017 tempat tersebut dapat ditutup tanpa demo dan protes. Ia menyebut hal itulah yang dinamakan kewenangan.

"Lalu tahun 2017 terjadi pergantian Gubernur. Setelah pergantian Gubernur Alexis itu bisa ditutup tanpa demo, tanpa protes. Cukup menggunakan selembar kertas, selembar kertas dan satu tanda tangan. Itu namanya apa? Itu namanya wewenang," ujar eks Gubernur DKI Jakarta ini.

"Kalau ingin pupuk tersedia perlu wewenang. Kalau mau mengubah perlu wewenang. Itulah sebabnya 14 Februari menjadi penting, bila kita ingin perubahan maka kita harus mengikhtiarkannya. Dan tidak mungkin nasib kita berubah tanpa kita mengusahakannya," pungkasnya. n jk/erc/rmc

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU