5 Peziarah Wali Songo asal Pasuruan Tewas saat Naik Bus di Gresik

author surabayapagi.com

- Pewarta

Minggu, 28 Jan 2024 20:59 WIB

5 Peziarah Wali Songo asal Pasuruan Tewas saat Naik Bus di Gresik

i

Kondisi bus pariwisata yang mengangkat para peziarah wali songo, yang ringsek usai bertabrakan dengan truk di daerah Jalur Pantura Gresik, Sabtu malam.

SURABAYAPAGI.COM, Gresik - Tabrakan maut terjadi pada Sabtu (27/1/2024) malam, antara bus pariwisata bernomor plisi AB 7072 KN yang membawa para peziarah wali songo dengan truk bernomor polisi L 9311 UU di Gresik. Akibatnya, hingga Minggu (28/1/2024) sore, lima orang meninggal dunia dan puluhan orang luka-luka.

Lima orang yang meninggal adalah para penumpang bus yang baru ziarah. Total penumpang bus sendiri berjumlah 62 orang. Sementara, sopir bus Masrukin (55) dan sopir truk, Ali (49) selamat.

Baca Juga: Wakil Ketua DPRD Gresik Sosialisasikan Bahaya Sampah Plastik

Diduga sopir bus mengantuk sehingga keluar jalur dan menabrak truk dari arah berlawanan.

Para penumpang bus merupakan rombongan peziarah asal Pasuruan yang sedang dalam perjalanan pulang dari makam Sunan Bonang, Tuban.

 

Satu Keluarga

Sebanyak empat orang tewas di lokasi dan satu korban dinyatakan meninggal saat dirawat. Dari lima korban tewas, dua di antaranya merupakan ibu dan anak perempuan bernama Anik (51) dan Auliyah Mahfiroh Rahmadani (17) .

Selain itu, ada kakak adik bernama Noman Alif Agustyahya (28) dan Utanta Ihza Mahendra (18) yang tewas dalam tabrakan maut tersebut.

Keduanya merupakan anak dari Kepala Dusun Jetak, Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan, Pasuruan. Satu korban lagi bernama Kasmini (63), warga Desa Wedoro, Kecamatan Pandaan.

Jenazah kelima korban kecelakaan telah dibawa ke RSUD Ibnu Sina Gresik dan akan dibawa ke rumah masing-masing.

Kasatlantas Polres Gresik, AKP Derie Fradesca, menyatakan jenazah akan dimakamkan di TPU setempat.

"Total korban meninggal dunia ada lima. Rinciannya sebanyak empat orang meninggal dunia di lokasi kejadian dan satu orang meninggal setelah menjalani perawatan medis di rumah sakit," kata AKP Derie, Minggu (28/1/2024).

Selain lima korban tewas, tabrakan maut juga mengakibatkan puluhan penumpang luka-luka.

Para korban yang mengalami luka-luka telah dievakuasi ke sejumlah rumah sakit di Gresik, yakni RS Mabarrot Bungah, RS Fathma Medika, dan Rumah Sakit Semen Gresik.

Baca Juga: Oknum Jaksa Kejari Tanjung Perak Tabrak Lari Dua Orang di Raya Darmo

 

Diduga Mengantuk

AKP Derie Fradesca mengatakan dugaan sementara, sopir bus mengantuk sehingga menabrak truk bernopol L 9310 UU dari arah berlawanan.

Diketahui, bus berjalan dari arah utara ke selatan, sedangkan truk berada di jalur sebaliknya. "Sopir bus mengantuk, karena kurang konsentrasi mengambil haluan terlalu ke kanan melewati marka," tuturnya.

Kondisi bus rusak parah pascakecelakaan, bahkan kursi penumpang terlempar keluar. Seorang warga, Handi, menyatakan tabrakan antara bus dan truk tak terhindarkan lantaran jaraknya yang sangat dekat.

Bus secara tiba-tiba keluar jalur dan dari arah berlawanan ada sebuah truk yang dikemudikan Ali, warga Bojonegoro. "Bus kemudian oleng menabrak truk. Penumpangnya parah, dibantu evakuasi warga," jelasnya.

 

Baca Juga: Setelah Jadi Tersangka, Mantan Kadiskoperindag Gresik Ditahan Kejaksaan

Penumpang Kursi Depan

Dalam proses evakuasi, warga menemukan jasad korban terpisah. Para korban yang meninggal duduk di kursi depan, sementara penumpang yang berada di kursi belakang selamat.

Menurut salah satu saksi mata, Handi, bus melaju dengan kecepatan tinggi, sedangkan truk berjalan dengan kecepatan sedang.

"Truk terdorong ke belakang sampai nabrak pohon," tandasnya.

Bus pariwisata itu mengangkut para peziarah wali songo berangkat dari makam Sunan Bonang di Tuban dan hendak pulang ke Pasuruan.

Bahkan, sesaat setelah kejadian, arus lalu lintas sempat mengalami kemacetan kurang lebih 2 kilometer karena dilakukan sistem buka tutup lantaran banyak material dari kendaraan kecelakaan yang berserakan di jalan raya. grs/rmc

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU