Produksi PIT Berbasis Kuota di Zona II Biak-Surabaya Optimal dan Meningkat

author surabayapagi.com

- Pewarta

Senin, 29 Jan 2024 11:17 WIB

Produksi PIT Berbasis Kuota di Zona II Biak-Surabaya Optimal dan Meningkat

i

Pedagang menunjukan ikan bandeng di Pasar Petak Sembilan, Glodok, Jakarta. SP/ JKT

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Zona tangkapan ikan di wilayah Biak Numfor, Papua, hingga kawasan Surabaya, Jawa Timur semakin optimal, satunya berkat penerapan Penangkapan Ikan Terukur (PIT) berbasis kuota di zona II koridor Biak-Surabaya.

Zona 2 merupakan salah satu zona yang memiliki sumber daya ikan yang tinggi, namun saat ini belum dimanfaatkan secara optimal, sehingga melalui implementasi PIT berbasis kuota, sumberdaya ikan akan terjaga dan manfaat ekonomi akan terwujud secara lestari dan berkelanjutan, terutama bagi masyarakat lokal

Baca Juga: Ekspor Perikanan di 2023 Tak Capai Target, MenKP: Kendalanya Banyak

Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Budi Sulistiyo menjelaskan, dengan skema yang sudah diuji coba selama sebulan terakhir ini, terlihat ada efisiensi dari waktu hingga biaya. 

Misalnya, sebanyak 20 kapal yang sudah beroperasi di Zona II berhasil mempersingkat waktu distribusi yang semula 7-10 hari untuk sampai ke daerah penangkapan, kini hanya butuh 2 hari.

"Sebelum pindah kesini berangkatnya dari Jakarta perlu perjalanan satu minggu hingga 10 hari. Operasi disini, 2 hari sudah sampai ke lokasi penangkapan," tuturnya.

Tak hanya itu, efisiensi tersebut juga berhasil meningkatkan produktivitas kapal penangkapan ikan. Hal ini terlihat dari jumlah tangkapan selama sebulan yang mencapai 50 kontainer berukuran 20 feet.

Baca Juga: PIT Berbasis Kuota Ditunda, KKP: Infrastrukturnya Harus Disiapkan

"20 kapal ikan yang sudah bermigrasi disini, sebulan sudah menghasilkan 50 kontainer ukuran 20 feet artinya 750 ton. Jadi mari bangun ekonomi biru di Tanah Papua melalui PIT berbasis kuota yang mengedepankan ekologi untuk kesejahteraan masyarakat berkelanjutan," ujar Budi.

Lebih lanjut, Direktur Logistik Ditjen PDSPKP, Berny A Subki berharap pengembangan koridor Biak-Surabaya ini bermanfaat bagi perekonomian daerah. Di sisi lain, memicu tumbuh-kembang usaha dan industri sektor kelautan dan perikanan di wilayah Indonesia timur.

Dia mencatat ada potensi di Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 717 untuk ikan pelagis kecil sebesar 135 ribu ton dengan Jumlah Tangkapan yang dibolehkan (JTB) 121,6 ribu ton dan ikan pelagis besar (selain tuna dan cakalang) sebesar 189 ribu ton dengan JTB 132 ribu ton.

Baca Juga: Penyelundupan BBL Rugikan Negara Rp 30 Triliun, Terbanyak Dikirim ke Vietnam

"Satu data KKP tahun 2022 mencatat produksi perikanan tangkap di Kabupaten Biak Numfor sebesar 138 ribu ton. Jadi masih terdapat potensi pemanfaatan Sumber Daya Ikan di wilayah ini," tutur Berny.

Sedangkan PIT merupakan program ekonomi biru yang implementasinya menjadi prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan. Program ini salah satu tujuannya untuk memastikan keberlanjutan populasi perikanan.

Pelaksanaan program juga akan mendorong sistem penangkapan ikan yang lebih bertanggung jawab melalui mekanisme kuota penangkapan, validitas data perikanan, serta pengawasan yang ketat lewat perangkat teknologi dan patroli langsung. jk-03/dsy

Editor : Desy P.

BERITA TERBARU