Masuki Musim Tanam, Beragam Pesanan Alat Pertanian Meningkat 30 Persen

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
M Gufron, salah satu pandai besi asal Dusun Tambar Selatan, Desa Tambar, Kecamatan Jogoroto mengebut pesanan. Karimatul Maslahah/ inilahmojokerto.com Foto
M Gufron, salah satu pandai besi asal Dusun Tambar Selatan, Desa Tambar, Kecamatan Jogoroto mengebut pesanan. Karimatul Maslahah/ inilahmojokerto.com Foto

i

SURABAYAPAGI.com, Jombang - M Gufron yang merupakan seorang pandai besi asal Dusun/Desa Tambar, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang mengakui, sejak beberapa pekan terakhir pesanan alat pertanian seperti cangkul maupun sabit meningkat hingga 30 persen. Hal itu lantaran tengah memasuki masa musim tanam.

Dirinya mengaku, setiap harinya dapat melayani pesanan hingga tujuh buah alat pertanian baik sabit maupun cangkul. Jumlah itu, cenderung naik dibandingkan hari sebelumnya yang rata - rata membuat empat buah alat pertanian setiap hari.

”Ya alhamdulillah ada peningkatan sekitar 30 persen per hari,’’ ujarnya, Selasa (20/02/2024).

Selama ini, ia mengakui belum bisa memproduksi dalam jumlah banyak lantaran keterbatasan alat dan pekerja. Sejak 20 tahun berkecimpung di dunia usaha pande besi, Gufron mengaku bisa membuat beragam peralatan pertanian. Mulai sabit, cangkul, pisau, golok dan lain-lain. 

Dalam memproduksi alat pertanian itu, ia menggunakan beberapa bahan tergantung pesanan. Mulai dari besi, baja, besi per, roda gila dan lain-lain. 

”Saya setiap hari tidak bisa membuat banyak. Karena yang membantu hanya satu orang. Namun, soal kualitas ya bisa ditanya ke pelanggan. Dalam memproduksi alat pertanian ini, saya tetap bertahan dengan cara tradisional,’’ tandasnya.

Sementara itu, saat disinggung mengenai harga setiap barang, Gufron juga mematok dengan harga yang lumayan terjangkau. Misalnya, jenis pisau dapur ukuran panjang 15 cm dijual dengan harga Rp 25 ribu, ukuran 20 cm dipatok Rp 30 ribu, dan ukuran 30 cm dipatok Rp 40 ribu. 

Sedangkan pisau untuk menguliti daging dengan panjang 15 cm sekitar Rp 30 ribu. Sedangkan, pisau untuk menyembelih Rp 120 sampai Rp 150 ribu per buah. jbg-01/dsy

Berita Terbaru

Temui Putra Bung Tomo, Khofifah Dorong Pelestarian Sejarah dan Wisata Edukasi Terintegrasi

Temui Putra Bung Tomo, Khofifah Dorong Pelestarian Sejarah dan Wisata Edukasi Terintegrasi

Jumat, 05 Jun 2026 16:41 WIB

Jumat, 05 Jun 2026 16:41 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima Bambang Sulistomo, putra Pahlawan Nasional Bung Tomo, di Gedung Negara Grahadi, S…

Hadir di Kampus, PLN Bekali Mahasiswa PNM Wawasan Proteksi Gardu Induk Tegangan Tinggi

Hadir di Kampus, PLN Bekali Mahasiswa PNM Wawasan Proteksi Gardu Induk Tegangan Tinggi

Jumat, 05 Jun 2026 16:33 WIB

Jumat, 05 Jun 2026 16:33 WIB

SurabayaPagi, Madiun – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) melalui Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Madiun terus m…

PLN Edukasi Masyarakat soal Komponen Tagihan Listrik, Konsumsi Energi Jadi Faktor Penentu

PLN Edukasi Masyarakat soal Komponen Tagihan Listrik, Konsumsi Energi Jadi Faktor Penentu

Jumat, 05 Jun 2026 16:30 WIB

Jumat, 05 Jun 2026 16:30 WIB

SurabayaPagi, Jakarta - PT PLN (Persero) mengajak masyarakat untuk memahami pola konsumsi energi serta berbagai komponen yang memengaruhi pembayaran listrik,…

Pasar Halal Kian Menarik, Ekspansi F&B Premium Mulai Sasar Kota Regional

Pasar Halal Kian Menarik, Ekspansi F&B Premium Mulai Sasar Kota Regional

Jumat, 05 Jun 2026 16:27 WIB

Jumat, 05 Jun 2026 16:27 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Ekspansi bisnis kuliner premium berbasis halal terus menunjukkan tren pertumbuhan di Indonesia. Salah satunya ditandai dengan p…

KPK: Sidang Perdana Tiga Terdakwa Kasus Korupsi Pemkot Madiun Digelar 11 Juni  ‎

KPK: Sidang Perdana Tiga Terdakwa Kasus Korupsi Pemkot Madiun Digelar 11 Juni ‎

Jumat, 05 Jun 2026 14:56 WIB

Jumat, 05 Jun 2026 14:56 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, MADIUN – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan proses hukum perkara dugaan tindak pidana korupsi yang menjerat tiga tersangka di lin…

Rencana Penutupan Akses Bendungan Lahor, Pemkab Blitar Bakal Kehilangan Pemasukan Rp2 Miliar

Rencana Penutupan Akses Bendungan Lahor, Pemkab Blitar Bakal Kehilangan Pemasukan Rp2 Miliar

Jumat, 05 Jun 2026 14:33 WIB

Jumat, 05 Jun 2026 14:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Seiring kemelutnya masarakat wilayah Kec.Kepanjen Kabupaten Malang dengan pihak PJT ( Perum Jasa Tirta ) sejak beberapa waktu lalu,…