SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Bulan puasa Ramadhan kurang tiga pekan lagi. Namun, sejumlah harga bahan pokok di Surabaya justru masih mengalami kenaikan. Bila sebelumnya harga beras menjelang Pemilu masih tinggi dan langka. Kini, mulai bahan pokok lainnya seperti cabai, telur, ayam merangsek naik. Yang paling mencolok yakni kenaikan harga cabai, baik cabai rawit maupun cabai merah besar.
Dari pantauan Surabaya Pagi di sejumlah Pasar di Surabaya, seperti di Pasar Pucang Anom, harga cabai rawit saat ini berada pada kisaran antara Rp 50.000 hingga Rp 55.000 per kilogramnya. Tergantung kualitas cabai tersebut. Sedangkan harga cabai merah besar saat ini mencapai Rp 70.000 per kilogram.
Bahkan, harga cabai rawit dan cabai merah besar ditengok dari market place, seperti Grab Mart, harga bisa menembus Rp 100.000 - Rp 150.000 per kilogramnya.
"Seperti biasa, mbak. cabai masih mundak gak karuan. Tapi yah masih tetap ada yang mencari. Kemarin sebelum Pemilu sempat Rp 25 ribu per kilogramnya. Lha sekarang paling murah Rp 50 ribu," kata Maimunah, saat ditemui di Pasar Pucang Anom, Selasa (20/2/2024) pagi kemarin.
Saat ditanya, apakah juga menjual bahan pokok secara online di market place, Maimunah menjawab sudah dua tahun terakhir juga berjualan online. Tapi harganya dinaikkan dua kali dari harga bila beli langsung. "Kalau online, tak mundakno dua kali mbak. Soalnya kena charge teko aplikasinya. Cabai rawit di online sekilonya Rp 100 ribu. Tapi tak siasati tak jual per 250 gram, Rp 28 ribu - Rp 33 ribu," lanjutnya.
Berbeda dengan cabai, harga bawang-bawangan, yakni bawang merah dan bawang putih cenderung tidak mengalami perubahan harga sejak beberapa hari ke belakang.
"Kalau bawang merah dan bawang putih gak begitu. Masih tetap, mbak. Stabil," kata Maimunah.
Daging Ayam dan Daging Sapi Stabil
Sebaliknya, harga bahan pokok lain seperti daging ayam dan daging sapi masih stabil. Pedagang mengungkapkan bahwa stok daging ayam dan daging sapi hingga saat ini masih aman. Hari ini daging ayam harganya Rp 32.000 per kg, sedangkan daging sapi Rp 110.000-Rp 115.000 per kg.
Salah satu pedagang di sana juga memprediksikan bahwa kemungkinan harga daging baik ayam maupun sapi biasanya akan mengalami kenaikan sepekan menjelang puasa.
"Kalau sekarang stoknya masih aman. Harganya juga tetap untuk ayam Rp 32 ribu per kg, untuk sapi Rp 110 ribu per kg. Kalau kualitasnya super Rp 115 ribu per kg. Biasanya baru naik mungkin seminggu sebelum puasa," ujar pedagang daging, Yuma.
Beras Masih Tinggi
Harga bahan-bahan pokok lain seperti telur, gula, dan mie pun masih cukup stabil dan belum mengalami kenaikan. Hanya saja, harga beras masih belum turun sejak Pemilu coblosan 14 Februari 2024 lalu.
Pemilik toko, yang enggan menyebutkan namanya itu membeberkan harga beras kualitas premium masih berada di rata-rata Rp75 ribu hingga Rp85 ribu per 5 kilogramnya.
"Yang merek Pin-Pin masih sama mbak, 85 ribu. Kalau yang Siip ini 75 ribu," ucapnya.
Sedangkan harga beras kualitas medium masih berada di angka rata-rata Rp15 ribu perkilogram.
"Kalau yang ecer (kualitas medium) ini jarang dicari orang, cuma yang beli biasanya dari pedagang nasi," terang perempuan setengah baya usia 40 tahunan itu.
Ia pun berharap dan meminta kepada pihak pemerintah dengan kelangkaan dan meroketnya harga beras ini bisa segera teratasi.
"Jangan mahal-mahal. Kasihan juga pedagang-pedagang kecil seperti kita ini. Kalau pun mahal, yang penting stok ada," harapnya.
DPRD Minta Pemkot Turun Tangan
Terpisah, Komisi B DPRD Kota Surabaya saat dikonfirmasi meminta agar Pemkot Surabaya terus menggencarkan operasi pasar khusus beras untuk menekan kenaikan harga yang sedang terjadi, sembari memprioritaskan pembelian bagi warga tidak mampu. Terutama kini menjelang bulan Ramadhan.
Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya Zuhrotul Mar’ah mengatakan penerapan skala prioritas pada gelaran operasi pasar untuk memenuhi hak warga miskin mendapatkan pangan dengan harga terjangkau, di tengah kenaikan harga beras.
“Jadi dibatasi, tidak semua masyarakat bisa membeli dan jangan sampai orang yang punya ekonomi berkecukupan lebih mudah mendapatkan kemudahan membeli,” kata Zuhrotul, Selasa (20/2/2024).
Dia menyebut agar tidak terjadi kesalahpahaman di lapangan, maka penerapan skala prioritas pada operasi pasar harus disosialisasikan secara matang, termasuk soal syarat pembelian. “Harus ada filter atau persyaratan tertentu dalam melakukan pembelian,” ucapnya.
Ia menyebut contoh kenaikan yang paling mencolok dalam beberapa pekan terakhir yakni harga beras. Menurutnya salah satu yang menyebabkan yakni dipengaruhi kondisi cuaca tak menentu. “Setelah musim kemarau berkepanjangan kemudian curah hujan yang tinggi. Kalau dulu bisa setahun panen dua kali, kalau sekarang serba tidak menentu,” katanya.
Oleh karena itu, ia mengingatkan Pemkot Surabaya agar mencari opsi, sekaligus memperkuat kerja sama dengan daerah penghasil.
“Kami ingin pemerintah kota bekerja sama dengan daerah penghasil, sehingga harga beras tidak terlalu mahal,” jelasnya.
KPPU Turun Tangan
Sebelumnya, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) juga ikut mengecek harga dan ketersediaan bahan pokok jelang Ramadhan dan Idulfitri. Pengecekan bahan pokok dilakukan di sejumlah pasar, termasuk di Pasar Tambahrejo Surabaya.
Ketua KPPU RI, M Fanshurullah Asa yang didampingi Pj Gubernur Jatim, Adhy Karyono, membeberkan bahwa dari pemantauan pasar itu ditemukan sejumlah fakta di mana sejumlah komoditas berada di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Komoditas di atas HET itu di antaranya beras, gula, dan cabai.
"Namun ketersediaan pasokan masih stabil, bahkan beberapa komoditas dijual di bawah HET seperti bawang merah, daging sapi, dan daging ayam ras," kata Fanshurullah.
Fanshurullah menjelaskan bahwa pihaknya akan fokus mengawasi ada atau tidaknya potensi persaingan usaha tidak sehat. Ia mewanti-wanti permainan harga bahan pokok dilakukan jelang momen tertentu seperti Ramadhan.
"Jangan sampai pelaku usaha melakukan praktik kartel atau persekongkolan untuk mengatur pasar yang berpengaruh pada harga bahan pokok, karena kasihan masyarakat kecil terutama untuk persiapan masuk puasa ramadhan," jelasnya. ain/rmc
Editor : Moch Ilham