4 Risiko Investasi Reksa Dana yang Penting Diketahui Investor dan Strategi untuk Siasatinya

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi. Investasi modal. SP/ Na
Ilustrasi. Investasi modal. SP/ Na

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dibanding dengan instrumen investasi lainnya, reksa dana dikenal sebagai produk yang memiliki banyak keunggulan. Salah satu di antaranya adalah kemudahan dalam menanam modal karena dananya dikelola oleh manajer investasi berpengalaman dan kompeten. 

Selain itu, instrumen investasi ini juga kerap dijadikan pilihan oleh investor pemula karena bisa dimulai dengan modal receh. Tak kalah menariknya, reksa dana juga mampu memberi peluang imbal hasil yang menjanjikan dan memiliki tingkat risiko yang bisa disesuaikan dengan profil risiko. 

Walaupun begitu, selayaknya instrumen investasi lainnya, reksa dana juga mempunyai sejumlah risiko yang penting untuk diketahui oleh investor sebelum membelinya. 

Tentunya, beragam risiko tersebut juga perlu diantisipasi dengan strategi investasi yang tepat agar mampu meminimalkan dampaknya. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah 4 risiko utama dari investasi di produk reksa dana dan strategi yang tepat untuk menyiasatinya, dikutip Rabu (21/02/2024).

1. Risiko Suku Bunga

Risiko pertama dari investasi reksa dana yang perlu diketahui semua investornya adalah terkait suku bunga. Risiko ini mengacu pada masalah yang mungkin terjadi imbas dari perubahan pada tingkat suku bunga acuan. Apabila suku bunga acuannya meningkat, artinya produk reksa dana yang portofolionya terdiri dari instrumen obligasi atau pasar uang bakal mengalami penurunan. 

Namun, jika yang terjadi malah penurunan terhadap suku bunga acuan, bisa diartikan jika nilai dari reksa dana bakal meningkat. Oleh karena itu, investor instrumen investasi ini perlu memahami tentang pengaruh dari suku bunga tersebut terhadap performanya agar mampu mengambil langkah investasi yang tepat dan paling menguntungkan. 

2. Risiko Likuiditas

Yang dimaksud dengan risiko likuiditas adalah risiko yang muncul saat investor berencana untuk menjual obligasi atau saham pada portofolio reksa dananya, dan ternyata tak ada investor lain yang bersedia untuk membelinya. Risiko likuiditas ini juga bisa terjadi saat investor ingin menjual sebagian porsi modal reksa dananya, tapi harga yang berlaku lebih rendah dibanding harga belinya. 

Ketika hal tersebut terjadi, investor reksa dana akan mengalami yang namanya kerugian alias capital loss. Imbasnya, selaku investor Anda akan berisiko tak mampu mencapai tujuan finansial yang telah diharapkan karena nilai modal yang diinvestasikan malah menurun atau tak bertumbuh.

3. Risiko Kredit

Selain itu, ada pula risiko kredit yang penting dipahami dan diantisipasi oleh investor reksa dana. Risiko ini timbul dari adanya kemungkinan jika emiten obligasi yang telah dibeli via produk reksa dana tak bisa memenuhi kewajiban finansialnya. 

Masalah tersebut tentu bisa memicu kerugian pada investor yang telah membeli UP atau unit penyertaan reksa dana. Karenanya, selaku investor, Anda perlu memahami tentang risiko kredit ini ketika akan membeli produk reksa dana. Utamanya, usahakan untuk menyeimbangkan risiko tersebut dengan tingkat peluang imbal hasil atau return yang diharapkan agar keuntungan investasi bisa didapatkan secara optimal. 

4. Risiko Pasar

Risiko terakhir pada investasi reksa dana adalah risiko pasar. Perlu diketahui, nilai atau harga reksa dana pada dasarnya ditentukan oleh NAB atau Nilai Aktiva Bersih, yang mana merupakan total aset pasca dikurangi dengan segala biaya yang dibebankan. 

Risiko NAB tersebut muncul saat harga reksa dana menurun imbas perubahan terhadap kondisi pasar. Jenis risiko ini merupakan yang paling sering dialami oleh investor reksa dana. Dampaknya pun bisa langsung menurunkan nilai investasi investor secara signifikan seiring berjalannya waktu. 

Sebagai contoh, apabila pasar saham tengah mengalami penurunan, artinya nilai dari produk reksa dana yang di dalamnya terdapat instrumen saham juga bakal melemah. Meski begitu, angka capital loss yang dialami oleh investor reksa dana mungkin akan lebih rendah sebab performa dari instrumen lain mampu menjaga nilai portofolionya.

Strategi untuk Siasati Risiko Investasi Reksa Dana

Dengan beragam risiko di atas, apa strategi yang perlu dilakukan oleh investor reksa dana? Secara umum, terdapat 2 strategi agar mampu meminimalkan risiko reksa dana, antara lain:

  • Pilih Produk Sesuai Profil Risiko

Guna meminimalkan risiko reksa dana, Anda perlu menentukan produk mana yang paling pas untuk dipilih sesuai dengan profil risiko dan kebutuhan. Selain itu, sesuaikan pula produk reksa dana yang dipilih dengan jangka waktu investasi. 

Sebagai contoh, jika Anda memiliki profil risiko konservatif dan berencana untuk berinvestasi selama 1 sampai 2 tahun saja, usahakan untuk memilih reksa dana berisiko rendah. Contohnya adalah reksa dana pasar uang.

Sebaliknya, jika termasuk sebagai investor agresif dengan tujuan investasi jangka panjang, reksa dana saham atau campuran umumnya lebih ideal untuk dipilih. Ada pula profil risiko moderat yang cocok dipilih oleh investor yang ingin menyeimbangkan tingkat risiko kerugian dengan potensi keuntungan investasi. 

  • Lakukan Diversifikasi

Selain itu, pastikan untuk tak menaruh seluruh modal di satu instrumen investasi saja. Dengan begitu, Anda masih mempunyai back up ketika salah satu instrumen mengalami kinerja yang buruk.

  • Meski Cenderung Aman, Tetap Waspadai Risiko Investasi Reksa Dana

Perlu diingat kembali jika semua jenis instrumen investasi pasti mempunyai risiko dan keuntungannya tersendiri. Hal tersebut berlaku pula pada produk reksa dana. Nah, melalui penjelasan di atas, Anda tentu sudah memahami apa saja risiko investasi reksa dana dan strategi untuk mengantisipasinya, bukan?. na

Berita Terbaru

PLN UID Jatim Gelar Senam Sehat Bersama di Darmo Free Day

PLN UID Jatim Gelar Senam Sehat Bersama di Darmo Free Day

Senin, 20 Jul 2026 20:35 WIB

Senin, 20 Jul 2026 20:35 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Dalam rangka menyemarakkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 81 tahun, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur m…

Permintaan Rp100 Juta dari Polisi dan Rp150 Juta dari Kejaksaan Muncul di Sidang Tipikor Madiun

Permintaan Rp100 Juta dari Polisi dan Rp150 Juta dari Kejaksaan Muncul di Sidang Tipikor Madiun

Senin, 20 Jul 2026 19:42 WIB

Senin, 20 Jul 2026 19:42 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Kepala Dinas Pendidikan Kota Madiun Lismawati mengaku berutang Rp250 juta ke koperasi untuk memenuhi permintaan uang yang menurut k…

Memeriahkan HJL dan Bhayangkara, Lamongan Gelar Vespa Day 2026

Memeriahkan HJL dan Bhayangkara, Lamongan Gelar Vespa Day 2026

Senin, 20 Jul 2026 19:28 WIB

Senin, 20 Jul 2026 19:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Masih dalam rangkaian Hari Jadi Lamongan ke-457 serta Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, PSLB (Paguyuban Scooterist Lamongan…

Maksimalkan Volume Irigasi, Waduk Gondang Akan Dikeruk

Maksimalkan Volume Irigasi, Waduk Gondang Akan Dikeruk

Senin, 20 Jul 2026 19:26 WIB

Senin, 20 Jul 2026 19:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Dalam rangka mendukung pemaksimalan volume irigasi untuk pertanian, Pemerintah Kabupaten Lamongan bersama Balai Besar Wilayah…

Peserta Walikota Cup 2026 Kolaps di Lapangan lalu Meninggal 

Peserta Walikota Cup 2026 Kolaps di Lapangan lalu Meninggal 

Senin, 20 Jul 2026 17:20 WIB

Senin, 20 Jul 2026 17:20 WIB

Diduga Serangan Jantung dan Lambatnya Penanganan Medis…

Buntut Limbah SPPG Grogol, Satgas MBG Ponorogo Ancam Panggil Yayasan dan Mitra

Buntut Limbah SPPG Grogol, Satgas MBG Ponorogo Ancam Panggil Yayasan dan Mitra

Senin, 20 Jul 2026 17:17 WIB

Senin, 20 Jul 2026 17:17 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo– Satuan tugas (Satgas) Menu Bergizi Gratis ( MBG) Kabupaten Ponorogo bergerak cepat pasca terungkapnya praktik dugaan pembuangan limbah …