Timses-KPPS di Ponorogo Konsultasi ke Dokter Jiwa

author surabayapagi.com

- Pewarta

Kamis, 22 Feb 2024 20:11 WIB

Timses-KPPS di Ponorogo Konsultasi ke Dokter Jiwa

SURABAYAPAGI.COM, Ponorogo - Pasca pesta demokrasi Pemilu 2024, beberapa orang telah melakukan konsultasi ke dokter jiwa. Baik di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Harjono Ponorogo maupun praktik mandiri.

Bukan calon legislatif (caleg) yang gagal. Namun tim sukses (timses) dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Baca Juga: Warga Ponorogo Serbu Gerakan Pangan Murah

“Yang datang ke RSUD dr Harjono maupun ke praktik mandiri saya ada beberapa orang. Kurang dari 10 orang,” ungkap dokter spesialis jiwa, dr Andri Nurdiyana Sari, Sp.Kj.

Di menjelaskan bahwa beberapa  yang sudah konsultasi, dengan berbagai keluhan. “Ada timses maupun KPPS,” kata dr Andri, Kamis (22/2/2024).

Gejala yang dialami mereka beranekaragam. Untuk timses itu mulai mual, pusing kecemasan berlebihan, insomnia. 

“Juga deg degan dan cemas berlebihan. Mungkin karena sudah mencari tapi dapetnya segini kan gitu kalo timses,” terangnya.

Baca Juga: Heboh, Maling Berkresek Merah di Ponorogo, Berhasil Gondol Uang dan Rokok Rp 20 Juta

Lain dengan KPPS yang datang berkonsultasi. Menurutnya KPPS karena kelelahan. Selain menyiapkan saat pencoblosan juga ditambah beban kerja.

“Ada salah satu kasus itu selisih angka jadi merasa ketakutan, takut kalau tidak bertanggung jawab takut disalahgunakan,” bebernya.

Pun ada yang datang karena paranoid. Dimana orang disekitar menunjuk bahwa pasiennya disalahkan.

Baca Juga: Diduga Korsleting Listrik, Rumah di Ponorogo Hangus Terbakar, Kerugian Capai Rp 250 Juta

“Dampaknya pasien itu sampai tidak berani keluar rumah. Case kasus yang paranoid itu KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara),” paparnya.

Dari mereka yang konsultasi, ada yang hanya rawat jalan. Akan tetapi  juga ada yang harus rawat inap. Namun untuk rawat inap itu tidak di poli jiwa, karena ada juga yang sakit secara fisik.

“Tidak sampai mengamuk. Jadi fisiknya sakit, psikisnya juga terganggu. Sehingga rawat inap yang biasa,” pungkasnya. Pn-01/ham

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU