SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Meski perhitungan Real count belum rampung, sudah ada pimpinan partai politik dari kubu sebelah yang ingin bergabung ke koalisi pemerintahan usai pemilu.
Wakil Ketua TKN Prabowo-Gibran, Habiburokhman, tak mengungkap siapa pimpinan parpol tersebut.
"Ya banyak, ada teman-teman yang ngomong ke saya 'ane' kata dia kan, habis pemilu menang nggak menang, ane mau ikut partai, ane di pemerintahan," kata Habiburokhman pada wartawan di Hotel Fairmont, Jakarta Pusat, Kamis (22/2/2024).
"Salah satu pimpinan parpol di kubu sebelah, ya kan ngomong begitu ke saya, ya sesama anak Jakarta. Ngomong begitu, ane pokonya setelah pemilu mau di kekuasaan," sambungnya.
Meski Begitu, Habiburokhman enggan menyebut pimpinan parpol yang dimaksud. Dia meminta untuk ditunggu saja.
"Saya nggak taulah, nantilah, lihat aja, saya nggak mau mendahului," ujarnya.
Tidak Bertepuk Sebelah Tangan
Kubu pasangan calon presiden-wakil presiden (capres-cawapres) nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka optimis ajakan kepada PDI-P hingga Anies Baswedan untuk bergabung di pemerintahan kelak tidak akan bertepuk sebelah tangan.
Optimisme itu disampaikan oleh Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Ahmad Muzani pada Selasa malam (20/2/2024) di Medcen TKN Prabowo-Gibran, Jakarta Selatan.
Ia menyebut, Prabowo berharap bisa membangun pemerintahan secara bersama-sama.
"Kami merasa bahwa insyaallah ajakan kami untuk bersama-sama membangun Indonesia ke depan di bawah pemerintah Prabowo-Gibran sepertinya bukan bertepuk sebelah tangan," ujar Muzani, dikutip Kompas.com.
"Harapan Pak Prabowo untuk bisa bersama-sama membangun Indonesia dari komunikasi awal kami dengan semua parpol yang tadinya berbeda pilihan dalam pilpres sepertinya dalam komunikasi awal kami bukan sesuatu yang bertepuk sebelah tangan," tambahnya.
Menurutnya, komunikasi antara TKN Prabowo-Gibran dan pimpinan partai politik di kubu Ganjar-Mahfud dan Anies-Muhaimin berjalan secara baik.
Ia juga mengatakan, di antara mereka ada pemahaman yang sama tentang masa depan Indonesia.
"Karena sesungguhnya di antara kami juga mempunyai pemahaman yang sama tentang masa depan Indonesia, masa depan pemerintahan dalam situasi yang lebih baik,” jelasnya. n erc/jk/rmc
Editor : Moch Ilham