Kemenkeu: Pemerintah Tarik Utang Baru Rp 107,6 Triliun di Awal Tahun

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Presiden joko widodo (jokowi) biasa membagikan bansos atau bantuan sosial secara langsung. Anis Efizudin/ Antara Foto
Presiden joko widodo (jokowi) biasa membagikan bansos atau bantuan sosial secara langsung. Anis Efizudin/ Antara Foto

i

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) kembali mencatat realisasi pembiayaan utang atau penarikan utang baru pada Januari 2024 telah mencapai Rp 107,6 triliun. Realisasi pembiayaan utang tersebut mencapai 16,6�ri target yang ditetapkan tahun ini sebesar Rp 648,1 triliun. 

Pembiayaan anggaran on track. Kami telah melakukan realisasi pembiayaan sebesar 107,6 triliun di 2024, khususnya di Januari," kata Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, Jumat (23/02/2024).

Adapun, realisasi ini juga tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi pembiayaan utang pada Januari 2022 yang saat itu sebesar Rp 95,62 triliun.

Selain itu, pemerintah juga memperhatikan dinamika pasar keuangan dalam melakukan pembiayaan anggaran. Pasalnya, hal itu akan mempengaruhi kinerja penerbitan instrumen utang utama pemerintah, surat berharga negara (SBN). 

"Tentu kita akan terus melakukan pemantauan atas dinamika pasar keuangan, supaya kita dalam menerbitkan SBN bisa terus betul-betul secara efisien, dan kita betul-betul mengantisipasi dan memitigasi seluruh risiko dari kondisi di tingkat global," ucap Suahasil.

Lebih lanjut, Suahasil menyebut akan terus melakukan sinergi dan koordinasi dengan Bank Indonesia. Kementerian Keuangan juga akan menarik utang dengan strategi secara prudent, fleksibel, optimistik, dan terukur.

Ia menjelaskan optimistik berarti pihaknya akan mencari kesempatan-kesempatan yang tepat untuk mendapatkan pembiayaan tersebut. Adapun fleksibel berarti penarikan utang dilakukan dengan mempertimbangkan sejumlah hal.

“Kalau kita mengatakan fleksibel, artinya pengadaan utang selalu kita pikirkan daam konteks timing, kapan, besarannya, bentuk instrumennya, dan currency mix,” kata Suahasil. jk-01/dsy

Berita Terbaru

Pemkab Bojonegoro terima penghargaan EPPD 2025 Status Kinerja Tinggi

Pemkab Bojonegoro terima penghargaan EPPD 2025 Status Kinerja Tinggi

Senin, 27 Apr 2026 22:30 WIB

Senin, 27 Apr 2026 22:30 WIB

SurabayaPagi.com : Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro menerima penghargaan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) Tahun 2025 dengan Status …

Disita, 420 Bungkus cartridge Berisi Cairan Narkotika Jenis Etomidate

Disita, 420 Bungkus cartridge Berisi Cairan Narkotika Jenis Etomidate

Senin, 27 Apr 2026 22:15 WIB

Senin, 27 Apr 2026 22:15 WIB

SURABAYAPAGI : Awak pekan ini polisi menangkap tersangka inisial MH (29) berikut barang bukti 420 cartridge Etomidate.Ditrektur Reserse Narkoba Polda Riau…

Hai! Gubernur Jangan Berorientasi Pada Fasilitas

Hai! Gubernur Jangan Berorientasi Pada Fasilitas

Senin, 27 Apr 2026 22:15 WIB

Senin, 27 Apr 2026 22:15 WIB

SURABAYAPAGI : Wamendagri Bima Arya Sugiarto mengatakan Kemendagri menurunkan tim Inspektorat Jenderal (Itjen) untuk memantau aktivitas Gubernur Kaltim.…

Didemo Gunakan Anggaran Rumah Dinas Rp 25 M, Mobil Mewah Rp 8,5 M dan Konsumsi Rp 10 Miliar

Didemo Gunakan Anggaran Rumah Dinas Rp 25 M, Mobil Mewah Rp 8,5 M dan Konsumsi Rp 10 Miliar

Senin, 27 Apr 2026 22:05 WIB

Senin, 27 Apr 2026 22:05 WIB

SURABAYAPAGI : Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud, menggunakan anggaran jumbo hingga berujung aksi demo mahasiswa pada 21 April lalu.Aksi 21 April Rakyat…

Oknum Polisi Main dengan Markus, Greedy

Oknum Polisi Main dengan Markus, Greedy

Senin, 27 Apr 2026 22:03 WIB

Senin, 27 Apr 2026 22:03 WIB

Institusi Polri diguncang anggotanya lagi. Terbaru, mantan Kanit Narkoba Polresta Pulau Ambon berinisial IT ditangkap atas kasus penyalahgunaan narkoba. Pelaku…

Berebut Mahasiswa Baru, PTN Jadi Lembaga Pelatihan Kerja

Berebut Mahasiswa Baru, PTN Jadi Lembaga Pelatihan Kerja

Senin, 27 Apr 2026 22:00 WIB

Senin, 27 Apr 2026 22:00 WIB

SURABAYAPAGI-JAKARTA : Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemdiktisaintek, Badri Munir Sukoco ancang ancang hentikan prodi yang kurang peminat. Badri Munir, berharap…