Terjerat Kasus Narkoba, ASN Satpol PP Gresik Beri Keterangan Berbelit

author M. Aidid Koresponden Gresik

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Suasana persidangan kasus Narkoba dengan terdakwa Saiful Mubarok (39), aparatur sipil negara di Dinas Satpol PP Gresik. SP/Grs
Suasana persidangan kasus Narkoba dengan terdakwa Saiful Mubarok (39), aparatur sipil negara di Dinas Satpol PP Gresik. SP/Grs

i

SURABAYAPAGI.COM, Gresik - Nasib ASN Satpol Gresik, Saiful Mubarok (39) benar-benar sudah di ujung tanduk. Upayanya untuk berkelit tidak menjadi aktor penting atas terungkapnya kasus narkoba di tempatnya bekerja menjadi sia-sia.

Pasalnya, pada sidang lanjutan hari ini, Rabu (13/3) dengan agenda pemeriksaan terdakwa, dia tidak berhasil meyakinkan majelis hakim PN Gresik maupun Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Gresik bahwa dia hanyalah seorang bawahan yang patuh pada perintah atasan. 

Dia berdalih, temuan barang bukti berupa sabu dan puluhan pil ekstasi di sebuah loker milik seorang anggota Satpol PP Gresik oleh petugas Direktorat Narkoba Polda Jatim, itu bukanlah miliknya melainkan barang pesanan dari seorang atasannya berinisial SF, seorang kepala bidang di Dinas Satpol PP Gresik.

Percobaan untuk membelokan fakta terdakwa tersebut semua terbantahkan setelah majelis hakim memeriksa terdakwa dalam waktu dua jam lebih. 

Di persidangan terdakwa mengakui bahwa barang bukti narkoba berupa 50 butir pil ekstasi dan 2 gram sabu yang disimpan di sebuah loker rekan kerjanya bernama Anton Hilman, itu adalah miliknya karena dia yang menyimpan di situ.

Dua jenis barang haram itu dia pesan dan dibeli dari bandar Brian Dodik Prasetyo alias Tole seharga Rp17,5 juta.

Ketika pesanan ini dikirim ke alamat di Dinas Satpol PP Gresik, terdakwa pula yang menerima dan kemudian menyimpannya ke dalam loker.

Majelis hakim merasa heran atas pengakuan terdakwa yang mau mencoba menyeret SF, seorang kabid di Dispol PP Gresik sebagai pemilik barang haram tersebut. Padahal faktanya, barang haram ini dia yang memesan, dia yang membayar, dia yang menyimpan dan dia pula yang menggunakannya. Dan, kalau saja SF terlibat, lalu mengapa pihak penyidik tidak memeriksa dan memberkasnya sehingga yang bersangkutan bisa didengar keterangannya di persidangan. 

Sehingga majelis hakim menilai pengakuan terdakwa hanyalah bermaksud untuk menghindar agar dia tidak dihukum. Seakan dia dikorbankan, padahal dia yang berperan penting.

"Jadi semua bukti-bukti yang ada mengarah ke kamu sebagai orang yang  berperan penting dalam pengungkapan kasus ini," ujar Syarudi, ketua majelis hakim sambil menunjuk beberapa bukti di handphone milik terdakwa yang disita penyidik. 

Terdakwa semakin tersudut setelah dia mengakui bahwa bandar narkoba langganannya, Brian alias Tole sudah dikenalnya sebelum dia mengenal wanita SF, atasannya yang nota bene ingin diseretnya menjadi pesakitan seperti dirinya. Apalagi para petugas Ditreskoba Polda Jatim dalam keterangan di persidangan menjelaskan bahwa SF tidak terlibat dalam perkara ini.

Setelah pemeriksaan terdakwa selesai, persidangan akan dilanjutkan pada 20 Maret mendatang dengan agenda mendengarkan pembacaan tuntutan dari JPU Kejari Gresik Paras Setio. grs

Berita Terbaru

Dewan Komisaris Tinjau GIS Undaan, PLN Perkuat Keandalan Listrik dan Kawal Proyek Strategis

Dewan Komisaris Tinjau GIS Undaan, PLN Perkuat Keandalan Listrik dan Kawal Proyek Strategis

Jumat, 03 Apr 2026 16:23 WIB

Jumat, 03 Apr 2026 16:23 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT PLN (Persero) menegaskan komitmennya dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional melalui kunjungan kerja Dewan Komisaris ke …

Jelang Muscab PKB Sidoarjo Bidik Ketua Baru Yang Loyal, Jujur dan Berintegritas

Jelang Muscab PKB Sidoarjo Bidik Ketua Baru Yang Loyal, Jujur dan Berintegritas

Jumat, 03 Apr 2026 15:15 WIB

Jumat, 03 Apr 2026 15:15 WIB

Surabayapagi.com-Sidoarjo : Persiapan Musyawarah Cabang (Muscab) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB 2026 di Sidoarjo sudah matang hampir mencapai 99%. Fokus …

Takmir Masjid di Bayubang Lamongan Ajukan Pemindahan Gardu Trafo, PLN Patok Rp 80 Juta Menjadi Viral

Takmir Masjid di Bayubang Lamongan Ajukan Pemindahan Gardu Trafo, PLN Patok Rp 80 Juta Menjadi Viral

Kamis, 02 Apr 2026 20:15 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 20:15 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Takmir Masjid At-Taqwa di Desa Bayubang Kecamatan Solokuro Lamongan Jawa Timur, dibuat murka oleh pelayanan PLN, lantaran…

Dampak Efesiensi, Pemkab Lamongan Pangkas Perjalanan Dinas Sampai 50 Persen

Dampak Efesiensi, Pemkab Lamongan Pangkas Perjalanan Dinas Sampai 50 Persen

Kamis, 02 Apr 2026 20:08 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 20:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sebagai langkah kongkrit dalam komitmen menjalankan instruksi Pemerintah Pusat untuk efesiensi energi, Pemkab Lamongan telah…

Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas Pembangunan Infrastruktur, KSPI PT PLN Kunjungi GITET Surabaya Selatan

Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas Pembangunan Infrastruktur, KSPI PT PLN Kunjungi GITET Surabaya Selatan

Kamis, 02 Apr 2026 18:47 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 18:47 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT PLN (Persero) terus memperkuat komitmennya dalam menjalankan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang bersih dan t…

Permudah Pengajuan Klaim, BPjS Ketenagakerjaan Hadirkan Fitur Layanan 'Lapak Asik'

Permudah Pengajuan Klaim, BPjS Ketenagakerjaan Hadirkan Fitur Layanan 'Lapak Asik'

Kamis, 02 Apr 2026 17:15 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 17:15 WIB

SURABAYA PAGI, Malang - BPJS Ketenagakerjaan menghadirkan fitur antrean online pada Layanan Tanpa Kontak Fisik atau Lapak Asik mulai 1 April 2026 guna …