Surabaya Siapkan Skema Pengembangan Langgar Gipo

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI, Surabaya - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mempersiapkan skema pengembangan kawasan kota lama dengan memasukkan Langgar Gipo yang berlokasi di Jalan Kalimas Udik, Ampel sebagai salah satu destinasi."Ini untuk menghormati kakek dan guru-guru kami, saya kembangkan Langgar Gipo di Jalan Kalimas menjadi Kawasan Langgar Gipo," kata Eri di Surabaya, Senin (18/3).

Langkah pengembangan itu disampaikan Eri kepada Yayasan Insan Keturunan Sagipoddin (IKSA) dalam pertemuan yang digelar di Balai Kota Surabaya."Saya akan bangun sebagai cagar budaya," ujarnya.

Kemudian, kata dia ketika pengerjaan selesai keseluruhan, maka Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyerahkan pengelolaan kepada dzuriyah atau keturunan dari Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pertama, KH Hasan Gipo. "Langgar Gipo itu sangat bersejarah, karena tidak hanya ada langgar atau musholla tetapi ada sumur penggemblengan arek-arek suroboyo, bunker, dan lantai atas untuk tempat singgah jamaah haji saat masih pakai kapal laut. Lantai atas akan kami jadikan museum dan ruang pertemuan bagi pengunjung," ucapnya.

Sementara, Ketua Yayasan IKSA HA Wachid Zein mengapresiasi langkah wali kota dalam upaya menjaga eksistensi Langgar Gipo. Oleh karena itu, dia memastikan membantu pengembangan kawasan tersebut dengan mempertahankan nilai sejarah yang ada.

"Kami siap diajak koordinasi karena Langgar Gipo memang tidak hanya memiliki bentuk fisik sebagai tempat ibadah yang menjadi milik keluarga, tetapi Hasan Gipo itu milik umat atau warga kota. Kami berterima kasih karena mbah Hasan Gipo memang memiliki ikatan sejarah yang kuat dengan kota ini," katanya.

Diketahui, Langgar Sagipodin atau Gipo didirikan oleh keluarga Sagipoddin sekitar tahun 1700-an oleh Abdul Latif bin Kamal bin Kadirun, seorang saudagar kaya di kawasan kampung elit Ngampel.  Langgar Sagipodin dibangun dengan kayu jati kuno dan tegel terakota.

Langgar Sagipoddin baru direnovasi ulang sekitar tahun 1800-an, memiliki 2 lantai dan berdiri di atas lahan sekitar 100 meter persegi. Hasan Gipo tak banyak ditulis dalam sejarah perjuangan bangsa, karena situs makam Hasan Gipo baru ditemukan di kompleks pemakaman Ngampel pada tahun 2015. 

Langgar Gipo bukan hanya tempat shalat namun juga lokasi berkumpulnya para Kyai dan tokoh pergerakan, seperti Kyai Wahab Hasbullah, KH. Mas Mansur, Hasan Gipo, HOS Tjokroaminoto, dan Soekarno.sb/ana

Berita Terbaru

Kejati Jatim Ungkap Skema Rangkap Jabatan Guru dan Pendamping Desa di Probolinggo

Kejati Jatim Ungkap Skema Rangkap Jabatan Guru dan Pendamping Desa di Probolinggo

Kamis, 26 Feb 2026 07:08 WIB

Kamis, 26 Feb 2026 07:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya — Penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi terkait penerimaan gaji atau honor ganda akibat rangkap jabatan di Kabupaten P…

Pansus BUMD DPRD Jatim Bakal Jalan-Jalan ke Luar Negeri Bulan Depan

Pansus BUMD DPRD Jatim Bakal Jalan-Jalan ke Luar Negeri Bulan Depan

Rabu, 25 Feb 2026 21:32 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 21:32 WIB

Surabaya, Surabayapagi.com - Dokumen resmi hasil Rapat Badan Musyawarah (Banmus) tertanggal 23 Februari 2026, tercantum agenda kegiatan Perjalanan ke Luar…

Surabaya Raih Predikat Kota Terbaik Pertama dalam Pengelolaan Sampah se-Indonesia Tahun 2025

Surabaya Raih Predikat Kota Terbaik Pertama dalam Pengelolaan Sampah se-Indonesia Tahun 2025

Rabu, 25 Feb 2026 20:06 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 20:06 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Kota Surabaya kembali menorehkan prestasi sebagai salah satu daerah dengan kinerja lingkungan terbaik di Indonesia. Berdasarkan…

Dorong Ekonomi Lokal, JConnect Ramadan Vaganza 2026 Resmi Dibuka di Balai Kota Surabaya

Dorong Ekonomi Lokal, JConnect Ramadan Vaganza 2026 Resmi Dibuka di Balai Kota Surabaya

Rabu, 25 Feb 2026 19:51 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:51 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Halaman Balai Kota Surabaya kembali semarak dengan dibukanya gelaran JConnect Ramadan Vaganza 2026, Rabu (25/2). Event yang…

Hakim Khawatir Orang Atasnamakan Majelis

Hakim Khawatir Orang Atasnamakan Majelis

Rabu, 25 Feb 2026 19:40 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:40 WIB

Jelang Vonis Kamis Hari Ini, dalam Perkara Dugaan Korupsi Minyak Mentah yang Rugikan Negara Rp 285 triliun      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Hakim Ketua pe…

Tiga Partai dan Akademisi Setuju Batas Parlemen dihapus

Tiga Partai dan Akademisi Setuju Batas Parlemen dihapus

Rabu, 25 Feb 2026 19:37 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:37 WIB

Hasil Pemilu 2024, Ada 50 juta hingga 60 juta Suara Rakyat Terbuang Sia-sia Akibat Parliamentary Threshold 4%     SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Putusan MK a…