Fenomena ‘War Takjil’ Ramadhan Jadi Berkah dan Peluang UMKM Tingkatkan Penjualan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Salah seorang pembeli sedang memilih takjil ‘war takjil’ menjelang berbuka puasa Ramadhan. SP/ JKT 
Salah seorang pembeli sedang memilih takjil ‘war takjil’ menjelang berbuka puasa Ramadhan. SP/ JKT 

i

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Fenomena ‘war takjil’ di bulan Ramadhan sering kali menggambarkan kegiatan berburu makanan dan minuman untuk berbuka puasa. Istilah yang populer di media sosial (medsos) itu tak hanya diikuti masyarakat muslim yang berpuasa, tetapi juga oleh masyarakat non muslim yang tidak berpuasa.

Kepala Center of Digital Economy and SMEs INDEF Eisha Maghfiruha Rachbini memandang fenomena ini menjadi peluang bagi UMKM meningkatkan penjualannya. Karena di momen yang sifatnya musiman ini, potensi penjualan UMKM bisa meningkat.

Eisha pun memproyeksi, kinerja penjualan UMKM akan cenderung moncer selama Maret hingga awal April mendatang, karena transaksi yang tercipta di momen Ramadhan. Selain di pusat kota, sambungnya, pertumbuhan ekonomi ini juga akan berlanjut di daerah lewat kegiatan mudik.

"Ada beberapa survei yang mungkin kita bisa lihat bahwa memang beberapa bulan dibandingkan Februari atau bulan sebelumnya, penjualan di Maret atau ke depan mungkin awal April nanti, masih akan terus meningkat transaksi yang tercipta akibat di masa-masa ini," kata Eisha, Rabu (27/03/2024).

Nantinya, UMKM daerah akan kembali ketiban ‘durian runtuh’ akibat pergerakan masyarakat yang bergerak ke titik wisata. Sambil bersilaturahmi, UMKM yang menjajakan jajanan kuliner hingga oleh-oleh lokal yang diproyeksi akan untung besar. 

Hitungannya, penjualan UMKM daerah berpotensi meningkat signifikan hingga sekitar 40-60% dibandingkan periode sama di tahun lalu. Proyeksi ini juga akan ditopang pergerakan pemudik 2024 yang ditaksir bisa mencapai 193,6 juta orang, atau naik 63,94% ketimbang pemudik 2023 yang sebesar 123,8 juta orang.

“Kita harapkan juga mungkin penjualan tahun ini dengan prediksi lebih banyak yang mudik, harusnya bisa mendorong UMKM daerah lebih tinggi juga di tahun ini,” paparnya.

Meski demikian, Eisha memberi catatan bahwa ada beberapa tantangan pada tahun ini, salah satunya adalah harga pangan yang sekarang tengah berada dalam posisi tinggi.

Ia mengatakan, pelaku UMKM kuliner membutuhkan bahan pangan untuk bahan dasar mereka berproduksi. Bahan-bahan pangan ini yang menjadi biaya input dari UMKM.

"Sehingga, mau tidak mau, dia harus meningkatkan harga jual atau mungkin berarti margin yang didapat lebih sedikit. Itu salah satu tantangan saat ini, [yaitu] tingkat harga yang lebih tinggi," ujar Eisha.

Selain itu, mengutip dari @BRIN_Indonesia, pada postingan nya, Rabu (27/03/2024). Menurut Rusydan Fathy (Penelitian pusat riset masyarakat dan budaya BRIN)

“War takjil kemudian menjadi wujud integrasi (alih- alih gesekan) yang jenaka antara kedua kelompok yang berbeda dalam memperebutkan takjil. sebagai negara yang lebih dari 50% roda ekonominya digerakkan oleh ekonomi informal, fenomena war takjil tentu memberikan dampak langsung keuntungan ekonomi masyarakat terutama pelaku UMKM. Pada akhirnya war takjil menjadi simbol yang meneduhkan hubungan antara kelompok masyarakat dan menyelamatkan ekonomi masyarakat kelas bawah,” ungkapnya.

Kebanyakan mereka para pedagang kaki lima merasa senang karena fenomena tahun ini, mereka dapat menjajakan makanan nya hingga ludes terjual. yang akhir nya mereka dapat pulang lebih awal karena banyak kerumunan yang memborong jualan mereka. 

Seperti yang dialami salah satu penjual tahu sumedang wilayah Taman Tirto Agung kota Semarang yang mengatakan 

“Kami segenap pedagang takjil mengucapkan terima kasih atas tren war takjil di ramadhan 2024 ini kami bisa pulang lebih cepat” dalam postingan nya @apriliaevy.

Faktanya fenomena war takjil ini tidak hanya menghantar keharmonisan antar umat beragama tapi juga ikut turut mengambil peran untuk pertumbuhan ekonomi indonesia sera membantu usaha mikro kecil UMKM seperti pedagang kaki lima. jk-04/dsy

Berita Terbaru

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - 20 korporasi sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dari daftar tersebut, empat di antaranya merupakan…

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Pengakuan sepuluh staf bidang pertambangan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur yang menerima uang di luar gaji d…

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur mendalami dugaan aliran dana pungutan liar (pungli) sebesar Rp 687,5 juta kepada mantan…

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Saya sangat menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Kalau memang diundang, ya saya Insya Allah akan hadir,” kata Jokowi k…

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

SURABAYAPAGI.com - Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim S. Djojohadikusumo mengingatkan potensi pelemahan nilai tukar rupiah akibat derasnya aliran…

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman akan menyebar surat edaran (SE) mengenai potensi sanksi pidana…