Dispendik Surabaya Pastikan Pramuka Tetap Berjalan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kegiatan pelatihan Kepramukaan yang bertempat di Polrestabes Surabaya. SP/ANA
Kegiatan pelatihan Kepramukaan yang bertempat di Polrestabes Surabaya. SP/ANA

i

SURABAYAPAGI, Surabaya - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) resmi mencabut status Pramuka sebagai kegiatan wajib di sekolah.

Dihapusnya Pramuka sebagai salah satu kegiatan yang wajib diikuti oleh siswa-siswi tersebut tertuang dalam Peraturan Mendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024 tentang Kurikulum pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah.

Meski begitu, Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya memastikan kegiatan Pramuka tetap berjalan. DPRD Kota Surabaya pun mendukung penuh pelaksanaan ekstrakulikuler tersebut.

Kepala Dispendik Kota Surabaya, Yusuf Masruh mengatakan, pihaknya memastikan Pramuka akan tetap berjalan di sekolah-sekolah di Kota Pahlawan.

"Memang ada ketetapan yang menjadikannya program tidak wajib. Akan tetapi Pramuka tidak begitu saja langsung dihilangkan. Mungkin nanti akan diganti menjadi ekstrakulikuler wajib," ujarnya, Senin 15 April 2024.

Yusuf menegaskan, Dispendik Surabaya berkomitmen untuk tidak menghapus Pramuka sebagai kegiatan wajib siswa-siswi sekolah karena Pramuka memiliki faedah bagi mereka dan menurutnya hal baik itu harus tetap berjalan.

"Pramuka melatih anak-anak kita untuk dapat lebih dekat dengan alam dan sekitarnya. Mereka juga dapat menjadi pribadi yang lebih tangguh nantinya. Saya kira ini tetap harus dilanjutkan," tandasnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Cahyo Siswo Utomo mengatakan, pihaknya tetap menyokong kegiatan Pramuka untuk tetap dijalankan oleh siswa-siswi se-Kota Surabaya.

"Pramuka itu seperti kegiatan yang mengajarkan kita untuk hidup lebih dekat dengan alam. Bagaimana kita dapat belajar untuk bertahan hidup," tutur dia.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera ini juga mengatakan, hal-hal yang diajarkan dalam Pramuka juga erat dengan kegiatan sehari-hari. Seperti soal simpul dan tali-temali serta pembuatan tandu secara sederhana untuk kepentingan darurat.

"Itu semua adalah ilmu-ilmu dasar yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, Pramuka harus tetap ada dan menjadi kegiatan wajib siswa-siswi di Kota Surabaya," pungkas Cahyo.sb/ana

Berita Terbaru

19 Sekolah Muhammadiyah di Gresik Raih Penghargaan atas Kenaikan Jumlah Murid

19 Sekolah Muhammadiyah di Gresik Raih Penghargaan atas Kenaikan Jumlah Murid

Minggu, 05 Apr 2026 16:27 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 16:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik - Sebanyak 19 sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Gresik menerima penghargaan atas keberhasilan meningkatkan jumlah peserta didik secara…

Daop 7 Madiun Catat Enam Gangguan Perjalanan KA Selama Angkutan Lebaran 2026

Daop 7 Madiun Catat Enam Gangguan Perjalanan KA Selama Angkutan Lebaran 2026

Minggu, 05 Apr 2026 15:00 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 15:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Selama masa Angkutan Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun mencatat adanya enam kejadian gangguan…

Kurang Waspada! Motor dan Truk Adu Banteng, Pengendara Motor Tewas di TKP

Kurang Waspada! Motor dan Truk Adu Banteng, Pengendara Motor Tewas di TKP

Minggu, 05 Apr 2026 14:55 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Kecelakaan antara pengendara motor dan Truk Isuzu dengan adu banteng yang terjadi pada Minggu (5 April 2026) dini hari mengejutkan…

Kebijakan Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD Akan Resmi Berlaku Tahun 2027

Kebijakan Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD Akan Resmi Berlaku Tahun 2027

Minggu, 05 Apr 2026 14:23 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Terkait kebijakan pembatasan belanja pegawai maksimal 30 persen dari APBD akan resmi diberlakukan tahun 2027. Dimana, postur APBD…

Usai Santap Nasi Berkat Tahlilan, Puluhan Korban Diduga Alami Keracunan Muntah-Diare

Usai Santap Nasi Berkat Tahlilan, Puluhan Korban Diduga Alami Keracunan Muntah-Diare

Minggu, 05 Apr 2026 14:14 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini viral, seusai menyantap nasi berkat tahlilan di Jalan Sido Kapasan Gang 10, Simokerto, Surabaya, sebanyak puluhan…

Warga Napis Bojonegoro Akhirnya Miliki Jembatan, Pasca Penantian Puluhan Tahun

Warga Napis Bojonegoro Akhirnya Miliki Jembatan, Pasca Penantian Puluhan Tahun

Minggu, 05 Apr 2026 14:06 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Setelah menanti selama puluhan tahun, akhirnya kini warga di perbatasan Bojonegoro dan Ngawi bisa bernapas lega lantaran…