Mentan Bolak Balik ke Lamongan Ingin Pastikan Programnya Terealisasi

author Muhajirrin

- Pewarta

Jumat, 19 Apr 2024 16:41 WIB

Mentan Bolak Balik ke Lamongan Ingin Pastikan Programnya Terealisasi

i

Mentan Andi Amran Sulaiman, saat berdialog dengan perwakilan petani di Lamongan. SP/IST

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Dalam waktu tidak lebih 1 bulan, Kementerian Pertanian bolak balik datang ke Lamongan, kali ini yang datang langsung Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, mengecek langsung bantuan  yang sudah terealisasi untuk mendukung peningkatan produktivitas tanaman padi.

Mentan diterima oleh bupati di hamparan sawah di Desa Trepan, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Jumat (19/4/2024), ditemani beberapa staf, dan melihat langsung petani yang sedang tandur (menanam padi).

Baca Juga: Meski Lapak Hewan Kurban di Lamongan Menurun, Disnakeswan: Masih Surplus

Disebutkan oleh Mentan, program-program tersebut mulai dari distribusi pupuk bersubsidi, yang kini sudah mengalami peningkatan dua kali lipat, bantuan bibit padi, harga gabah, hingga program pompanisasi yang dinilai paling efektif untuk pengairan sawah di musim kemarau. 

“Lamongan ini sudah kita lihat langsung air melimpah tapi kurang manfaatnya. Jadi tepat jika dilakukan pompanisasi, kita lihat tadi ini bisa mengairi 16 ribu ha sawah, total yg dilewati 22 ribu ha dan ini bisa meningkatkan produksi padi kita 380 ribu ton bisa dibayangkan ini dampaknya kesejahteraan meningkat, produksi meningkat, pendapatan meningkat, menyerap tenaga kerja,” ujarnya.

Sebelumnya Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan telah mengusulkan pompa sebanyak 412 unit yang dapat mengcover kebutuhan air seluas 16.374 ha. Dari usulan tersebut terdapat 6 unit pompa yang telah terpasang dengan kapasitas 8 inch, 6 inch, dan 3 inch.

“Ada bantuan pompa gratis, benih gratis, pupuk sudah dinaikan dua kali lipat, ini untuk menghadapi el-nino ke depan. Mudah mudahan produksi Jawa Timur bisa naik target kita 2 ton beras kalau ini tercapai bisa menyelesaikan impor 50% dan ini solusi permanen, cepat, dan terus menerus mengatasi kondisi saat ini,” imbuhnya.

Baca Juga: Ada 1.500 Anak di Laren Ikuti Gebyar Prasiaga PAUD

Mendapat dukungan secara langsung dari Kementrian Pertanian Bupati Lamongan Yuhronur Effendi mengapresiasi sekaligus menyambut baik program pompanisasi yang diharapkan dapat meningkatkan produktivitas padi di Lamongan. 

“Terima kasih Pak Menteri dalam hal ini kita terus mendorong komitmen untuk meningkatkan produksi pangan kita di Lamongan, karena kita masih terasa cuaca el nino bagi petani. Kita punya luasan tanam 95.460 ha, sedangkan yang irigasi 61 ribu dan sisanya 34 ribu ini tadah hujan. Program pompanisasi insya Allah sekitar 16 ribu ha yang kita proyeksikan untuk kegiatan pompanisasi dan lainnya kita akan memakai sumur bor,” ucap Pak Yes sapaan akrab Bupati Lamongan.

Selain itu, usai melakukan pengecekan program pompanisasi di Babat, Mentan Andi Amran Sulaiman bersama Bupati Lamongan Yuhronur Efendi melaksanakan panen padi varietas IPB 9G (gogo) yang mampu bertahan di lahan kering dan sawah, di Desa Blawirejo, Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan.

Baca Juga: Survei PSDK Unisda, Selain Berpendidikan Warga Inginkan Pemimpin dari Kalangan Santri dan Pesantren

Keberhasilan varietas bibit padi IPB 9G yang dikembangkan IPB University melalui pilot project di Lamongan mematik Mentan Andi untuk mengembangkan klaster pertanian modern yang dimonitoring secara langsung oleh perguruan tinggi. 

Klaster tersebut nantinya dari segi kebutuhan bibit, alat (traktor dan combine), maupun pupuk bersubsidi akan disediakan oleh Kementerian Pertanian secara langsung. Sehingga program tersebut dapat mensejahterakan petani, menarik minat bertani para generasi muda, sekaligus akselerasi kesetaraan pertanian dengan Jepang hingga negara lainnya. jir

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU