Pasca Banjir Lahar Dingin Semeru, BPBD Jatim Prioritaskan Pemulihan 18 Jembatan dan 1 DAM

author surabayapagi.com

- Pewarta

Senin, 22 Apr 2024 19:31 WIB

Pasca Banjir Lahar Dingin Semeru, BPBD Jatim Prioritaskan Pemulihan 18 Jembatan dan 1 DAM

SURABAYAPAGI, Surabaya - Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur (Jatim) prioritaskan pembenahan fasilitas umum atau infrastruktur vital yang dampak dari banjir lahar dingin Gunung Semeru yang menerjang sejumlah wilayah di Lumajang, pada Kamis, (18/4/2024).

Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto, menyebutkan bahwa ada sekitar 18 jembatan, 1 DAM tanggul akan menjadi fokus pembenahan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim.

Baca Juga: Antisipasi Dampak Kekeringan, BPBD Jatim Siapkan Droping Air Bersih

"Namun kami masih melihat dulu dari 18 jembatan itu 3 yang menggunakan anggaran dari Pemprov Jatim sedangkan sisanya akan menggunakan anggaran Kabupaten Lumajang dan BNPB," kata Gatot, saat ditemui Surabaya Pagi, Senin (22/4/2024).

Lanjut Gatot, meski anggaran ditanggung kabupaten, Pemprov Jatim siap membackup jika anggaran tersebut tidak mencukupi.

Baca Juga: Posko Siaga Bencana Lebaran Ditutup, BPBD Jatim Catat 14 Banjir, 6 Longsor, dan 5 Angin Kencang

"Kemarin ada instruksi untuk melihat apa cukup tidaknya anggaran kabupaten jika tidak Pj Gubernur sudah meminta untuk backup anggaran. Terlebih yang berpengaruh kepentingan publik harus segera ditangani," jelasnya.

Semangat itu, Pemprov Jatim juga melakukan pembenahan DAM dan Tanggul. Salah satu DAM yang dibenahi yang ada di Mujur Kecamatan Candipuro. "Ini kami masih melihat dulu dari BPWS Brantas apa sudah dianggarkan apa tidak jangan sampai ada dobel anggaran," terang Gatot.

Baca Juga: Gempa Susulan Hantui Warga Bawean, BPBD Jatim Pastikan Kebutuhan Logistik Terpenuhi

Gatot juga mengaku, jika Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono telah meminta waktu 1,5 bulan untuk segera dijalankan pembenahan. "Ini sejak beberapa hari lalu, maka kurang 5 minggu lagi harus sudah mulai dikerjakan," pungkasnya. Ain

Editor : Mariana Setiawati

BERITA TERBARU