Tarif Sewa Gedung Kantor di Jakarta Naik 3 Persen

author surabayapagi.com

- Pewarta

Selasa, 23 Apr 2024 19:29 WIB

Tarif Sewa Gedung Kantor di Jakarta Naik 3 Persen

i

Tarif sewa perkantoran di Jakarta akan tumbuh sekitar tiga persen per tahun mulai tahun 2024 hingga 2026. SP/JAKA

SURABAYAPAGI, Jakarta - Sejak tahun 2023, permintaan sewa gedung kantor telah mengalami peningkatan yang signifikan. Karena tarif sewa bersaing, mendorong para pemilik gedung untuk menawarkan paket menarik guna memikat lebih banyak penyewa, terutama untuk gedung-gedung baru.

Colliers Indonesia memperkirakan bahwa tarif sewa perkantoran di Jakarta akan tumbuh sekitar tiga persen per tahun mulai tahun 2024 hingga 2026. Head of Research Colliers Indonesia Ferry Salanto mengatakan, fleksibilitas pemilik properti berperan penting dalam penyerapan ruang, terutama di gedung kantor yang baru beroperasi.

Baca Juga: Secara Hukum, Jakarta Bukan Ibu Kota RI

“Saat ini, para penyewa sedang aktif mencari peluang untuk relokasi ke gedung kantor berkualitas tinggi yang menawarkan paket sewa khusus, dengan memprioritaskan faktor-faktor di luar lokasi dan fasilitas sekitar,” jelasnya.

Selain itu, pemilik properti disarankan melibatkan konsultan properti demi mengamankan kesepakatan transaksi yang lebih menguntungkan. Menurut Ferry, meskipun ada sedikit guncangan pada pertumbuhan ekonomi, permintaan ruang kantor diperkirakan akan tetap relatif stabil dengan luas 100.000–150.000 meter persegi per tahun selama 2024–2026.

Baca Juga: Demi Keselamatan Dishub DKI Membongkar Stick Cone

“Dalam skenario pasar perkantoran, penyewa tetap memegang posisi tawar yang lebih kuat karena masih ada sejumlah besar ruang yang belum terserap hingga akhir tahun 2023,” tambah Ferry.

Sementara itu, Head of Office Services Colliers Indonesia Bagus Adikusumo mengatakan, berdasarkan jenis industri, bisnis yang terkait dengan keuangan dan teknologi masih menjadi penggerak utama permintaan ruang kantor.

Baca Juga: Jakarta Ganti Status menjadi DKJ, Warga Harus Cetak Ulang KTP

 “Sebagian besar transaksi sewa gedung kantor masih berasal dari penyewa yang sudah ada. Hanya sedikit sektor bisnis baru yang mampu mengisi ruang kosong yang besar secara signifikan,” tandas Bagus.jk/ana

Editor : Mariana Setiawati

BERITA TERBARU