Jumat Berkah

Politisi Jalin Politik Silaturahmi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

Jokowi, Prabowo, Megawati adalah politisi. Tertua adalah Megawati. Saat Idul Fitri, kemarin, baik Jokowi maupun Prabowo, tidak Silaturahmi ke rumah Megawati.

Padahal Sukarno, Bapak Bangsa yang kerap menjadi panutan utama, justru pernah menggelar silaturahmi demi mengikis berbagai persoalan politik di antara para tokoh masyarakat.

Waktu yang digunakan adalah momen Idul Fitri. Lokasinya di Istana Negara pada 1948. Penggagas utamanya adalah tokoh Nahdlatul Ulama yang kharismatik, KH Wahab Chasbullah.

Padahal, memasuki tahun ketiga kemerdekaan, kondisi politik tanah air masih gonjang-ganjing. Para elitenya berseteru. Sebagai Presiden, Bung Karno lantas menemui Kiai Wahab Chasbullah dan Wahid Hasyim di Jombang, Jawa Timur. Dia meminta nasihat bagaimana sebaiknya agar para elite yang berseteru bisa duduk satu meja, satu wadah untuk kembali saling memaafkan. Masing-masing melepaskan topeng, jubah kebesaran dan berbagai sekat kepentingan selain kemanusiaan, bangsa, dan negara.

Karena kala itu dalam suasana Ramadan, Kiai Wahab menyarankan agar Bung Karno menggelar silaturahim di momen Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran.

Sudah menjadi kelaziman para elit merasa diri dan kelompoknya yang paling benar. Sebaliknya, pihak lain yang salah. Padahal hal semacam itu dosa, haram. "Supaya mereka tidak punya dosa (haram), maka harus dihalalkan," kata Kiai Wahab.

Bagaimana caranya? Ya, mereka harus duduk dalam satu meja untuk saling memaafkan, saling menghalalkan atau halal bihalal.

Tentu saja, itu kasusnya bila sebatas berbeda pandangan politik, saling kritik atau saling hujat dengan mengatasnamakan rakyat atau kelompoknya. Sementara bila isunya sudah menjadi perkara politik atau kasus hukum ya tidak otomatis gugur hanya dengan saling berjabat tangan.

Apalagi bila isunya sudah masuk ruang pengadilan, masing-masing pihak yang berseteru dapat tetap saling beradu argumentasi dengan dukungan berbagai bukti. Biar majelis hakim yang kemudian memutuskan.

Bila itu yang terjadi saat ini, tentu sangat elok bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Bahwa nilai-nilai religius, nilai-nilai Pancasila benar-benar diaplikasikan dalam kehidupan nyata. Bukan cuma menjadi retorika. Sayangnya yang terjadi justru sebaliknya. Ada elite yang justru lebih suka menjunjung tinggi prasangka seraya mendegradasi niat baik pihak lain. Niat untuk silaturahmi dituding sebagai gimik dan pencitraan.

Nah, di masa Ramadan pun, kita tahu nilai-nilai utamanya adalah menahan diri, bersikap sabar, dan menonjolkan empati terhadap siapapun, dia dan kelompoknya justru asyik dan penuh semangat mengorek apa yang mungkin dianggapnya sebagai borok politik pihak lain. Bahkan sampai melontarkan fitnah (hoax) bahwa pejabat yang akan dilantik menjelang Idul Fitri adalah masih kerabat dekat lingkar kekuasaan.

Jaman berubah. Baik Jokowi maupun Prabowo, sama sama mengidolakan Soekarno. Saya tidak menyimak.

Idul Fitri ini menjadi momen bagi mereka untuk introspeksi, mengurai, mengakui, dan memperbaiki kesalahan. Seolah kelompoknya yang paling steril dari kesalahan.

Dalam pikiran saya, Jokowi, sebagai politisi mestinya tak kurang akal untuk menjalin politik silaturahmi dengan semua elite. Bung Karno, bisa ditiru. Taqabbalallahu minna wa minkum. ([email protected])

 

Oleh:

Hj Lordna Putri

Berita Terbaru

Fotografer Wedding di Ponorogo Diduga Intip Perias di Kamar Mandi, Ponselnya Simpan 700 Rekaman Perempuan

Fotografer Wedding di Ponorogo Diduga Intip Perias di Kamar Mandi, Ponselnya Simpan 700 Rekaman Perempuan

Sabtu, 08 Agu 2026 18:44 WIB

Sabtu, 08 Agu 2026 18:44 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo-Seorang fotografer berinisial AL (27), asal Slahung, Ponorogo, diduga mengintip dan merekam seorang perias pengantin saat berada di…

Seorang Wanita Paruh Baya Ditemukan Tewas Mengapung di Kolam Ikan Koi

Seorang Wanita Paruh Baya Ditemukan Tewas Mengapung di Kolam Ikan Koi

Sabtu, 08 Agu 2026 13:27 WIB

Sabtu, 08 Agu 2026 13:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar – Warga Desa Tanjung, Kec. Udanawu, Kab. Blitar, kemarin sore (Jumat, 7 Agustus 2026) sekitar pukul 16.00 dikejutkan dengan adanya s…

Dentuman dan Asap Gegerkan Warga Ring 1 Gresik, Insiden Diduga Terjadi di Smelter PT Smelting

Dentuman dan Asap Gegerkan Warga Ring 1 Gresik, Insiden Diduga Terjadi di Smelter PT Smelting

Sabtu, 08 Agu 2026 12:37 WIB

Sabtu, 08 Agu 2026 12:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Warga di sekitar kawasan industri Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, dibuat panik oleh suara dentuman keras yang terjadi berulang k…

Peringati HUT RI ke-81 tahun 2026 Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Jabon, Gelar RALLY HIKING, Trophy bergilir Camat Jabon

Peringati HUT RI ke-81 tahun 2026 Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Jabon, Gelar RALLY HIKING, Trophy bergilir Camat Jabon

Sabtu, 08 Agu 2026 11:36 WIB

Sabtu, 08 Agu 2026 11:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-81 Tahun 2026, Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Jabon, Kabupaten Sidoarjo, m…

PLN UP3 Ponorogo Luncurkan Program EVplore di Museum dan Galeri SBY-Ani

PLN UP3 Ponorogo Luncurkan Program EVplore di Museum dan Galeri SBY-Ani

Jumat, 07 Agu 2026 19:38 WIB

Jumat, 07 Agu 2026 19:38 WIB

SurabayaPagi, Pacitan – Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur melalui Unit P…

Bangun Sinergi dengan PCNU, Kapolres Lamongan Shalat Ashar Berjamaah Bersama Pengurus

Bangun Sinergi dengan PCNU, Kapolres Lamongan Shalat Ashar Berjamaah Bersama Pengurus

Jumat, 07 Agu 2026 17:58 WIB

Jumat, 07 Agu 2026 17:58 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan – Kapolres Lamongan yang baru AKBP Adhytiawarman Gautama Putra P.hD menyempatkan diri melaksanakan shalat Ashar berjamaah, bersama j…