Angka Kemiskinan Ekstrem di Jember Peringkat ke-18 Terendah di Jatim

author surabayapagi.com

- Pewarta

Jumat, 26 Apr 2024 18:47 WIB

Angka Kemiskinan Ekstrem di Jember Peringkat ke-18 Terendah di Jatim

SURABAYAPAGI.COM, Jember - Badan Pusat Statistik mencatat Kabupaten Jember menduduki peringkat ke-18 dari 38 kabupaten dan kota di Jawa Timur untuk persentase kemiskinan terendah pada 2023. Bahkan, saat ini angka kemiskinan ekstrem warga Jember di bawah satu persen.

“Insyaallah 0,33 persen. Sebelumnya kurang lebih 1,04 persen,” jelas Kepala Dinas Sosial Jember Akhmad Helmi Luqman, Jumat (26/04/2024).

Baca Juga: Musim Tembakau, Pesanan Kerajinan Atap Welit di Jember Melejit

Sementara itu juga, diketahui turunnya persentase kemiskinan ekstrem ini tak lepas dari validasi data. Evaluasi juga dilakukan rutin setiap bulan terhadap angka Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan turun dari 1,2 juta jadi 1,07 juta

“Data kemiskinan ekstrem berdasarkan data P3KE (Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem) banyak yang tidak relevan di lapangan. Dari situ ditetapkan keputusan bupati, bahwa data kemiskinan ekstrem sudah ada by name dan by address warga,” kata Helmi.

DTKS turun karena banyaknya warga miskin yang meninggal atau hidup lebih mapan karena pendapatan meningkat sehingga tidak layak menerima bantuan sosial.

Baca Juga: Libur Panjang, Daop Jember Alami Peningkatan 7%

Disatu sisi, Bupati Hendy Siswanto merasa tugasnya sebagai bupati untuk mengatasi kemiskinan di Jember masih belum selesai. Hendy menyatakan harus menormalkan kembali sistem di Jember yang sempat terganggu pada periode pemerintahan sebelumnya.

“Saat kami masuk (dilantik menjadi bupati Jember) pada 2020, semangat kami adalah bagaimana menekan angka kemiskinan. Alhamdulillah sampai hari ini, saya efektif bekerja dua tahun setelah dipotong masa penanganan Covid setahun, kemiskinan kami berada di posisi ke-18 di Jawa Timur,” kata Bupati Hendy Siswanto.

Baca Juga: Libur Panjang 8-12 Mei, Tiket KA Daop 9 Jember Sudah Ludes Terjual

“Kemiskinan tidak akan pernah selesai. Pasti ada. Tapi harus seminimal mungkin, termasuk angka pengangguran. Dengan kurun waktu efektif dua tahun, capaian ini bisa diteruskan dengan baik,” kata Hendy.

Sehingga kedepan, yang perlu segera dibenahi oleh Pemkab Jember adalah pengentasan kemiskinan dan pengangguran terbuka. Dan hal itu mendesak dilakukan selama masih ada sisa waktu. jbr/dsy-01

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU