9 Penyandang Disabilitas Adu Kompetensi UTBK-SNBT 2024 di UNESA

author Lailatul Nur Aini

- Pewarta

Kamis, 02 Mei 2024 18:16 WIB

9 Penyandang Disabilitas Adu Kompetensi UTBK-SNBT 2024 di UNESA

SURABAYAPAGI,Surabaya - Ada sebanyak 9 (sembilan) peserta disabilitas menjalani tes Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2024 di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) pada Kamis (2/5/2024).

Secara rinci, sembilan peserta tersebut terdiri dari dua orang tuna netra, serta disabilitas daksa tujuh orang. Diketahui, jumlah tersebut meningkat dibanding tahun sebelumnya yang diikuti oleh empat peserta disabilitas.

Baca Juga: Penjaminan Mutu Sekolah Pascasarjana UNESA beri Pelatihan Sekolah Indonesia Malaysia

"UTBK ini diikuti oleh semua peserta baik itu yang disabilitas netra, daksa dan biasa. Jadi kita beri kesempatan semuanya untuk bisa mengikuti tes UTBK," kata Madlazim, Wakil Rektor 1 Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Negeri Surabaya (UNESA), saat ditemui awak media, Kamis, (2/5/2024).

Menurutnya, Unesa ini menjadi satu-satunya kampus di Surabaya yang menyediakan fasilitas tes ujian masuk perguruan tinggi khusus untuk peserta disabilitas. Karena Unesa memang memiliki alat khusus bagi peserta disabilitas Netra untuk menjalani tes UTBK-SNBT.

"Tidak ada diskriminasi, sehingga kita fasilitasi untuk yang disabilitas netra, kita beri alat khusus sedemikian rupa sehingga peserta disabilitas netra bisa mengerjakan soal dengan baik," jelasnya.

"Unesa memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada peserta tes, calon maba terkait disabilitas. Selain memberikan fasilitas kepada camaba (calon mahasiswa baru) disabilitas hari ini, peralatannya kami siapkan," paparnya.

Saat pelaksanaan tes, Unesa menyediakan satu pendamping khusus dari mahasiswa dan dosen Pendidikan Luar Bisa (PLB) untuk satu satu peserta disabilitas.

Secara fungsional, pendamping ini membantu peserta Disabilitas mulai dari menyambut, mengantar ke ruangan tes, hingga selesai dari ruangan tes kembali ke titik penjemputan.

"Pendamping membantu supaya lancar, tapi bukan membantu menjawab. Misal bantu ngeklik. Misal setelah peserta mendengar soal itu jawaban ABCD kemudian memutuskan pilihan C baru pendamping nya membantu ngeklik C," ujar Madlazim.

Baca Juga: Teknologi Pendidikan UNESA Beri Pelatihan Video Interaktif di SDN Manukan Kulon Surabaya

Ia juga menjelaskan jika durasi pengerjaan UTBK-SNBT 2024 peserta disabilitas sama dengan peserta reguler.

"Yang membedakan adalah, untuk pengerjaan peserta disabilitas netra akan dilengkapi oleh software Non Visual Desktop Access (NVDA)" terang Dosen S-1 Pendidikan Fisika itu.

Sebagai informasi, NVDA adalah salah satu nama software pembaca layar yang di-install pada komputer disabilitas netra. Fungsinya yang membacakan informasi berbentuk teks pada layar komputer.

"Sepanjang yang saya amati tadi, mereka serius mengerjakan. Berarti kesimpulan saya tidak ada kesulitan," pungkasnya.

Baca Juga: Pimpinan UNESA Pastikan Tidak Ada Kenaikan UKT Mahasiswa

Sementara itu, Ferdinan Valentino, salah satu peserta tunanetra, ditemui usai menyelesaikan tes, mengaku bahwa tes yang dijalaninya berjalan lancar tanpa ada kendala apapun.

Pria yang akrab disapa Valen itu mengaku, sudah melakukan persiapan sehingga tidak deg-degan saat berhadapan dengan soal UTBK. "Saya sudah belajar dan lancar. Tadi ada beberapa soal yang saya pelajari, tapi tidak keluar," kata Valen.

Pria yang berasal dari SMA Muhammadiyah 10 Surabaya, ini sempat merasa tidak percaya diri untuk kuliah. Namun, berkat dukungan dari orang tuanya, ia pun bertekad untuk melanjutkan belajar ke jenjang Universitas dengan memilih masuk ke UNESA melalui jalur UTBK tersebut

Diketahui, dia Di UNESA memilih prodi S-1 Pendidikan Luar Biasa (PLB) dan S-1 Ilmu Komunikasi. Ia pun optimis akan lolos masuk ke Unesa.

"Saya pilih S-1 PLB ingin seperti lulusan mahasiswanya yang disabilitas memiliki nilai unggul yang dapat bersaing dengan orang pada umumnya. Semoga saja hasil tes ini bisa maksimal dan saya bisa masuk UNESA," tukas pria asal Banyu Urip Surabaya ini. Ain

Editor : Mariana Setiawati

BERITA TERBARU