Manuver Gibran Mau Konsul ke Megawati, tapi Belum Komunikasi

author surabayapagi.com

- Pewarta

Jumat, 03 Mei 2024 19:51 WIB

Manuver Gibran Mau Konsul ke Megawati, tapi Belum Komunikasi

PDIP dengan Jokowi, Tutup Buku. Dengan Prabowo, tak Ada Hambatan 

 

Baca Juga: Gibran, Kaget Ganjar Pranowo Oposisi

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka, ingin melibatkan para senior untuk dimintai saran dalam pembentukan kabinetnya nanti bersama Prabowo Subianto. Tak terkecuali Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.

"Ya nanti ya, senior-senior, tokoh-tokoh, ketua-ketua semua kami mintai masukan nggih," kata Gibran di KPU Solo, Banjarsari, Jumat (3/5/2024).

Gibran menyebut salah satu tokoh yang juga akan dimintai masukan adalah Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri.

"Tak terkecuali beliau (Megawati)," ungkapnya saat ditanya apakah Megawati masuk salah satu tokoh yang dimintai masukan.

Meski begitu, putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu mengaku belum menjalin komunikasi dengan Megawati. dia minta semuanya menunggu.

"Belum (komunikasi)," jawabnya singkat.

"Ya ditunggu saja, nanti ditunggu saja (susunan kabinet). Untuk susunan kabinet komposisinya ditunggu saja," pungkasnya.

 

Tunggu Rakernas

Soal keinginan Gibran itu, Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah menegaskan sikap politik partai akan dibahas dan diputuskan pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDIP. Rencananya akan digelar pada 24 sampai 26 Mei mendatang.

Menurutnya, berbagai hal yang menyangkut kebijakan strategis partai, baik ke dalam dan keluar akan dibahas dalam rakernas.

Baca Juga: Gibran, Kaget Ganjar Pranowo Oposisi

"Sesuai arahan Ibu Megawati Soekarnoputri, akan digelar rapat kerja nasional yang Insya Allah akan kami lakukan pada Mei mendatang," ungkapnya.

Saat rakernas, seluruh struktur partai, baik DPC, DPD, DPP akan bersidang dan bermusyawarah tentang dinamika dan masa depan demokrasi di Indonesia.

 

PDIP Butuh Komitmen-Konsisten

Terpisah anggota DPR dari Fraksi PDIP Masinton Pasaribu menyebut tidak ada hambatan relasi antara Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dengan Presiden terpilih 2024-2029 yang juga Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Keduanya pun pernah berpasangan pada Pilpres 2009.

"Kalau kita sama Pak Prabowo pernah pasangan sama Ibu Mega. Jadi dalam relasi itu no problem tidak ada hambatan," ujar Masinton dalam acara Interupsi 'Koalisi, Demi Rakyat Apa Kursi Menteri' yang ditayangkan iNews TV, Kamis (2/5/2024).

 

Baca Juga: Sikap Kenegarawanan Ganjar, yang Memilih di Luar Pemerintahan Prabowo-Gibran

Dengan Jokowi, Tutup Buku

"Kita kalau sama itu (Jokowi), tutup buku. Kalau sama itu kita tutup buku," ucapnya.

PDIP dalam berpolitik membutuhkan komitmen dan konsisten. Dia menyinggung tugas politik yang tidak bisa terlepas dari memenuhi keinginan rakyat.

"Politik itu bukan sekadar jabatan dan kekuasaan bahwa dalam pelaksanaan tugas politik itu kita nggak bisa lepas lagi dari yang namanya keinginan rakyat, kehendak rakyat," kata Masinton.

Kendati demikian, PDIP belum memutuskan menentukan posisi apakah ada di luar atau di dalam pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Partainya tengah mempertimbangkan langkah-langkah strategis bagi bangsa Indonesia. "Maka, kami secara kelembagaan partai belum mengambil sikap ke sana, tentu masih dalam proses pertimbangan apakah berada di luar pemerintah atau dalam pemerintahan," pungkasnya. n jk/erc/cr4/rmc

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU