Aksara Jawa Dikenal Dunia

Wakil Ketua DPRD Surabaya Inisiasi Sandingkan Budaya Global Jepang Jawa

author Al Qomaruddin

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wakil Ketua DPRD Surabaya A Hermas Thony Sejumlah ekspatriat dari Konjen Jepang dan dosen dari Amerika Serikat saat membaur belajar bersama menulis aksara Jawa, hanacaraka, di Museum Pendidikan, Minggu (5/5) kemarin.
Wakil Ketua DPRD Surabaya A Hermas Thony Sejumlah ekspatriat dari Konjen Jepang dan dosen dari Amerika Serikat saat membaur belajar bersama menulis aksara Jawa, hanacaraka, di Museum Pendidikan, Minggu (5/5) kemarin.

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Pelestarian aksara Jawa terus dilakukan oleh Pimpinan DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kota Surabaya. Sebagai komitmen aksara jawa bisa naik kelas dan tidak lagi dikenal di lingkungan (daerah, red) tapi di mata dunia. Maka dari Wakil Ketua DPRD Surabaya A Hermas Thony menginisiasi upaya optimalisasi kerja sama di bidang budaya secara global.

Wakil Ketua DPRD Surabaya A Hermas Thony mendorong agar Jepang dan Jawa bisa selamanya bersanding mesra di Surabaya dengan aksara Jawa. Wakil Konjen Jepang di Surabaya Ishii Yutaka menyertakan keluarganya ikut kelas menulis aksara Jawa Hanacaraka. Ishii bersama istrinya yang orang Indonesia Mei Ishii dan putranya yang sudah dewasa Ryuta Ishii rutin mengikuti kelas Hanacaraka.

Tidak hanya ekspatriat Jepang itu yang tertarik. Dosen ekspatriat kampus di Surabaya juga ikut serta dalam kelas yang digagas Puri Aksara Rajapatni. Tampak pula sejumlah mahasiswa dari kampus di Surabaya juga ikut ambil bagian kelas rutin tiap Minggu itu. 

Kelas Hanacaraka itu digelar di Museum Pendidikan Surabaya. AH Thony yang sudah lama mendukung aktivitas budaya yang digelar Rajapatni itu memberi apresiasi khusus. Tidak hanya pertukaran budaya global yang terbangun, tapi saling bertukar ilmu untuk saling menguatkan satu sama lain. 

"Akulturasi kebudayaan ini menjadi kegiatan positif untuk saling mengenalkan dan memperkaya budaya masing-masing. Huruf kanji, hiragana, dan katakana dikenalkan Jepang. Jawa mengenalkan Hanacaraka," ungkap AH Thony memberi kredit poin, Senin (6/5).

Pimpinan DPRD dari Partai Gerindra ini menjadi bagian saat digelarnya kelas Hanacaraka. AH Thony melihat banyak pelajaran yang bisa diambil dari effort orang Jepang saat mempelajari hal baru. Tampak keluarga Ishii Yutaka sangat serius, konsisten, dan totalitas mengikuti kelas. 

Sampai akhirnya mereka bisa menulis aksara Jawa. Semua aksara Jawa atau huruf Hanacaraka mereka hapal. Bahkan kini sudah masuk aksara rekan sampai huruf pangku Jawa. Mereka pun praktik menukis kata Jepang dalam huruf Hanacaraka. "Lekukan huruf itu yang bikin menggairahkan," kata Ishii.

AH Thony mengakui bahwa etos masyarakat Jepang itu tampak saat mereka mempelajari aksara Jawa. Tidak hanya serius hingga bisa, tapi konsistensi dan keberlanjutan mereka tanamkan. Sikap ini harus ditiru.

Jepang dikenal sebagai negara maju. Mereka juga bisa bangkit lebih cepat. Namun memori bangsa ini masih melihat bahwa Jepang pernah menjajah Indonesia. Sebagai sejarah tetap tidak boleh dilupakan tapi tidak boleh larut. Saat yang diperlukan adalah saling menguatkan. 

Termasuk saling mengenalkan budaya Jepang dan Jawa lewat aksara negara masing-masing. Jepang dan Indonesia di Surabaya disatukan dengan Hanacaraka. "Tapi memang kita harus belajar budaya orang Jepang yang tekun dan istiqomah. Totalitasnya," ucap AH Thony yang asli Bojonegoro.

Budaya-budaya kerja keras, tidak pernah mau menyerah, dan sungguh-sungguh itu harus diambil sebagai pelajaran berharga. Bahwa semuanya harus melalui proses dengan langkah yang serius. Dengan proses yang baik, hasilnya juga akan baik. 

Mengenal budaya Jepang tidak sekadar mengenal huruf kanji. Begitu juga belajar aksara berarti juga mengenal karakteristik dan perilaku masyarakatnya. Jadi menyatunya budaya Jepang dan Jawa ini adalah membaca karakteristik keduanya. "Ingat di Surabaya ada Kembang Jepun. Itu peninggalan Jepang (Jepun)," kata AH Thony. Alq

Berita Terbaru

PLN UID Jatim Gelar Senam Sehat Bersama di Darmo Free Day

PLN UID Jatim Gelar Senam Sehat Bersama di Darmo Free Day

Senin, 20 Jul 2026 20:35 WIB

Senin, 20 Jul 2026 20:35 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Dalam rangka menyemarakkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 81 tahun, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur m…

Permintaan Rp100 Juta dari Polisi dan Rp150 Juta dari Kejaksaan Muncul di Sidang Tipikor Madiun

Permintaan Rp100 Juta dari Polisi dan Rp150 Juta dari Kejaksaan Muncul di Sidang Tipikor Madiun

Senin, 20 Jul 2026 19:42 WIB

Senin, 20 Jul 2026 19:42 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Kepala Dinas Pendidikan Kota Madiun Lismawati mengaku berutang Rp250 juta ke koperasi untuk memenuhi permintaan uang yang menurut k…

Memeriahkan HJL dan Bhayangkara, Lamongan Gelar Vespa Day 2026

Memeriahkan HJL dan Bhayangkara, Lamongan Gelar Vespa Day 2026

Senin, 20 Jul 2026 19:28 WIB

Senin, 20 Jul 2026 19:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Masih dalam rangkaian Hari Jadi Lamongan ke-457 serta Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, PSLB (Paguyuban Scooterist Lamongan…

Maksimalkan Volume Irigasi, Waduk Gondang Akan Dikeruk

Maksimalkan Volume Irigasi, Waduk Gondang Akan Dikeruk

Senin, 20 Jul 2026 19:26 WIB

Senin, 20 Jul 2026 19:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Dalam rangka mendukung pemaksimalan volume irigasi untuk pertanian, Pemerintah Kabupaten Lamongan bersama Balai Besar Wilayah…

Peserta Walikota Cup 2026 Kolaps di Lapangan lalu Meninggal 

Peserta Walikota Cup 2026 Kolaps di Lapangan lalu Meninggal 

Senin, 20 Jul 2026 17:20 WIB

Senin, 20 Jul 2026 17:20 WIB

Diduga Serangan Jantung dan Lambatnya Penanganan Medis…

Buntut Limbah SPPG Grogol, Satgas MBG Ponorogo Ancam Panggil Yayasan dan Mitra

Buntut Limbah SPPG Grogol, Satgas MBG Ponorogo Ancam Panggil Yayasan dan Mitra

Senin, 20 Jul 2026 17:17 WIB

Senin, 20 Jul 2026 17:17 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo– Satuan tugas (Satgas) Menu Bergizi Gratis ( MBG) Kabupaten Ponorogo bergerak cepat pasca terungkapnya praktik dugaan pembuangan limbah …