Kolaborasi Harmoni Aksara Jepang dan Jawa di Surabaya

author Al Qomaruddin

- Pewarta

Senin, 06 Mei 2024 19:18 WIB

Kolaborasi Harmoni Aksara Jepang dan Jawa di Surabaya

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Keharmonisan dua dua budaya menyatu dalam kolaborasi budaya global antara Jepang dan Indonesia di Surabaya. Seperti yang tampak dalam kelas Aksara Jawa di Museum Pendidikan Surabaya yang diinisiasi Puri Aksara Rajapatni dan didukung DPRD Surabaya.

Bekerja sama dengan Konjen Jepang di Surabaya, mereka rutin membuka kelas menulis aksara Jawa ala Jepang. Cara menulisnya tidak dengan ballpoint atau alat tulis pada umumnya. Tapi dengan pena ala Jepang dengan memasukan dalam tinta dan dituangkan dalam deretan tulisan.

Baca Juga: HJKS Ke-731, Ketua DPRD Surabaya Optimis Surabaya Terus Berkembang di Segala Bidang

Tidak hanya itu, dalam kelas itu juga dikenalkan kaligrafi ala Jepang, yakni shodo. Yang menarik, Konjen Jepang menghadirkan langsung jagonya kaligrafi Jepang (shodo), Yoko Terakawa dan Kota Nakagome. 

Keduanya mengenalkan aksara Jepang dan menulis indah. Sementara keluarga Wakil Konjen Jepang di Surabaya Ishii Yutaka juga ikut dalam aksi kolaborasi aksara dua negara. Yang paling seru adalah menyandingkan aksara Hanacaraka dan aksara Jepang dalam satu tulisan.

Caranya, peserta Jepang menulis Hanacaraka dan peserta Surabaya menulis aksara kanji. Hasilnya dituangkan dalam satu kertas untuk dilihat bersama. Mereka pun sepakat menulis kata Jepang dalam aksara Hanacaraka dan menulis Surabaya dalam aksara Jepang.

Baca Juga: Wakil Ketua DPRD Surabaya Laila Mufidah: Festival Rujak Uleg Sarana Edukasi Untuk Anak Muda

Kolaborasi menulis aksara Jawa ala Jepang ini semakin menarik perhatian dengan hadirnya peserta Sinau Aksara Jawa asal Amerika, John Pierce. John juga mengajak anaknya. 

Hadir dalam acara antarbangsa ini Wakil Ketua DPRD Surabaya A Hermas Thony. Konjen Jepang yang bertugas di Surabaya adalah representasi negara Jepang. Pimpinan DPRD atas nama Pemkot Surabaya. 

"Inilah kolaborasi harmoni untuk mengenal lebih dekat budaya masing-masing. Perekat budaya lewat aksara Jawa dan Jepang. Orang Jepang pakai kimono nulis Hanacaraka, Surabaya pakai blangkon nulis aksara Jepang," reaksi Thony. 

Baca Juga: Reni Astuti Minta Kuota Beasiswa Kuliah di Tambah dan UKT Gratis khusus Warga Surabaya

Ishii yang pakai blangkon mengaku tertantang saat menulis aksara Jawa. Dengan ketelatenan dan keseriusan tingkat tinggi, Wakil Konjen Jepang di Surabaya ini berhasil menulis kata Jepang dengan aksara Jawa. Disebutkan bahwa huruf aksara Jawa seperti menulis kaligrafi Jepang.

"Kalau aksara kami bisa ditulis putus-putus. Kalau aksara Jawa menulis lekukannya nyambung terus. Disinilah dibutuhkan konsentrasi dan sikap duduk yang tepat saat menulis aksara Jawa," kata Ishii. Alq

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU